Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 12


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Hanin sudah kembali keperusahaan. Namun Hanin tidak di devisi keuangan melainkan menjadi sekertaris Darren


Tak sedikit karyawan yang merasa iri pada Hanin. Bagaimana bisa seorang anak magang menjadi sekertaris presdir


"Bu, kenapa tiba-tiba Hanin jadi skertaris presdir?" tanya Kevin


"Ya mungkin presdir ingin melatih Hanin. Lagipun Hanin anak yang pintar" ucap Melly


"Bryan, apa kau masih tidak merelakan juniormu?" tanya Kevin


"Diamlah, aku mau keluar sebentar" ucap Bryan


"Whoi ini masih jam kerja" ucap Kevin


"Biarkan saja, aku lihat temanmu itu menyukai Hanin" ucap Melly


"Apa dia akan menjadi saingan aku?" canda Kevin


"Kerja" ucap Melly menepuk kepala Kevin


"Baik bu" ucap Kevin


Disisi lain


''Aneh gak sih, kenapa anak magang bisa menjadi sekertaris presdir" ucap karyawan A


"Iya padahal selama ini, presdir tidak pernah merekrut seorang sekertaris" ucap karyawan B


"Pasti anak magang itu main belakang" ucap si A


"Ekhem" deheman Rainer membuat mereka terkejut


"Jika saya mendengar gosip ini lagi, maka ucapkan selamat tinggal pada pekerjaan kalian" ucap Rainer menatap keduanya tajam


Mendengar itu, kedua karyawan itu segera kembali kemeja masing-masing


**


Belum setengah hari, Hanin sudah kewalahan memangani pekerjaan barunya itu


"Hanin, coba lihat, aku akan membantumu" ucap Rainer


"Kak, selama ini kak Rainer jadi asisten sekaligus sekretaris pak Darren?" tanya Hanin, Rainer menganggukkan kepalanya


"Apa kak Rainer tidak lelah?" tanya Hanin lagi


"Lelah pasti ada, tapi kita harus profesional. Selelah apapun kita harus melakukan tugas kita" ucap Rainer


"Hah seharusnya aku tidak mengeluh tadi" ucap Hanin, sedangkan Rainer hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


Satu jam kemudian...


"Hanin, ini kamu antar keruangan presdir dan minta tanda tangannya" ucap Rainer


"Apa gak papa kak?" tanya Hanin ragu


"Tidak apa, ini juga tugas sekertaris. Mengantar berkas, mengatur jadwal presdir dan menyiapkan kopi juga makan siang presdir adalah tugas sekertaris" ucap Rainer

__ADS_1


"Baik kak, aku mengerti" ucap Hanin yang mulai melakukan tugasnya


"Tok...tok...tok..." sebelum masuk Hanin mengetuk pintu ruangan presdir


"Masuk" ucap Darren


"Maaf tuan, ini berkas yang perlu tanda tangan anda" ucap Hanin, Darren yang melihat Hanin langsung berdiri dan menghampiri Hanin


"Apa kau lelah?" tanya Darren mengambil berkasnya dan menuntun Hanin untuk duduk di sofa


"Sedikit" jawab Hanin


"Apa pekerjaan ini sulit?" tanya Darren


"Ya sangat sulit, tapi tadi kak Rainer juga sudah membantuku dan perlahan kak Rainer mengajariku" ucap Hanin


"Bagus, istirahat disini dulu jika kau lelah" ucap Darren


"Tidak akau akan kembali keruanganku, karna masih ada pekerjaan lagi" ucap Hanin, Darren menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


''Senyum pak Darren sangat manis, aku belum pernah mendapatkan senyum seperti itu sebelumnya'' batin Hanin


***


Di perusahaan lain, seorang pria paruh baya di buat emosi oleh para pemegang saham


"Bagimana ini, saham perusahaan LV anjlok" ucap salah satu pemegang saham itu


"Kalau terus terusan begini, kita pasti akan rugi" ucap yang lain


"Berikan saya waktu, saya akan mengembalikan semua sepeti semula" ucap tuan Adit


"Tapi tuan..." ucap Adit terhenti


"Kami juga akan menghentikan kerja sama ini" ucap beberapa pemegang saham yang lain


