Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Egois


__ADS_3

"Baik." Jawab Paman Donald.


"Mommy ikut." ucap Mommy Cintya sambil berjalan mengikuti Ray.


"Daddy akan segera menyusul." Ucap Tuan Besar Reyhan.


Tuan Besar Reyhan ingin memberikan hukuman ke Cinta dan ke dua anak kembar Cinta karena itulah dirinya akan segera menyusul.


Kini Ray berada di dalam mobil dengan kepala Kimberly diletakkan di kedua pahanya untuk Mommy Cintya, Mommy Cintya duduk di kursi depan samping pengemudi sedangkan Paman Donald duduk di kursi pengemudi. Paman Donald mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi supaya sampai di rumah sakit sambil berharap Kimberly baik-baik saja.


"Paman lebih cepat!" Perintah Ray.


"Kurangi kecepatan!" Perintah Mommy Cintya.


"Mommy, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Kimberly. Paman lebih cepat!" perintah Ray.


"Ray, apakah kamu ingin kita semua mati?" Tanya Mommy Cintya.


"Kalau Mommy tidak ingin mati kenapa mesti ikut? Lebih baik Mommy naik taksi saja biar Ray dan Paman Donald pergi ke rumah sakit." Ucap Ray dengan nada kesal sekaligus matanya berkaca-kaca.


Untuk pertama kalinya dirinya marah dan membentak Mommynya hal itu membuat dirinya sakit tapi di sisi lain dirinya tidak bisa kehilangan orang yang dicintainya yaitu istrinya yang bernama Kimberly.

__ADS_1


'Kalau tahu begini jadinya lebih baik tidak usah ke mansion karena aku tidak tega melihat Nyonya Raynaud terluka karena sikap egois Nyonya Besar Reyhan.' Ucap Paman Donald yang bingung apa yang mesti dilakukan.


Bisa saja dirinya tidak memperdulikan ucapan Nyonya Besar Reyhan tapi dirinya tidak bisa melakukan itu karena saat ini putra kesayangannya membutuhkan uang untuk pendidikan kuliahnya yang sebentar lagi selesai oleh sebab itu dirinya masih ingin bekerja.


"Ray! Aku ini Mommy mu, kenapa kamu berani melawan Mommy dan lebih membela istrimu yang baru kamu nikahi?" Tanya Mommy Cintya dengan nada satu oktaf.


"Mommy, di saat Ray terpuruk hanya Kimberly yang bisa membuatku bahagia. Selama ini Ray hanya bisa melihat satu warna yaitu hitam tapi sejak kedatangan Kimberly hidup Ray berubah. Hidup Ray lebih berwarna dan bisa merasakan tertawa lepas ketika bersama Kimberly." Ucap Ray.


Tes


Tes


Tes


"Ray, di dunia ini banyak wanita cantik dan lima kali lipat dari Kimberly jadi lebih baik lupakan Kimberly." Ucap Mommy Cintya.


"MOMMY, AKU SANGAT MENCINTAI KIMBERLY DAN JANGAN PERNAH MEMINTAKU UNTUK MELUPAKANNYA!" Teriak Ray dengan suara menggelegar.


"RAY! KAMU BERANI MEMBENTAK MOMMY!" Teriak Mommy Cintya.


Grep

__ADS_1


Ketika Ray ingin menjawab tiba - tiba tangan Ray di genggam oleh Kimberly membuat Ray menatap wajah Kimberly dengan tatapan sendu.


"Sayang, aku mohon jangan membentak Mommy. Apa yang dikatakan Mommy benar adanya pasti ada gadis lima kali lipat atau sepuluh kali bahkan lebih baik dariku. Turuti apapun permintaan Mommy karena aku ingin orang yang aku cintai bahagia dengan pilihan orang tua Suamiku." Ucap Kimberly dengan nada lirih dan terlihat jelas wajah kesedihannya.


"Tapi hanya kamu yang aku cintai, bagiku kamu lebih baik dari gadis manapun di dunia ini." Ucap Ray sambil mengusap pipi Kimberly.


"Aku merasa umurku tidak akan lama lagi terlebih aku sangat merindukan Oma dan Opa agar aku bisa merasakan kasih sayangnya lagi." Ucap Kimberly sambil masih berusaha tersenyum dan tidak berapa lama Kimberly kembali memejamkan matanya.


"Tidak Kimberly, Kimberly aku mohon sadarlah." Mohon Ray untuk pertama kalinya dirinya memohon.


"Paman, tambah kecepatan!" Perintah Ray.


"Tidak boleh, kurangi kecepatan." Ucap Mommy Cintya.


"Mommy ada dua pilihan mengikuti permintaanku untuk menambah kecepatan atau Mommy turun dari sini?" Tanya Ray dengan nada tegas.


"Ray, kamu...." Ucapan Mommy Cintya terpotong oleh Ray.


"Aku hitung sampai tiga, Mommy pilih mana?" Tanya Ray.


"Ray ..." Ucapan Mommy Cintya terpotong lagi oleh Ray.

__ADS_1


"Satu..." Ucap Ray mulai menghitung.


__ADS_2