
Dareen yang sedang berada di kantornya tiba-tiba ponselnya berdering dengan nomor tak di kenal
Awalnya Darren tak meresponnya, tapi ponsel Darren terus berdering
''Halo'' ucap Darren dingin
''Syukurlah tuan Darren menjawab panggilanku'' ucapnya dari balik telphon itu
''Siapa kau, untuk apa kau menghubungiku?'' tanya Darren masih dingin
''Tuan ini saya Dani asisten tuan Evan'' ucapnya yang sebenarnya sangat ngeri mendengar suara dingin Darren
''Ada apa kau menghubungiku?'' tanya Darren
''Tuan Evan sekarang berada di bar tuan, anak buah saya tidak bisa membawa tuan Evan pulang'' ucap Dani
''Kenapa tiba tiba dia minum?'' tanya Darren
Dani langsung memceritakan semuanya pada Darren tentang Nisa dan Nara
Setelah mendengar cerita dari Dani, Darren langsung menghampiri sahabatnya itu bersama Rainer
Saat sampai disana, Evan sudah seperti orang gila rambut dan kemejanya sudah berantakan
''Evan, apa-apaan ini'' ucap Darren merebut gelas Evan
''Lepaskan aku, aku masih mau minum'' ucap Evan merampas kembali gelasnya
''Evan, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri'' ucap Rainer, namun Evan masih berontak dan malah memukul bawahan Rainer yang mencoba membantu Evan berdiri
''Sudah langsung lumpuhkan dia'' ucap Darren yang pusing melihat kegilaan sahabatnya saat minum itu
Tanpa menunggu lama, Rainer langsung memukul leher belakan Evan, hingga dia tak sadarkan diri. Karna hanya dengan cara itu bisa membawa Evan pulang
.
.
Charles langsung keluar menemui orang itu di ruang tamu dan
''Tu...tuan Barack'' ucap Charles terkejut
''A...ada apa tuan Barack kemari?'' tanya Charles gugup
Tuan Barack adalah keluarga yang paling di segani di negara L, dan juga orang yang terkenal licik
''Seharusnya anda tau bukan apa tujuan saya datang kemari?'' tanya tuan muda Barack menatap tajam Charles
''I...iya, tapi saya masih belum dapat menemukan dia tuan'' ucap Charles berkeringat dingin
''Dasar bodoh, kenapa kau tak mencari dia di negara I.
Ingat Charles kau berhutang sebuah janji padaku'' ucapnya
''Saya akan berusaha untuk segera menemukannya tuan'' ucap Charles
''Jika kau berani macam-macam denganku, aku akan menghancurkan semuanya'' ucap Barack penuh penekanan
''Dalam waktu satu bulan, aku mau kau menemukan dia, kalau tidak aku akan menghancurkanmu'' ucap Barack dingin
''Baik tuan, baik'' ucapnya sedikit gemetar
Setelah itu, Barack langsung meninggalkan tempat Charles
''Cepat pergi ke tempat ini, dan segera temukan dia'' ucap Charles
''Baik tuan'' ucapnya sopan
Disisi lain..
''Pergi ke negara I, dan bantu tuan mudamu'' ucap Barack pada anak buahnya
''Baik tuan'' ucapnya membungkukkan badannya
__ADS_1
**
Di ruang bawah tanah, Angga dan Juan berusaha untuk saling membuka ikatan mereka
''Juan, kita harus cepat pergi dari sini sebelum mereka menemukan alamat adikku'' ucap Angga
''Kau tenang saja, sebenarnya aku sudah menukar kertas itu'' ucap Juan
''Kapan?'' tanya Angga
Flashback On
Saat Angga dan Juan baru turun dari pesawat
''Juan, aku ke toilet dulu'' ucap Angga sambil melepas jasnya dan memberikan pada Juan
''Aku harus menukar alamat ini, kalau sampai Charles menemukan ini, adik Angga akan dalam bahaya'' ucap Juan dan langsung menukar kertas alamat itu
Flashback Off
.
.
