Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Bertemu Dengan Orang Tua Raynaud


__ADS_3

Malam menjelang pagi, Kimberly masih tidur dengan pulas sambil memeluk Ray seperti memeluk guling. Hingga Kimberly merasakan Ray melepaskan pelukannya namun karena Kimberly masih mengantuk membuat Kimberly membiarkan Ray melepaskan pelukannya.


"Ahhhhhhh...." Tanpa sadar Kimberly mengeluarkan suara merdunya.


Setelah Ray melepaskan pelukan Kimberly, Ray menaiki tubuh Kimberly dan dengan sengaja Ray memasukkan mulutnya ke dalam salah satu pucuk gunung kembar Kimberly sedangkan satu gunung kembarnya lagi Ray memainkannya seperti bermain squishy. Hal itu membuat Kimberly mengeluarkan suara merdunya.


"Kak Ray, apa yang Kak Ray lakukan?" Tanya Kimberly yang masih sangat mengantuk.


Kimberly antara sadar dan dan tidak sadar karena tubuhnya sangat lelah di tambah melihat wajah Ray terlihat masih samar. Karena itulah Kimberly bertanya apa yang dilakukan oleh Ray.


"Seperti yang kamu lihat, istriku tersayang." Ucap Ray sambil tersenyum.


Jleb


"Ahhhhhhh..."


Selesai mengatakan hal itu Ray mendorong wortel import miliknya ke dalam goa milik istrinya membuat Kimberly mengeluarkan suara merdunya.


"Istri?" Tanya ulang Kimberly sambil berpikir.


'Astoge kenapa aku lupa kalau kami sudah menikah?' Tanya Kimberly setelah tersadar sepenuhnya.


"Jangan bilang istriku hilang ingatan." Ucap Ray sambil menatap ke arah istrinya.


"Hehehehe..."


Cup


Ray tersenyum mendengar Kimberly tertawa membuat Ray mencium bibir istrinya. Merekapun melakukan hubungan suami istri di pagi hari.


"Siapa yang mau mandi duluan?" Tanya Ray setelah mereka selesai melakukan hubungan suami istri.


"Aku dulu Kak." Ucap Kimberly sambil ke dua kakinya diturunkan.


"Ok." Jawab Ray sambil memiringkan tubuhnya untuk melihat Kimberly turun dari ranjang.

__ADS_1


"Sstttttt..." Rintih Kimberly sambil menaikkan kembali ke dua kakinya.


"Ada apa?" Tanya Ray dengan wajah kuatir.


"Bagian privasiku sangat perih ketika turun dari ranjang." jawab Kimberly.


"Biar Kakak yang menggendong mu." Jawab Ray sambil turun dari ranjang.


Wushhhh


"Tidak usah Kak, biar aku...." Ucapan Kimberly terpotong ketika Ray menggendong tubuh istrinya yang masih polos tanpa sehelai benangpun.


Kimberly mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya sedangkan Ray berjalan ke arah kamar mandi.


'Aku sangat bersyukur mempunyai suami tampan seperti Kak Ray. Semoga saja perasaan Kak Ray padaku tidak akan pernah pudar karena pasti banyak gadis dan wanita yang mengejar suamiku' Ucap Kimberly dalam hati.


Ray mendudukkan perlahan tubuh polos istrinya ke dudukan toilet kemudian Ray memutar kran air di bathtub hingga hampir penuh. Ray memberikan aroma wangi di dalam bathtub setelah itu barulah Ray menggendong kembali tubuh polos istrinya.


Ray menurunkan tubuh istrinya ke bathtub setelah itu barulah dirinya. Ray menyambung punggung istrinya sedangkan Kimberly memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut suaminya.


"Kita pergi ke sana, apakah Kak Ray memakai topeng atau seperti ini?" Tanya Kimberly.


"Memakai topeng dan masih berpura-pura lumpuh." Jawab Ray.


"Sampai kapan Kak Ray berpura-pura?" Tanya Kimberly penasaran.


"Suatu saat Kakak akan mengatakan sejujurnya." Jawab Ray.


Kimberly hanya menganggukkan kepalanya karena Kimberly menghormati apapun keputusan suaminya.


"Mungkin nanti kamu akan di ejek oleh ke dua adik kembarku karena menikah dengan pria buruk rupa dan lumpuh.Kakak sangat harap kamu kuat menghadapi ejekan mereka." Ucap Ray.


"Aku sudah terbiasa di hina dan direndahkan oleh keluarga dan teman-temanku jadi aku pasti kuat." Ucap Kimberly sambil tersenyum namun hatinya sangat terluka.


Selesai mengatakan hal itu Kimberly menyandarkan punggungnya ke dada bidang suaminya sambil mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


Cup


"Maaf kalau kamu mengalaminya lagi tapi Kakak janji setelah urusan Kakak sudah selesai, Kakak akan mengatakan ke semua orang terlebih keluarga besar ku kalau wajah Kakak sudah di operasi dan bisa berjalan dengan normal." Ucap Ray kemudian mengecup kening istrinya.


"Kakak mengatakannya di saat kita merayakan resepsi pernikahan secara mewah." Sambung Ray.


"Baik Kak." Jawab Kimberly sambil menatap ke arah depan sambil berharap keinginan suaminya bisa berjalan dengan lancar.


Skip


Kini Ray dan Kimberly sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Ray menggendong tubuh Kimberly dan berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan.


Ray, Kimberly dan Paman Donald makan bersama hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Kimberly membersihkan meja makan kemudian mencuci piring dan gelas yang tadi mereka makan dan minum.


"Paman, nanti kami pergi ke mansion orang tuaku." Ucap Ray.


"Baik Tuan Muda." Jawab Paman Donald dengan patuh.


Setelah beberapa saat Kimberly sudah selesai kemudian mereka bertiga pergi ke mansion milik orang tua Ray.


Skip


Kini mereka berada di ruang keluarga di mana orang tua Ray, ke dua adik kembar Ray, Ray dan Kimberly berkumpul.


"Kenapa kalian datang ke sini?" Tanya ke dua orang tuanya Ray bersamaan sambil memalingkan wajahnya begitu pula dengan ke dua adik kembarnya.


Mereka sangat jijik dan sangat menyeramkan wajah Ray yang seperti monster karena itulah mereka memalingkan wajahnya. Awalnya orang tua Ray dan ke dua adik kembar Ray sedang mengobrol di ruang keluarga.


Namun tanpa mereka duga mobil yang dikendarai oleh Paman Donald masuk ke dalam jalan rahasia yang hanya diketahui oleh Ayahnya Ray dan Ray.


Jalan rahasia tersebut langsung terhubung dengan taman belakang. Kimberly mendorong kursi roda menuju ke ruang keluarga di mana keluarganya Ray berkumpul.


Kedatangan Ray dan Kimberly tentu saja mengejutkan mereka karena itulah ke dua orang tuanya bertanya seperti itu.


"Daddy dan Mommy, bukankah aku putra kalian? Kenapa aku tidak diijinkan datang ke sini?" Tanya Ray dengan wajah sendu.

__ADS_1


Ray melihat wajah ibunya mulus tanpa cacat sedikitpun dan kemungkinan besar Ibunya di operasi. Ray sangat kecewa karena Ibunya yang sangat disayanginya tidak memperdulikan dirinya dengan tidak menyuruhnya untuk mengoperasi wajahnya.


__ADS_2