
Lebih dari satu tahun mencari bukan waktu sebentar bagi Daniel. Setiap detik ia lewati dengan menggenggam kerinduan yang seakan mampu membekukan hatinya. Dan setiap menemui kegagalan, ia harus menelan rasa kecewa yang seolah mampu membunuhnya.
Bukankah hari ini seperti mimpi? Pencariannya akan berakhir.
Ia masih mematung menatap sebuah gedung mewah nan unik di hadapannya. Jantungnya berdentam lebih cepat dari biasanya. Ia berbalik menatap pantulan dirinya dari kaca mobil. Memastikan penampilannya sempurna, sebelum akhirnya melangkah dengan mantap memasuki gedung megah itu.
Seulas senyum mengembang di sudut bibirnya. Ia akan menemui Maharani dalam hatinya. Memohon maaf dan membawanya pulang. Memulai segalanya dari awal. Meski sebenarnya rasa takut itu semakin nyata.
Bagaimana jika nanti Rani menolak?
Ah, itu urusan nanti. Daniel yakin Rani masih menjaga hatinya untuk dia seorang. Dan tak akan semudah itu untuk berpaling.
Daniel duduk di kursi paling depan. Sebelumnya ia telah memesan tiket VIP.
Tepuk tangan pun mulai menggema saat sebuah tirai besar terbuka secara perlahan. Diikuti riuhnya sorak sorai dari penonton yang didominasi oleh anak-anak.
Ya, ini adalah malam amal untuk memperingati hari anak sedunia.
Sepasang netra milik Daniel seketika berkaca-kaca kala pandangannya menangkap sosok wanita dengan gaun seperti putri dalam negeri dongeng yang berdiri di antara tujuh pria bertubuh kerdil.
Itu benar-benar Rani.
Tidak salah lagi. Ia sedang memerankan tokoh Putri Salju. Dari informan terpercaya, Daniel tahu bahwa Rani tampil malam ini tanpa dibayar.
Rasanya Daniel sudah tidak sabar untuk memeluknya. Sepanjang pertunjukan, tatapannya tak pernah lepas dari wajah cantik itu.
__ADS_1
Kamu masih sama seperti saat pertama kali melihatmu.
Opera yang berlangsung selama empat puluh lima menit itu pun terasa sangat lama bagi Daniel.
Tepuk tangan penonton kembali menggema ketika acara berakhir. Daniel menatap ke atas panggung. Ia masih dapat melihat Rani melambaikan tangan bersama beberapa pemain lainnya.
Tak ingin kehilangan kesempatan, Daniel segera beranjak. Melewati kursi-kursi yang masih terisi para penonton menuju sisi kiri panggung.
Ia mengedarkan pandangan saat telah berada di belakang panggung. Hingga menemukan sosok Rani sedang duduk bersama seorang wanita.
Itu Kania alias Gembul.
Daniel menarik napas dalam-dalam seolah sedang mengumpulkan seluruh keberaniannya. Kakinya melangkah Perlahan. Namun, seketika terhenti saat menyadari kehadiran seorang pria yang berjalan ke arah Rani dengan membawa mawar merah di tangannya. Dan sialnya, Rani menerima dengan senyum mengembang sempurna.
Kata orang, bunga mawar merah melambangkan cinta.
“Kenapa, Uncle?” Sapaan lembut seorang anak perempuan membuyarkan lamunan Daniel.
Ia tersenyum tipis menatap seorang gadis kecil berambut seperti warna madu, dengan bola mata berwarna biru. Persis seperti boneka barbie. Daniel menebak usianya 5-6 tahun.
“Tidak apa-apa. Aku hanya mau menyapa Putri Salju tadi.”
“Oh, itu Kakak Aurora. Aku kenal dia,” ujarnya. penuh semangat.
“Benarkah?”
__ADS_1
“Iya. Aku sering main dengan Kakak Aurora.” Gadis kecil itu sesekali melirik ke sudut panggung.
"Kalau laki-laki itu, kenal tidak?" Daniel menunjuk seorang pria yang tengah mengobrol dengan Rani.
“Tentu saja kenal, Uncle! Itu kan Daddyku.”
Pandangan Daniel mengarah pada pria berwajah Eropa yang sedang mengobrol dengan Rani. Terlihat cukup dekat. Dari penampilan pria itu, Daniel dapat menebak bahwa ia bukan orang biasa.
“Memangnya daddymu punya hubungan apa dengan Kakak Aurora?”
Tidak mungkin kan, tidak ada hubungan apa-apa. Pria itu baru saja memberi Rani bunga mawar merah. Begitu pikirnya.
“Daddy adalah pacarnya Kakak Aurora.”
Deg!
Bola mata Daniel seketika melebar mendengar ucapan polos gadis kecil itu. Kepalanya menggeleng cepat. Ia tak akan menelan mentah-mentah lagi informasi apapun yang ia dapatkan tentang Rani dari luar sana.
“Tahu dari mana?”
"Daddy sendiri yang bilang. Daddy bilang Kakak Aurora akan menjadi mommyku."
Deg!
Daniel menarik napas dalam-dalam. Mendadak dadanya terasa penuh sesak.
__ADS_1
...........