Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 19


__ADS_3

Setelah dari kantin, Hanin dan Nisa berniat untuk kembali ke kelasnya. Namun Mona dan kedua sahabatnya menghadang jalan Hanin dan Nisa


''Kenapa lagi?'' tanya Nisa


''Ini undangan buat kalian. Datang ya di acara Anniversary papa mamaku. Walaupun aku gak suka sama kalian, tapi ya gak papalah aku undang kalian'' ucap Mona sambil memberikan undangan itu


''Iya sekalian biar Hanin tau mewahnya rumah Mona'' ucap Clara


''Iya dong, secara kan anak yatim piatu hanya tinggal di panti asuhan'' ucap Karin mengejek


''Bisa gak sih dijaga tuh mulut'' ucap Nisa kesal


''Nisa udah, baik kami pasti akan datang'' ucap Hanin menerima undangan Mona dan segera pergi


''Hanin, kenapa kamu terima gitu aja?'' ucap Nisa


''Udah gak papa, lagian Risa sama Jesi juga diundang kan'' ucap Hanin


''Hah baiklah, oh iya kamu harus pakai gaun yang sangat indah'' ucap Nisa


''Iya tenang aja'' ucap Hanin menepuk bahu sahabatnya itu


''Oh iya, Jesi sama Risa kapan baliknya?'' tanya Hanin


''Tadi katanya sih cuma satu jam'' ucap Nisa


''Ya sudahlah, ayo kita ke kelas dulu, bentar lagi kelasnya pak Alfi'' ucap Hanin


''Ya udah ayo'' ucap Nisa


***


"Iya dia cukup cantik" ucap Gavin tersenyum


"Dasar brengsek" umpat Darren kesal


''Ingat tugasmu, kau harus tetap menjaga dia sebelum aku mempublikasikan pernikahnku dengan nona muda'' ucap Darren


''Lalu, aku harus tetap sebagai teman Hanin'' ucap Gavin


''Tentu saja teman'' ucap Darren


''Lalu kau akan mendiamkan Mona?'' tanya Gavin


''Untuk sementara aku masih melepaskan dia, karna dia masih berguna untukku. Lagipun sebentar lagi dia tidak akan punya apa-apa selain apartemen milik keluarganya itu'' ucap Darren


''Kau masih sama seperti dulu, masih tetap jeli'' ucap Gavin kagum pada Darren


''Sudah pergilah, dan ingat jangan bilang kalau kau mengenalku'' ucap Darren


''Siap big bos'' ucap Gavin sambil memberikan hormat pada Darren


''Aku tidak akan membiarakan siapa pun menyakitimu Hanin'' batin Darren dalam hati


***


Saat Mona akan pulang, tiba-tiba saja dia tidak sengaja menabrak seorang pria


"Aww Kamu tuh kalau jalan bisa ga...k sih hati... " ucapan Mona terhenti saat dia melihat wajah pria itu


"Wow pria ini sangat tampan" ucap Mona dalam hati


"Sorry... Kamu gak papa kan?" tanya pria itu pada Mona


"Eng...gak gak papa" jawab Mona terpesona akan wajah pria itu


"Seriusan, apa perlu aku ganti bukunya?" tanya pria itu


"Enggak gak perlu" jawab Mona tersenyum

__ADS_1


"Eemh bagaimana kalau aku ajak kamu minum di cafe depan itu, ya itung-itung untuk ganti rugi " ucapnya


"Boleh" jawab Mona


Setelah sampai di cafe, pria itu memilih tempat di samping jendela


"Oh iya, aku Adam" ucapnya sambil mengulurkan tangannya


"Mona" ucap Mona membalas uluran tangan Adam


"Nama yang cantik persis seperti orangnya" ucap Adam


"Bisa aja" ucap Mona malu


"Kamu kuliah di universitas ini?" tanya Adam


"Iya" jawab Mona


Setelah cukup lama mengobrol bahkan mereka juga bertukar kontak, Mona langsung pulang dengan wajah bahagia


****


Hari berikutnya


Di pesta Mona, semua teman Mona sudah berdatangan dan juga memberikan selamat pada orang tua Mona


Beberapa menit kemudian, semua mata tertuju pada seorang wanita yang baru datang


''Wah siapa dia? Apa dia juga teman kita?'' tanya salah satu teman Mona


''Hanin'' teriak Jesi, mendengar nama Hanin pun semua memandang Hanin dengan kagum


''Ternyata dia Hanin, sungguh cantik'' ucap salah satu teman pria di kampus Hanin


''Kenapa kalian meninggalkanku aku sangat gugup'' ucap Hanin berbisik


''Sudah tidak apa, sebaiknya kita beri selamat pada tuan rumah dulu'' ucap Jesi, Hanin mengangguk dan mengikuti Jesi


