
Ray kini duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan Paman Donald duduk di kursi pengemudi.
"Kita kemana Tuan?" Tanya Paman Donald.
"Aku ingin Paman menghubungi Paman Alex karena aku ingin bertemu dengan istriku." Ucap Ray.
"Baik Tuan." Jawab Paman Donald sambil mengeluarkan ponselnya.
Paman Donald menghubungi Paman Alex dan Sambungan pertama langsung di angkat oleh Paman Alex. Paman Donald dan Paman Alex mulai mengobrol setelah hampir lima menit Sambungan komunikasi langsung terputus.
"Nyonya Raynaud ada di rumah sakit Pelita Kasih di ruang perawatan VVIP." Ucap Paman Donald.
"Kalau begitu kita pergi ke sana." Ucap Ray yang sangat merindukan istrinya.
"Baik Tuan." Jawab Paman Donald.
Paman Donald pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga lima menit kemudian ponsel milik Paman Donald berdering dua kali tanda ada pesan masuk.
"Maaf Tuan, ada dua pesan masuk bolehkah saya membuka isi pesan? Saya kuatir ada pesan penting dari seseorang." Ucap Paman Donald.
Paman Donald mengatakan seperti itu karena Paman Donald mempunyai dua ponsel. Ponsel pertama digunakan untuk keluarganya, keluarga besar Tuan Besar Reyhan, dan orang yang terdekat.
Ponselnya ke dua hanya khusus diberikan ke orang - orang yang dianggapnya sangat penting dan tentunya memberikan informasi yang sangat penting sedangkan saat ini yang berbunyi adalah ponsel yang ke dua.
"Silahkan Paman." Jawab Ray.
Paman Donald mulai mengurangi kecepatan mobil kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Paman Donald mengambil ponselnya kemudian membuka isi pesan tersebut setelah selesai Paman Donald menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Ada apa Paman?" Tanya Ray penasaran.
"Opanya Nyonya Raynaud mengirim pesan dan meminta Tuan untuk tidak menemui cucunya. Selain itu Tuan di minta untuk melupakan Nyonya Raynaud untuk selama-lamanya." Jawab Paman Donald.
"Memang kenapa?" Tanya Ray dengan wajah terkejut karena mendadak mereka tidak mengijinkannya.
"Tuan ingin mendengarkan percakapan ke dua orang tua Tuan?" Tanya Paman Donald tanpa menjawab pertanyaan Ray.
"Apakah ada hubungannya dengan Opanya Kimberly yang tidak mengijinkan aku bertemu dengan istriku dan memintanya untuk melupakan selama-lamanya?" Tanya Ray.
__ADS_1
"Benar Tuan, percakapan Tuan Besar dan Nyonya Besar ada hubungannya dengan Opanya Nyonya Kimberly." Jawab Paman Donald.
"Aku ingin mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tuaku sampai Opanya Kimberly tidak mengijinkan kami untuk bersama." Ucap Ray.
"Baik Tuan." Jawab Paman Donald sambil menekan tombol play.
"Mungkin seminggu atau dua Minggu atau lebih, entahlah aku tidak tahu." Jawab Ray.
"Ray tunggu!" Teriak Tuan Besar Reyhan.
"Sudahlah Dad, biarkan saja Ray lagi ingin menyendiri jadi kita hormati keputusan Ray." Ucap Mommy Cintya.
"Tapi Mom...." Ucapan Daddy Reyhan terpotong oleh Mommy Cintya.
"Mommy sangat yakin seminggu lagi Ray sudah bisa melupakan Kimberly dan kita bisa menengoknya sambil membawa calon istri Ray." Ucap Mommy Cintya.
"Mommy, Kimberly baru saja meninggal kenapa Mommy langsung mencari pengganti Kimberly?" Tanya Daddy Reyhan dengan wajah terkejut.
"Daddy pikir saja, Kimberly tidak jelas asal usulnya karena orang tua Kimberly sering bergonta-ganti pasangan. Apakah pantas putra kita yang sangat tampan dan kaya serta dari keluarga terhormat mendapatkan wanita seperti Kimberly." Ucap Mommy Cintya.
"Mommy tahu dari mana?" Tanya Daddy Reyhan dengan wajah sangat terkejut.