Satu minggu kemudian, Evan meminta Nisa untuk menemuinya di cafe xx yang tak jauh dari kediaman Nisa
''Kak Evan, udah nunggu lama ya?'' tanya Nisa yang baru datang
''Selama apapun akan aku tunggu'' ucap Evan
''Dih malah ngegombal'' ucap Nisa tersenyum
''Dek kamu mau makan apa?'' tanya Evan
''Apa saja, asal bikin kenyang aja'' ucap Nisa tersenyum manis
''Deg... Senyuman ini yang terakhir kali aku lihat dari Nara'' ucap Evan dalam hati sambil menatap Nisa tanpa berkedip
''Enggak ada, kamu cantik kalau tersenyum gitu'' ucap Evan
''Permisi tuan, mau pesan apa?'' tanya pelayan itu
''Saya mau pesan nasi bakar dua sama teh hangat dua ya'' ucap Evan
''Baik, mohon menunggu'' uvap pelayan itu sopan
''Kak lagi latihan mau nembak cewek ya?'' tanya Nisa
''Kenapa apa kamu cemburu?'' Goda Evan
''Dih, siapa juga yang cemburu'' ucap Nisa dengan pipi merah merona
Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat kedekatan Nisa dan Evan
.
''Apa mata aku yang salah atau memang faktanya itu dia'' ucap perempuan itu sambil menggosok matanya berkali-kali
''Sayang, ada apa?'' tanya pria yang bersamanya
''Sayang, ini mata aku yang salah atau memang itu Nisa dan teman kamu'' ucap Risa, ya dia adalah Risa
''Sepertinya bukan'' ucap Rainer mengikuti arah pandang kekasihnya itu
''Berarti mata aku yang salah'' ucap Risa
''Maksudku bukan salah lagi, itu memang Evan dan sahabat kamu'' ucap Rainer
''Apa mereka jadian ya?'' tanya Risa penasaran
''Gak usah perdulikan mereka, itu urusan mereka'' ucap Rainer menuntun Risa keluar dari cafe itu
Saat menuju pulang, Risa chatingan dengan Hanin
__ADS_1
*
*Clarisa: Hanin tau gak aku ada berita gosip terbaru
HANIN: Apaan?
Carisa: Tadi aku lihat Nisa sama teman pak Darren
HANIN: Benarkah 😱
Carisa: Iya. Apa jangan-jangan mereka udah jadian ya?😍
HAnin: Bisa jadi😁
Carisa: Kenapa dia gak ngomong sama kita kalau dia jadian sama tuan Evan, emang kita dianggap apa sama Nisa😭
HANIN: Gak usah drama. Besok tanya langsung sama Nisa😒
Carisa: Awas aja kalau dia beneran jadian, aku hajar tuh anak😤*
*
Setelah cukup lama mereka chatingan tanpa Risa sadari, ternyata sudah sampai di depan rumah Risa
''Kamu berncana menginap di mobilku, atau kamu berniat mengajakku mampir di rumahmu?'' tanya Rainer
''Hehehe, udah sampai ya. Maaf lagi asyik chatingan sama Hanin'' ucap Risa tertawa pelan
''Sudahlah cepat masuk, dan langsung istirahat'' ucap Rainer mengecup kening Risa dan juga bibirnya
''Ya, kamu juga langsung pulang'' ucap Risa memeluk Rainer
.
Di kediaman Darren...
''Kenapa kau tersenyum sendiri?'' tanya Darren dengan nada dinginnya
''Gak papa mas, aku barusan chatingan sama Risa'' ucap Hanin
''Mas, aku boleh tanya sesuatu?'' tanya Hanin
''Apa yang ingin kau tanyakan hmm?'' tanya Darren memeluk istrinya itu
''Kak Evan sudah punya pacar atau belum?'' tanya Hanin
''Kenapa kau bertanya seperti itu?'' tanya Darren langsung melepaskan pelukannya dan mengerutkan keningnya
''Aku hanya bertanya. Tadi Risa lihat Nisa makan bareng kak Evan'' ucap Hanin jujur
''Apa, Evan makan bareng Nisa?'' tanya Darren terkejut
''Iya, kenapa kamu terlihat sangat terkejut?'' tanya Hanin
''Gak papa kok sayang'' ucap Darren memaksakan senyumnya
''Kamu kenal sama sahabat kamu sudah berapa lama?'' tanya Darren sengaja mengalihkan pembicaraan
''Aku mengenal Nisa dan Jesi dari Risa sekitar dua tahun yang lalu, tapi kalau dengan Risa, aku sudah kenal dari usia 18 tahun'' ucap Hanin
''Mungkinkah dia Nara, kekasih Evan dulu'' batin Darren
''Mas, kok kamu malah bengong?'' ucap Hanin
''Oh gak papa sayang, udah tidur udah malam'' ucap Darren membaringkan Hanin dengan lembut
.
.
Di tempat lain, seorang wanita memandang foto pria yang dia simpan di laci kamarnya
''Sudah saatnya aku kembali dan membuatmu bertekuk lutut padaku'' ucapnya tersenyum sinis
__ADS_1