
Setelah keluar dari kelasnya, Hanin sudah di sambut oleh sahabatnya dan juga Mona
''Hanin, kamu beneran gak papa?'' tanya Risa
''Gak papa kok'' jawab Hanin
''Paling itu cuma alasan Hanin, dia sengaja datang terlambat biar bisa berdua sama pak Darren'' ucap Mona sinis
''Bukannya tadi kamu telat juga ya, tapi kenapa cuma Hanin yang dapat hukuman ya'' ucap Nisa
''Tadi Mona telat juga?'' tanya Hanin
''Iya satu menit sebelum kamu datang , Mona juga telat'' ucap Nisa
''Dasar Dosen gila, kenapa hanya aku yang di hukum'' batin Hanin kesal pada Darren
''Itu berarti pak Darren gak mau berduaan sama Mona'' ucap Risa
''Ups keceplosan deh'' ucap Risa menutup mulutnya
"Jaga ya tuh mulut" ucap Mona pada Risa
"Udah di jaga kok mulutnya, cuma mulutnya gak bisa ngontrol" ucap Risa pura-pura kesal
"Asal kalian tau aja ya, di kampus ini gak ada yang bisa menolak pesona aku" ucap Mona sambil memainkan rambutnya
"Iya sih, tapi pak Darren gak terpesona tuh sama pesona kamu" ucap Risa
"Ris jangan terlalu to the point dong" ucap Nisa
"Udah, ayo pergi dari sini. Kita cari toko buku untuk menghilangkan stres" ucap Hanin melerai sedangkan Mona pergi dengan wajah kesal
"Eh tapi tunggu Jesi dulu" ucap Risa
"Jesi dimana?" tanya Hanin
"Tau tuh anak, ke toilet gak balik-balik" ucap Risa
Tak berapa lama tiba-tiba seorang pria menghampiri tiga wanita itu
"Hai, kalian mau kemana?" tanya Yuda
"Mau ke toko buku" jawab Hanin
"Eh bebeb Jesi kemana?" tanya Yuda mencolek lengan Risa
"Ngapain cari Jesi, masih ingat kalau punya pacar?" tanya Risa kesal
"Ya ingatlah masak sama istri sendiri gak ingat" ucap Yuda
"Siapa yang istrimu?" tanya seorang wanita yang cantik dengan pakaian feminim
"Kalian kenapa? Bertengkar lagi?" tanya Hanin
"Hanin kamu tau gak, beberapa hari ini aku di cuekin sama Yuda, dia sudah tergila-gila dengan game barunya" ucap Jesi
"Istriku jangan marah dong, Hanin bantuin kenapa" ucap Yuda memohon
"Eeh sepertinya kamu memang harus introspeksi diri dulu Yud" ucap Hanin yang memang menurut Hanin itu salah
"Eh kalian mau kemana?" tanya Jesi
"Ke toko buku" ucap Nisa
__ADS_1
"Aku ada tiket makan gratis, setelah baca buku kita makan" ajak Jesi
"Setuju" ucap Nisa yang memang sangat suka makan gratis
"Bebeb aku di tinggalin?" tanya Yuda manja
"Kalau mau aku maafin kamu, diam jangan ngikutin aku" ucap Jesi langsung pergi dan di susul oleh ketiga temannya
*
Sekitar 45 menit akhirnya, mereka sampai di tempat tujuan mereka. Setelah itu mereka langsung menuju toko buku
Setelah mereka mendapatkan buku yang diinginkan, mereka langsung menuju cafe yang di maksud Jesi
"Eh kalian tunggu disini bentar ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Hanin
"Yaudah kita tunggu di cafe sana ya" ucap Jesi, Hanin pun menganggukkan kepalanya
Saat Hanin akan keluar dari toilet, tanpa sengaja dia tertabrak seorang pria hingga Hanin hampir terjatuh
Tapi untung saja pria itu menangkap Hanin hingga Hanin tidak terjatuh
"Eh maaf, kamu gak papa kan?" tanya pria itu