"Dari sahabat Mommy yang juga korban dari ayahnya Kimberly." Jawab Mommy Cintya.
"Untung saja wanita itu sudah meninggal jadi kita bisa mencarikan penggantinya yang lebih baik dari Kimberly. Apalagi putra kita sekarang sudah tampan dan bisa berjalan dengan normal." Ucap Daddy Reyhan.
"Betul sekali." Jawab Mommy Cintya.
"Oh ya Mom, terima kasih Mommy sudah memaafkan kesalahan yang Daddy lakukan selama ini. Jujur Daddy tidak tahu kalau wanita ular itu ternyata sangat jahat." Ucap Daddy Reyhan.
"Tidak apa-apa Dad, asalkan Daddy tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena jika itu terjadi Mommy akan pergi dari kehidupan Daddy." Ucap Mommy Cintya dengan nada setengah mengancam.
"Daddy janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Daddy Reyhan
Rekaman suara terhenti sedangkan Ray yang mendengar percakapan ke dua orang tuanya menggenggam erat ke dua tangannya untuk mengurangi amarahnya.
"Sekarang Tuan sudah tahu bukan kalau orang tua Tuan tidak menyetujui hubungan Tuan dengan Nyonya Raynaud." Ucap Paman Donald.
__ADS_1
"Jika dipaksakan bisa saja Nyonya Raynaud akan menderita dan keluarganya tidak ingin hal itu terjadi." Sambung Paman Donald.
"Walau seluruh dunia membenci istriku terlebih keluargaku, aku akan melawannya karena aku sangat mencintai Kimberly dan Dia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai." Ucap Ray dengan nada tegas.
"Keluarga Kimberly tidak berhak mengatur rumah tangga kami dengan cara memisahkan kami. Apalagi kemana saja mereka selama ini ketika Kimberly menderita di bawah tekanan Ibu kandungnya dan adik tirinya bahkan Ibu kandungnya tega mengusulkan untuk menjual Kimberly." Sambung Ray dengan rahang mengeras.
"Paman, kita pergi ke rumah sakit sekarang!" Perintah Ray.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa." Jawab Paman Donald.
"Kenapa tidak bisa? Apakah Paman bekerja untuk mereka?" Tanya Ray dengan wajah kecewa.
Selama ini Ray berpikir kalau Paman Donald lah yang sangat tulus menyayangi dirinya namun ternyata dirinya salah. Ray tidak bisa mencintai wanita lain selain Kimberly, wanita yang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
"Paman bekerja untuk Tuan." Jawab Paman Donald.
"Lalu kenapa kita tidak bisa pergi ke rumah sakit?" Tanya Ray dengan nada frustasi.
"Karena itu." Ucap Paman Donald sambil menunjuk ke arah spion.
Ray menatap ke arah spion dan melihat sebuah mobil hitam berhenti tepat di belakangnya.
"Mereka siapa Paman? Apakah orang suruhan orang tuaku atau orang suruhan Opanya Kimberly?" Tanya Ray.
"Mobil yang berada di belakang kita adalah orang suruhan Opanya Kimberly dan mobil hitam yang di parkir dekat toko kue sebelah kiri adalah orang suruhan Nyonya Besar Cintya." Jawab Paman Donald.
"Apa? Kenapa mereka melakukan itu?" Tanya Ray sambil menahan amarahnya.
"Kemungkinan mereka ingin tahu apa yang akan Tuan lakukan. Jadi untuk sementara kita kembali dulu ke mansion sambil memikirkan rencana agar Tuan bisa bertemu dengan Nyonya Raynaud." Jawab Paman Donald.
Ray menghembuskan nafasnya dengan berat dan terpaksa menyetujui ucapan Paman Donald karena dirinya tidak ingin istrinya celaka ataupun akan di bawa pergi oleh keluarganya.
"Baik Paman, lebih baik kita pulang saja sambil berpikir apa yang harus kita lakukan." Ucap Ray.
Paman Donald hanya menganggukkan kepalanya kemudian Paman Donald menyalakan mesin mobil kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
'Sayang, bersabarlah nanti aku akan datang menjemputmu.' Ucap Ray dalam hati.
__ADS_1