Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Penyerangan Di Pagi Hari


__ADS_3

Malam menjelang pagi Kimberly perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang yang masih tidur dengan pulas.


'Suamiku sangat tampan dan pasti banyak wanita yang menyukai suamiku.' Ucap Kimberly dalam hati sambil mengarahkan tangannya ke arah wajah suaminya.


Kimberly menyentuh mata, hidung dan bibir suaminya yang membuat dirinya ingin merasakannya.


'Mumpung suamiku masih tidur, aku cium bibirnya.' Ucap Kimberly dengan suara pelan agar tidak menggangu tidur suaminya.


Kimberly melepaskan pelukannya kemudian dengan perlahan melepaskan pelukan suaminya yang memeluk tubuhnya. Setelah selesai Kimberly bangun dengan perlahan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya.


Cup


Kimberly mencium bibir suaminya kemudian tersenyum melihat wajah tampan suaminya.


"Lagi ah.." Ucap Kimberly sambil mengarahkan wajahnya ke wajah tampan suaminya.


Cup


Kimberly kembali mencium bibir Ray sambil memejamkan matanya bersamaan Ray mengarahkan tangannya ke arah tengkuk Kimberly. Ray membalas ciuman Kimberly membuat Kimberly terkejut dan membuka matanya.


Kimberly sangat terkejut melihat suaminya sedang menatap dirinya. Kimberly membalas ciuman Ray sambil menaiki tubuh Ray hingga beberapa saat Kimberly menepuk dada Ray tanda kalau dirinya kehabisan nafas.


Ray yang mengerti langsung melepaskan ciumannya dan Kimberly langsung menghirup nafas sebanyak - banyaknya.


"Hah .... Hah .... Hah ...." Kimberly duduk tepat di kedua paha Ray.


"Pffftttttttttt..." Tawa Ray.

__ADS_1


"Sejak kapan Kak Ray bangun?" Tanya Kimberly setelah berhasil mengatur nafasnya.


"Sejak kamu bilang : Mumpung suamiku masih tidur, aku cium bibirnya, aku sudah bangun." Jawab Ray yang merasakan tombak saktinya mulai tegang akibat Kimberly duduk di pangkuannya.


"Maaf aku sudah mengganggu tidur suamiku." Ucap Kimberly merasa bersalah.


"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Ray sambil membalikkan tubuhnya.


"Apa yang Kak Ray lakukan?" Tanya Kimberly dengan wajah terkejut karena kini Ray berada di atas tubuhnya sedangkan dirinya berada di bawah.


"Istriku sudah membangunkan macan yang lagi tidur membuat macan lapar dan ingin memakan istriku." Jawab Ray sambil melepaskan pakaian Kimberly.


Ray menatap betapa seksinya Kimberly walau dua gunung kembarnya masih tertutup bungkusan dan masih menggunakan segitiga bermuda.


"Istriku sangat seksi." Ucap Ray sambil melepaskan pengait bungkusan dua gunung kembar milik Kimberly kemudian menariknya dan membuangnya secara asal.


Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun dan Kimberly sudah mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya. Hingga berlanjut ke permainan inti di mana tubuh mereka disatukan namun tiba-tiba terdengar suara ...


"Di mana Ray?" Tanya seorang wanita yang tidak lain adalah Mommy Cintya Ibunya Ray.


"Maaf Nyonya, Tuan Muda baru istirahat karena semalam tidak tidur." Jawab Paman Donald.


"Kenapa tidak tidur?" Tanya Mommy Cintya.


"Pasti mikirin wanita yang sudah mati." Ucap Mommy Cintya.


'Kak Ray, Mommy Cintya datang.' Bisik Kimberly agar tidak kedengaran dari luar.

__ADS_1


"Kamu berteriak sekencang apapun mereka tidak akan mendengar kita." Ucap Ray sambil duduk di sisi ranjang.


'Si*l, padahal sebentar lagi.' sambung Ray dalam hati sambil mengumpat karena kedatangan Mommy Cintya yang telah mengganggu kesenangannya.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Kimberly penasaran.


"Aku sengaja mendesainnya seperti itu, kita bisa mendengar suara mereka tapi mereka tidak mendengar suara kita." Jawab Ray sambil turun dari ranjang kemudian memakai pakaian.


"Kak Ray tidak mandi?" Tanya Kimberly.


"Tidak, kalau mandi nanti ketahuan kalau Kakak tidak sedih seperti yang dikatakan oleh Paman Donald kalau Kakak baru saja tidur." Jawab Ray sambil mengacak rambutnya.


"Kok suamiku jadi jelek ya?" Tanya Kimberly yang sengaja menggoda suaminya agar tersenyum.


Kimberly sengaja mengatakan hal itu karena terlihat jelas kalau wajah Ray sangat kecewa dengan perkataan Mommy Cintya yang sangat membenci Kimberly.


Dor


Dor


"Ahhhhhhhh!" teriak Mommy Cintya dan Daddy Reyhan bersamaan.


Ketika Ray ingin menjawab bersamaan terdengar dua suara tembakan dan teriakan dari ke dua orang tuanya membuat Ray berjalan ke arah rak buku.


"Kamu di sini saja dan jangan kemana-mana." ucap Ray.


"Baik." Jawab Kimberly singkat

__ADS_1


Penyerangan di pagi hari membuat Kimberly dan Ray sangat terkejut membuat Ray keluar dari persembunyiannya sedangkan Kimberly ikut bangun.


__ADS_2