
Keesokan harinya, saat Darren mengantar Hanin pulang, tiba-tiba Darren mendapat kabar perusahaan LV sudah hancur tak tersisa
''Hemmh rasakan, kau sendiri yang memintanya'' ucap Darren dalam hati
''Mas, kenapa kau tersenyum sendiri?'' tanya Hanin
''Tidak ada, aku hanya senang kau sudah pulang'' ucap Darren
''Mas, apa Gavin masih menyalahkan dirinya sendiri?'' tanya Hanin
''Mungkin, dari tadi aku mencoba menghubunginya tapi tak ada respon'' ucap Darren
''Mas, bisakah kau antar aku ketempat Gavin?'' tanya Hanin
''Untuk apa?'' tanya Darren sedikit kesal
''Aku hanya ingin membuat dia berhenti mwnyalahkan dirinya'' ucap Hanin
''Baiklah, aku akan membawamu kesana'' ucap Darren
Sekitar 30 menit, mereka sampai diapartemen Gavin
.
.
Sedangkan di tempat lain, Adit sangat frustasi saat mengetahui perusahaannya sudah tidak dapat terselamatkan
Adit meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Rainer
''Ada apa tuan Adit?'' tanya Rainer dingin
''Tuan, bisakah anda membantu perusahaan saya?'' tanya Adit
''Maaf tuan, saya hanya asistent presdir, jadi saya tidak bisa membantu anda'' ucap Rainer dingin
''Saya akan keperusahaan Prana Corp, apa saya bisa bertemu dengan tuan Darren?'' tanya Adit
''Maaf tuan, presdir masih belum ada di perusahaan'' ucap Rainer
''Tuan Rainer saya mohon, pertemukan saya dengan tuan Darren'' ucap Adit memohon
''Saya akan mencoba bertanya pada Presdir, apa beliau mau bertemu dengan anda'' ucap Rainer
''Baiklah terimkasih tuan'' ucap Adit sedikit merasa lega
.
Kembali pada Hanin dan Darren
''Gavin, kenapa kau jadi pendiam?'' tanya Hanin
''Huuh, aku gagal melindungimu'' ucap Gavin
''Gavin, bukankah aku bilang ini kecelakaan'' ucap Darren
''Aku tidak mau melihatmu seperti ini. Besok saat aku kuliah kau juga harus ada di kampus'' ucap Hanin tegas
''Heemmh baiklah, jika nona muda sudah memaksa'' ucap Gavin pasrah
Setelah berbicara cukup lama, Akhirnya Darren dan Hanin kembali kerumah
Setelah mengantar Hanin pulang, Darren kembali lagi ke perusahaannya
Sekitar 45 menit, Darren akhirnya sampai di perusahaan
''Selamat datang tuan'' sapa Rainer
''Hemmh'' ucap Darren datar
''Tuan, tadi tuan Adit menghubungi saya, dia ingin bertemu dengan anda'' ucap Rainer
''Untuk apa dia ingin menemuiku?'' tanya Darren membuka laptopnya
''Dia ingin meminta anda untuk membantu perusahaannya tuan'' ucap Rainer
__ADS_1
''Biarkan dia datang'' ucap Darren
.
.
Malam harinya, Hanin sudah menyiapkan makan malam untuk Darren karna hari ini adalah hari spesial untuk Darren
Sekitar jam 12 malam, Darren masih juga belum kembali dan membuat Hanin khawatir
''Mas Darren kemana ya, dari tadi aku ngubungi dia kok gak bisa'' ucap Hanin mengotak atik ponselnya
Hanin mencoba menghubungi Rainer dan juga Evan
Namun Rainer mengatakan, bahwa Darren sudah pulang jam 9 tadi. Di tempat Evan pun Darren tidak ada
Hanin masih menunggu kepulangan suaminya itu. Hingga keesokan paginya, Darren masih belum pulang
Hanin mencoba menghubungi Dareen lagi
''Hallo mas, kamu dimana?'' tanya Hanin khawatir saat Dareen mengangkat tephonnya
''Hust jangan berisik, Darren sedang tidur'' ucap seorang wanita yang berbicara dengan nada pelan
''Siapa kamu?'' tanya Hanin
''Apa kau lupa siapa kekasih Darren dulu'' ucapnya
''Sandra, apa yang kau lakukan?'' tanya Hanin geram
''Tidak ada, Darren bilang dia ingin merayakan ulang tahun bersamaku'' ucap Sandra
''Mas Darren tidak akan melakukan hal seperti itu'' ucap Hanin tak percaya
''Kalau kau tak percaya, kau bisa datang ke hotel xx, aku menunggumu'' ucap Sandra langsung mematiakn ponselnya
Dengan tangan gemetar, Hanin langsung meraih tasnya dan memesan taxi online
.
