
Pintu mobil yang terbuka membuat air masuk ke dalam mobil membuat Daddy Reyhan dan Mommy Cintya panik hingga tidak berapa lama sepasang suami istri tersebut kehilangan kesadaran. Sedangkan ke dua bodyguard tersebut bersama-sama menutup pintu dengan rapat.
'Aku harap kalian mati bersama.' Ucap ke dua pria tersebut dalam hati.
Ke dua bodyguard tersebut berenang meninggalkan mobil tersebut tanpa memperdulikan sepasang suami istri tersebut yang sebentar lagi mengalami sakaratul maut.
Dua Hari Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan sejak insiden di mana mobil yang di kendarai oleh sopir sekaligus bodyguard milik Ray tidak kembali ke mansion membuat Ray yang berada di ruang kerjanya menghubungi bodyguardnya namun tidak di angkat.
"Belum di angkat juga?" Tanya Kimberly.
"Iya belum di angkat." Jawab Ray sambil mencoba kembali menghubungi bodyguardnya.
"Coba Tuan hubungi orang tua Tuan." Usul Paman Donald.
"Baik Paman." Jawab Ray.
Ray menghubungi Daddy Reyhan namun tidak aktif kemudian berlanjut menghubungi Mommy Cintya namun sama saja tidak aktif.
__ADS_1
"Tidak aktif Paman." ucap Ray.
"Bagaimana kalau retas cctv?" Tanya Paman Donald.
"Ide bagus Paman, mungkin dengan meretas cctv bisa mengetahui apa yang terjadi dengan Daddy dan Mommy karena kata kepala pelayan sejak pulang dari mansion ini sampai sekarang mereka belum juga sampai mansion." Ucap Ray.
Ray membuka laptopnya kemudian mengotak atik laptopnya hingga hampir dua puluh lima menit kemudian Ray berhasil mengetahui apa yang telah terjadi.
Ray sangat terkejut ketika mengetahui kalau mobil yang ditumpangi oleh orang tuanya masuk ke dalam aliran sungai yang lumayan deras.
"Ada apa?" Tanya Kimberly dan Paman Donald bersamaan ketika melihat wajah sedih Ray.
"Mobil yang di tumpangi Mommy dan Daddy masuk ke dalam aliran sungai yang lumayan deras." Jawab Ray sambil berdiri.
"Aku akan ke sana dan meminta kepolisian untuk mencari keberadaan orang tuaku." Ucap Ray sambil berjalan ke arah pintu.
"Aku ikut." Ucap Kimberly.
"Paman juga ikut, kita pergi sama-sama." Ucap Paman Donald.
__ADS_1
Mereka bertiga pergi ke tempat lokasi kejadian namun sebelumnya Ray menghubungi polisi. Hingga dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Ray, Kimberly dan Paman Donald melihat mobil polisi, tim sar, mobil ambulance, truk derek dan anak buah Ray sudah sampai duluan.
Bagian tim sar dengan di bantu anak buah Ray mencari bangkai mobil yang ada di dalam sungai yang lumayan deras. Hingga hampir satu jam akhirnya ditemukan bangkai mobil.
Truk derek itupun menderek bangkai mobil tersebut hingga mereka melihat dua jenazah yang sudah mulai membusuk di tambah bau yang menyengat membuat mereka refleks menutup hidungnya.
Kesedihan Ray dan Kimberly terlihat jelas ketika melihat ke dua orang tua Ray meninggal dunia. Walau Ray dan Kimberly kecewa dengan sikap mereka namun Ray dan Kimberly tidak dendam ataupun membencinya. Ray memeluk pinggang istrinya untuk mengurangi rasa sesak di hatinya.
'Semoga Mommy dan Daddy tenang di alam sana.' Ucap Kimberly dan Ray bersamaan dalam hati.
"Kenapa dua anak buahku tidak ada?" Tanya Ray.
"Kami kurang tahu Tuan, mungkin berhasil menyelamatkan dirinya dengan berenang atau ke dua mayatnya hanyut." Jawab polisi tersenyum.
"Bisa jadi." Jawab Ray.
Polisi dan yang lainnya berpamitan kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut. Ray dan Kimberly pulang terlebih dahulu untuk mengganti pakaiannya karena saat ini mereka menggunakan baju couple warna coklat susu.
__ADS_1
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar." Ucap Ray.
"Amin." Jawab Kimberly dan Paman Donald bersamaan.