"Bagiamana ini tuan, kami akan memberikan anda waktu lagi, tapi jika tidak ada hasil maka kami juga akan menghentikan kerja sama kita" ucap beberapa orang yang masih tinggal di ruang rapat itu


Belum lama para pemegang saham keluar, tiba-tiba sekertaris tuan Adit membawa tamu untuk tuan Adit


"Maaf tuan, ada tamu dari Prana corp" ucap sekertaris itu


"Persilahkan masuk" ucap Adit


"Selamat siang tuan" sapa Rainer


"Selamat siang tuan Rainer, silahkan duduk" ucap Adit


"Saya dengar perusahaan anda mengalami masalah?" tanya Rainer


"Benar tuan, bagaimana anda bisa tau?" tanya Adit


"Anda tidak perlu saya tau dari mana, tapi tuan muda Darren meminta saya menyampaikan ini pada anda" ucap Rainer menyerahkan map coklat pada Adit


"Apa maksudnya ini?" tanya Adit dengan wajah terkejut


"Tidak ada maksud lain, kami hanya membantu Perusahaan anda" ucap Rainer tenang

__ADS_1


"Tapi bukan dengan cara seperti ini" ucap Adit emosi


"Anda bisa memikirkannya lagi" ucap Rainer tersenyum licik


"Tuan, apakah kita sebelumnya ada dendam?" tanya Adit


"Dalam berbisnis tidak ada yang namanya dendam atau apapun itu, jadi anda pikirkan baik-baik" ucap Rainer dan segera pergi


"Aaakkkh, kenapa bisa seperti ini" ucap Adit mengamuk di dalam ruangan rapat


**


Saat jam makan siang, Hanin makan di kantin bersama ketiga orang yang memjadi seniornya itu, sedangkan Darren makan di ruangannya bersama Evan


"Evan, beberapa hari ini aku merasa ada seseorang yang terus mengawasiku" ucap Darren


"Pasti akan ada yang mengawasimu, kau terkenal dosen yang dingin tapi tampan, dan kau juga seorang presdir, siapa yang tidak akan mengawasimu" ucap Evan yang menanggapinya dengan candaan


"Aku serius" ucap Darren


"Apa aku mengatakan hal yang salah?" tanya Evan yang masih belum serius


"Evan" ucap Darren menatap tajam Evan


"Baiklah, aku akan membantumu mengawasi siapa orang itu" ucap Evan


"Evan aku juga minta beberapa anak buahmu untuk menjaga Hanin dari jauh" ucap Darren


"Bagaimana jika aku yang menjaganya dan gratis" ucap Evan sambil menaikkan sebelah alisnya


Mendengar perkataan Evan, Darren langsung menatap Evan dengan tatapan membunuh


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Evan yang masih saja tenang


"Apa kau lupa siapa Hanin?" tanya Darren


"Bukankah pernikahan kalian hanya satu tahun?" ucap Evan


"Walaupun begitu, status dia masih istri sahku" ucap Darren


"Baiklah, aku akan meminta Juan untuk menjaga Hanin dari jauh" ucap Evan yang meliahat Darren hampir meledak


"Aku ingin yang profesional" ucap Darren


"Tenang saja dia adalah anak buah terbaikku" ucap Evan


Disisi lain...


"Mana kak Bryan kak?" tanya Hanin


"Tadi katanya dia mau makan di luar" ucap Kevin


"Tumben gak bareng kak Kevin, buaknnya kak Kevin dan kak Bryan bagaiakan amplop dam prangko" ledek Hanin


"Mungkin Bryan punya kekasih, namun kau tak tau Kevin" ucap Melly


"Mana mungkin, dia akan selalu bercerita kepadaku, hanya aku pendengar yang baik untuk Bryan" ucap Kevin kesal

__ADS_1


Sedangkan Hanin dan Melly tertawa melihat wajah kesal Kevin


__ADS_2