''Panggil Om dan Tante saja'' ucap Adit


''Happy anniversary Om Tante'' ucap Hanin sopan


''Terimaksih, sungguh gadis yang cantik'' ucap Mama Mona


''Terimakasih tante'' ucap Hanin sedikit malu


''Mona lihatlah Hanin, kenapa dia bisa secantik itu'' ucap Clara menunjuk Hanin yang sedang mengobrol dengan orang tua Mona


''Sial, kenapa dia menjadi pusat perhatian dari pada aku'' ucap Mona geram


''Mona kita beri dia pelajaran'' ucap Karin ikut geram


''Tenang saja, ayo kita kesana dan buat dia malu'' ucap Mona menghampiri Hanin


''Hanin, ternyata kau juga datang'' ucap Mona menghampiri Hanin


''Tentu saja, kau yang mengundangku sudah pasti aku akan datang'' ucap Hanin


''Oh benarkah, bukannya kau datang ingin melihat rumah mewahku dan makanan mewah keluarga kaya?'' tanya Mona tersenyum licik


''Kau kan anak yatim piatu, yang hanya tinggal di panti asuhan'' ucap Mona lagi dengan lantang semua melihat kearah Hanin


''Hanin, baju ini kau menyewa dimana?'' tanya Karin membuat Jesi geram


''Karin kau jangan keterlaluan'' ucap Jesi tak terima


''Bukankah benar, tapi dia memakai baju yang mewah. Apa jangan-jangan kau baru menggoda Dosen?'' Ucap Mona menyeringai


''Mona aku ingin bertanya satu hal padamu, Dosen mana yang aku goda, dan dimana kamu pernah melihat aku menggoda Dosen'' ucap Hanin menahan air matanya

__ADS_1


''Mona, jangan bikin malu'' ucap Adit


''Pa Mona gak bikin malu, Mona hanya tidak ingin anak yatim piatu ini membuat masalah di pesta kalian'' ucap Mona sambil melipat tangannya di dada


''Selain yatim piatu dia juga tidak tau siapa orang tuanya'' ucap Karin


''Mungkin Hanin anak haram makanya dibuang'' ucap Clara


''Plak.. ''Nisa yang geram langsung menampar Clara


''Walaupun dia anak yatim piatu, tapi kamu gak berhak membuat Hanin seperti ini'' Ucap Nisa geram


Hanin diam menunduk, karna dia tau memang tidak seharusnya dia berada disana


''Bagaimana denganku, aku juga anak yatim piatu, apa aku juga membuat masalah disini?'' tanya seorang pria yang baru datang


''Ga...Gavin kau juga datang?'' tanya Mona tersenyum manis


''Selamat untuk tuan dan nyonya'' ucap Gavin tersenyum manis


''Hanin, ayo kita pergi dari sini'' ucap Gavin


''Hanin, ini bukan tempat kita. Kita anak yatim piatu tidak berhak berada di pesta ini'' ucap Gavin menarik tangan Hanin


''Gavin kami juga ikut'' ucap Risa yang diikuti keduanya


''Mona kamu keterlaluan, gak seharusnya kamu seperti itu'' ucap Yuda yang mendapat anggukan dari beberapa temannya


''Apa begini didikan tuan Adit pada putrinya'' ucap salah satu teman bisnis Adit


''Iya, apa dia tidak bisa menghargai orang lain'' ucap tamu yang lain


Tak berapa lama, semua langsung keluar dari tempat acara walau acara belum resmi di mulai


Sedangkan Adit menatap Mona dan kedua temannya tajam


***


Sedangkan di tempat lain, Hanin yang berada di mobil Gavin tiba merasakan kepalanya sakit


"Sakit, kepalaku sakit" teriak Hanin sambil mrmegangi kepalanya


"Hanin kamu kenapa, Hanin" ucap Jesi khawatir


"Sakit kepalaku sakit" ucap Hanin


"Gavin kerumah sakit sekarang, aku akan mencoba menghubungi tuan muda Darren" ucap Risa


"Baiklah" ucap Gavin segera melajukan mobilnya kerumah sakit


Saat sampai di rumah sakit, Hanin langsung di bawa keruang pemeriksaan


Darren yang mendapat kabar Hanin di rumah sakit segera menuju rumah sakit


"Bagaimana keadaan Hanin?" tanya Darren panik


"Masih di dalam ruang pemeriksaan" ucap Nisa


Tak berapa lama pintu ruangan itu terbuka


"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Darren cemas


"Mari ikut keruangan saya" ucap dokter itu, tanpa menjawab Darren langsung mengikuti langkah dokter itu


"Darren aku melihat kondisi Hanin tidak baik" ucap Gavin, ya dokter itu adalah Gavin


"Apa maksudmu?" tanya Darren


"Aku rasa dia sedikit mengingat masa lalunya yang menyakitkan" ucap Gavin

__ADS_1


"Apa ini karna cerita bu Ima" ucap Darren


"Bu Ima, sepertinya tidak asing" ucap Gavin


__ADS_2