.
Flashback On
Darren yang saat itu baru keluar dari kantornya, tiba-tiba Sandra menghampirinya
''Ck, untuk apa lagi kau kesini?'' tanya Darren malas
''Darren, aku ingin merayakan ulang tahunmu'' ucap Sandra
''Tidak perlu, istriku sudah menyiapkannya'' ucap Darren datar
''Untuk yang terakhir kalinya, aku ingin merayakan ulang tahunmu, hanya sebentar saja'' ucap Sandra
''Baik hanya 30 menit'' ucap Darren masuk ke mobilnya dan diikuti Sandra
Saat sampai di cafe, Sandra langsung memesan minuman untuk Darren dan dirinya
''Aku ketoilet sebentar ya'' ucap Sandra, Darren diam tak menjawabnya
Tak lama setelah itu, minuman yang di pesan Sandra telah sampai
Dengan cepat Darren meminumnya, agar dia segera bisa pulang
''Darren maaf aku lama di toilet'' ucap Sandra
''Aku akan pulang dulu, minumannya sudah aku bayar'' ucap Darren berdiri
Namun saat akan melangkah tiba-tiba Darren merasakan kepalanya sangat berat
Flashback Off
''Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku lagi Darren'' ucap Sandra
''Ugh, kenapa kepalaku sangat berat'' ucap Darren yang baru bangun
__ADS_1
''Darren kau sudah bangun'' ucap Sandra menutup tubuhnya dengan selimut
''Apa yang terjadi?'' tanya Darren
''Semalam kau tiba-tiba pingsan, dan aku membawamu kesini. Aku takut jika aku membawamu pulang, kau akan bertengkar dengan istrimu'' ucap Sandra memelas
''Tapi, saat baru sampai kau sudah merebut kesucianku'' ucap Sandra menangis
''Tidak tidak mungkin, aku tidak mengingatnya'' ucap Darren segera berdiri dan pergi kekamar mandi
.
Hanin yang baru sampai langsung saja masuk ke hotel itu dan mencari kamar Sandra. Sandra memang sengaja tidak mengunci pintu kamarnya
Hanin langsung saja membuka kamar itu, dan jelas terlihat Darren sedang menindih tubuh Sandra
''Mas Darren'' lirih Hanin
''Ha...Ha... Hanin, Hanin ini tidak seperti yang kamu lihat'' ucap Sandra mendorong Darren dan pura-pura merasa bersalah
''Hanin'' ucap Darren segera bangun dan menghampiri Hanin
''Plakk... Dasar brengsek'' ucap Hanin menampar Darren dan langsung pergi
''Hanin, dengarkan aku dulu'' ucap Darren menahan Hanin
''Lepaskan aku, aku benci sama kamu, aku benci'' ucap Hanin memukul Darren
Hanin langsung saja pergi dari hotel itu saat Darren melepaskan tangannya dengan wajah menangis
Darren langsung meraih ponselnya dan mengejar Hanin
Darren mencoba menghubungi Hanin, tapi Hanin tak meresponnya
''Hanin, kamu dimana'' ucap Darren terus menghubungi Hanin
Sesangkan di sisi Hanin,
Hanin yang saat itu terus berlari dan tanpa melihat jalan, tiba-tiba klakson mobil membuat Hanin terkejut
''Aaakh'' teriak Hanin dan langsung terduduk di aspal jalan itu
''Hanin, Hanin kenapa kamu disini?'' tanya pria itu
''Hanin kenapa kamu menagis?'' tanyanya lagi
''Tolong bawa aku pergi dari sini, tolong'' ucap Hanin memggenggam tangan pria itu
''Baiklah ayo masuk ke mobil'' ucapnya mengangakat tubuh Hanin
''Hanin kamu mau kemana?'' tanya pria itu lagi
''Terserah, bawa aku keempat yang jauh kak Kevin'' ucap Hanin, Ya pria itu adalah Kevin
''Tapi aku harus membamu kemana?'' tanya Kevin bingung
''Bagaimana kalau ke kontakanku saja'' ucap Kevin
''Terserah kak Kevin'' ucap Hanin
.
.
Sedangkan Sandra tersenyum puas, saat melihat Hanin dan Darren bertengkar, ya karna memang itu yang diinginkan Sandra
Disisi Darren, Darren segera kembali kerumahnya , namun Hanin belum pulang
Darren juga bertanya pada bu Ima dan ketiga sahabat Hanin, mereka juga tidak tau
''Apa Hanin kerumah utama'' ucap Darren dan segera menancap gas ke rumah utama
Setelah sampai di rumah utama
''Plaaak''
__ADS_1