Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Belum Meninggal


__ADS_3

Kini Ray, berada di ruangan UGD di mana tubuh Kimberly di tutup kain putih. Dengan tangan gemetar Ray menarik perlahan kain tersebut dan melihat wajah pucat Kimberly.


Grep


Ray memeluk tubuh dingin Kimberly dan tidak berapa lama tubuhnya mulai gemetar hingga Ray merasakan bahunya di tepuk.


"Tuan, yang kuat ya." Ucap Paman Donald sambil mengusap bahu Ray.


"Paman, seandainya saja waktu bisa di putar pasti saat ini aku lagi bercanda dengan Kimberly." Ucap Ray sambil sesekali mencium kening dan bibir milik Kimberly.


"Tapi sayangnya tidak bisa." Ucap Paman Donald.


"Sayang, jika kamu pergi maka aku akan pergi menyusul mu." Ucap Ray sambil mengeluarkan pisau lipatnya.


Grep


"Apa yang Tuan lakukan?" Tanya Paman Donald sambil menahan tangan Ray.


"Paman, lepas aku akan menyusul istriku. Aku tidak bisa hidup tanpanya." Jawab Ray sambil menarik tangannya dan melepaskan pelukannya.


"Jika Tuan melakukan itu, Nyonya Besar Cintya akan semakin membenci Nyonya Muda Raynaud." Ucap Paman Donald.


"Bukankah Mommyku sangat membenci Kimberly? Padahal Kimberly sudah menjadikan tamengnya agar Mommy tidak di tembak tapi mommy masih membenci Kimberly." Ucap Ray.


"Kimberly adalah cahaya hidupku, jadi lebih baik aku menyusul Kimberly agar aku bisa berjumpa dengan Kimberly." Sambung Ray sambil mengarahkan pisau lipatnya ke arah dadanya.


"Tuan jangan lakukan itu." Ucap Paman Donald sambil mengarahkan tangannya ke arah pisau lipat namun Ray menahannya dengan tangan satunya.


"Kimberly, tunggu aku." Ucap Ray sambil perlahan menusuk pisau lipatnya hingga darah segar mulai keluar.

__ADS_1


Ceklek


Klik


Seorang pria tiba-tiba datang kemudian mengunci pintu tersebut kemudian berjalan ke arah mereka.


"Nyonya Raynaud belum meninggal." Ucap seorang pria.


"Apa maksud Paman?" Tanya Ray dengan wajah terkejut.


"Dia adalah Tuan Alex, adik kandung Ayahnya Nyonya Raynaud." Jawab Paman Donald.


"Paman mengenalnya?" Tanya Ray.


"Tentu saja, karena adik sepupuku bekerja sebagai bodyguardnya." Jawab Paman Donald.


"Sebenarnya kenapa Kimberly pura-pura mati?" Tanya Ray dengan wajah bingung.


"Donald ceritakan apa yang harus dilakukan jika tidak bersedia maka aku akan membawa pergi jauh." Ucap pria tersebut sambil masih berjalan ke arah pintu lain dengan diikuti dua orang perawat dan dokter.


"Tunggu, mau di bawa kemana istriku!" Teriak Ray.


"Tuan, tenanglah." Ucap Paman Donald.


"Paman ceritakan, sebenarnya apa yang terjadi." Pinta Ray.


"Baik, Paman akan ceritakan." Ucap Paman Donald.


xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxx

__ADS_1


Ketika Ray dan Mommy Cintya sedang bertengkar dan menceritakan kenapa membenci Kimberly tanpa sepengetahuan mereka kalau Alex, adik dari Ayahnya Kimberly tanpa sengaja mendengar percakapannya.


Alex langsung menghubungi orang kepercayaannya yang seorang dokter. Di mana dokter tersebut diminta untuk menyuntikan sesuatu ke tubuh Kimberly dan seakan-akan Kimberly meninggal. Tanpa sengaja Alex bertemu dengan seseorang yang dikenalnya.


"Tuan Alex." Panggil seseorang.


"Donald." Panggil Alex dengan wajah terkejut.


"Aku mendengar semuanya, kenapa Tuan melakukan ini?" Tanya Paman Donald.


Ya pria itu adalah Paman Donald, bodyguard sekaligus orang kepercayaan Ray.


"Aku terpaksa melakukannya karena Ibu mertuanya sangat membenci Kimberly. Jika Kimberly sudah sembuh dan kembali ke suaminya bisa saja Ibunya akan ikut campur dan akhirnya pernikahan mereka berakhir perceraian bahkan lebih parahnya lagi Kimberly akan disakiti oleh mereka." Jawab Alex.


"Sebelum itu terjadi lebih baik aku melakukan ini." Sambung Alex.


"Tapi Tuan Ray sangat mencintai istrinya." ucap Paman Donald.


"Kalau memang mencintai ponakanku maka Ray harus melakukan sesuatu." ucap Alex.


Alex membisikkan sesuatu ke telinga Paman Donald sedangkan Paman Donald mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alex. Paman Donald menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Alex pergi dari tempat tersebut.


xxxxxxxcx Flash Back Off xxxxxxxx


"Apakah Tuan bersedia mengikuti perintah Tuan Alex?" Tanya Paman Donald.


"Tentu saja, aku bersedia melakukan apapun asalkan aku bisa bersama Kimberly." Jawab Ray.


"Baik, sekarang kita keluar dari sini dan lakukan apa yang tadi di minta oleh Tuan Alex." Ucap Paman Donald.

__ADS_1


__ADS_2