"Gak papa" ucap Hanin sedikit memberi jarak pada pria itu
"Apa barangmu ada yang rusak?" tanyanya
"Tidak ada" ucap Hanin tersenyum seketika pria itu terpesona dengan senyum Hanin
"Oh iya aku Evan, kamu?" tanyanya lagi sambil mengulurkan tangannya
"Hanin" jawab Hanin
Sedangkan di sisi lain
Ardie, Rani, dan Darren juga makan di cafe yang sama dengan Hanin
"Tuan" entah apa yang di katakan Dion pada Ardie sambil berbisik
"Cari cara agar dia bisa datang ke sini" ucap Ardie
"Baik tuan" ucap Dion dan langsung melakukan tugasnya
"Ada apa mas?" tanya Rani
"Hanin juga makan di cafe ini bersama teman kampusnya. Aku meminta Dion membawanya kesini untuk makan juga disini" ucap Ardie
"Lalu bagaimana dengan temannya?" tanya Rani
"Hanya sebentar, kamu tidak keberatan kan Darren?" tanya Ardie
"Terserah" ucap Darren dingin
**
"Maaf nona Hanin" sapa Dion
"Siapa?" tanya Hanin yang sangat asing pada Dion
"Saya Dion, saya asisten tuan Ardie. Mohon maaf tuan Ardie ingin bertemu dengan nona di ruang VIP" ucap Dion
"Tapi saya pergi bersama teman kampus saya" ucap Hanin
__ADS_1
"Tuan besar juga tau, tapi tuan hanya ingin bertemu sebentar" ucap Dion
"Baiklah sebentar aku menghubungi temanku dulu" ucap Hanin dan langsung menghubungi Jesi
Setelah itu Hanin pun mengikuti langkah Dion untuk menemui Ardie
"Silahkan nona" ucap Dion membukakan pintu ruang VIP milik tuanya itu
"Hanin, kemarilah nak" ucap Rani
Ternyata disana sudah ada Darren dan dua orang pria yang salah satunya tidak asing bagi Hanin
"Maaf papa mendadak memanggilmu kemari" ucap Ardie
"Tidak apa pa" ucap Hanin
"Duduklah sayang" ucap Rani lembut
"Om jangan bilang kalau Hanin calon istri Darren?" tanya Evan terkejut
"Kalian kenal?" tanya Ardie
"Tadi gak sengaja Evan nabrak Hanin om" ucap Evan tersenyum tipis
"Yah karna kalian sudah saling kenal. Hanin dia Rainer dia sahabat sekaligus asisten Darren sama dengan Evan dia sahabat Darren" ucap Ardie
"Rainer" ucap Rainer
"Hanin" ucap Hanin sopan
"Lalu kapan rencananya mereka menikah om?" tanya Rainer
"Dua bulan lagi" ucap Ardie
"Tapi pa, Hanin masih belum menyelesaikan kuliah Hanin" ucap Hanin
"Tidak ada pantangan kan setelah menikah tetap kuliah Darren?" tanya Ardie yang melihat putranya hanya bermain ponsel
"Hemmh" hanya deheman yang keluar dari mulut Darren
***
Di sisi lain, ketiga sahabat Hanin sangat khawatir karna Hanin belum juga kembali
"Jes, tadi Hanin bilang gimana?" tanya Risa
"Dia cuma mau bertemu seseorang sebentar" ucap Jesi
"Kok aku khawatir ya" ucap Risa
"Tenang aja, Hanin bentar lagi akan balik" ucap Nisa yang melihat Hanin berjalan kearahnya
"Hanin kamu dari mana aja sih bikin kita khawatir" ucap Risa
"Maaf tadi aku bertemu dengan donatur di panti sebentar" ucap Hanin
"Ya sudahlah, cepat mau pesan apa?" tanya Jesi
"Aku ngikut kamu Jes" uaap Hanin
"Kita juga" ucap Nisa dan Risa
"Dasar kalian itu" ucap Jesi kesal pada ketiga sahabatnya itu
__ADS_1
Tanpa mereka sadari sedari tadi seseorang terus mengawasi Hanin dan sahabatnya dari jauh