Suamiku CEO Lumpuh (Balas Dendam Pria Lumpuh)

Suamiku CEO Lumpuh (Balas Dendam Pria Lumpuh)
TERBONGKAR


__ADS_3

"Ada, mari masuk!"


Elana melangkah masuk mengikuti wanita itu. Di ruang tamu, tampak Jovan sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya.


"Kenapa ke sini? Kita kan bisa bertemu di tempat lain!"


“Maaf, hari ini aku lumayan sibuk. Jadi kupikir lebih baik langsung ke rumahmu.” Elana mengembangkan senyum di bibirnya kala Jovan melayangkan tatapan sinis.


“Tapi bertemu di sini sangat beresiko. Aku kan sudah beberapa kali mengingatkan.”


"Santai saja. Lagi pula semua sudah beres."


Jovan memutar bola matanya. Kemudian menuang minuman dan menggeser ke hadapan Elana. 


"Ngomong-ngomong bagaimana kejutan hari ini? Kamu suka?"


Elana tertawa puas mengingat keberhasilan rencananya hari ini. "Sangat menyenangkan! Kamu memang bisa diandalkan. Aku bahkan butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menyingkirkan dia."


"Tenang saja, selama ada uang semuanya beres!" ujarnya seraya meneguk minuman.


"Lalu bagaimana dengan Mariska dan Leon? Kamu yakin mereka sudah pergi dari kota ini?"

__ADS_1


"Jangan khawatir, mereka sudah pergi siang tadi," ujar Jovan meyakinkan.


"Baguslah, setidaknya masalah video sudah beres. Aku tidak mau meninggalkan jejak sedikit pun, karena kalau Daniel sampai tahu kita yang membuat video itu untuk menjebak Rani, dia pasti akan menghancurkan kita."


"Yang harus hati-hati itu kamu. Aku tidak ada urusan lagi dengan Daniel atau pun Rani setelah ini."


Tanpa berlama-lama Elana mengeluarkan sesuatu dari dalam tas miliknya dan menggeser ke hadapan Jovan. "Ini bayaran untuk pekerjaanmu."


Jovan melirik amplop yang disodorkan Elana. Melihat ketebalannya, Jovan sudah dapat menebak jumlah uang yang diberikan Elana. Ia lantas meraih dan menyimpan di laci meja. "Kenapa tidak transfer saja?" protes Jovan.


"Kamu pikir aku sebodoh itu? Itu akan beresiko, apa lagi sekarang Daniel sedang mencurigai aku."


"Kalau ragu hitung saja!" ucap Elana kesal.


"Tidak usah. Aku percaya sama kamu. Oh ya, kamu bilang Daniel sedang mencurigai kamu. Maksudnya curiga bagaimana?"


"Sepertinya ada yang membocorkan bahwa aku mengirim orang untuk memberitahu tentang Daniel yang membatalkan pernikahan sepihak. Bukan karena kecelakaan. Tapi aku berhasil meyakinkan Daniel."


Jovan hanya merespon dengan anggukan kepala. "By the way, kamu yakin ini aman dan tidak akan ketahuan, kan? Aku tidak mau sampai berurusan dengan polisi."


"Kita hanya akan ketahuan kalau kamu atau dua orang itu buka mulut!"

__ADS_1


“Mereka bisa diatur asal ada uang. Yang seharusnya kamu pikirkan itu Juna. Aku kurang percaya dengan dia?” ucap Jovan ragu, mengingat Juna memiliki hubungan baik dengan Rani. Gita, istri Juna bahkan cukup dekat dengannya.


“Juna itu urusanku. Aku hanya tinggal mengancam akan memecatnya kalau sampai berani macam-macam," ujarnya penuh percaya diri.


"Baguslah, setidaknya kita sama-sama aman."


Elana kembali tersenyum puas. Kini semua usahanya untuk memisahkan Daniel dan Rani membuahkan hasil sesuai harapannya. Elana yakin, Daniel akan semakin membenci Rani setelah pengakuannya di media tadi.


"Sekarang tidak ada lagi penghalang untuk aku memiliki Daniel.” 


“Kamu yakin?” 


Mata Elana seketika melebar mendengar suara yang baginya tak asing itu, yang mana membuat seluruh tubuhnya terasa meremang. 


Refleks ia dan Jovan menoleh ke arah pintu yang terbuka. Daniel berdiri di sana dengan tatapan penuh kemarahan.


Sedangkan Aris menatap sinis dengan sebuah ponsel di tangannya. Elana yakin pria itu baru saja merekam semua pembicaraannya dengan Jovan.


“Da-Daniel?” 


...........

__ADS_1


__ADS_2