Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 43


__ADS_3

Setelah itu, Hanin dan ketiga sahabatnya menuju rumah sakit, tempat Evan dirawat


''Mas, bagaimana keadaan kak Evan?'' tanya Hanin


''Entahlah, barusan detak jantungnya menurun'' ucap Darren terlihat sedih


''Kenapa kak Evan tiba-tiba masuk rumah sakit?'' tanya Nisa


''Sejak berpisah denganmu, Evan mulai mengalami depresi. Bahkan dulu dia beberapa kali ingin bunuh diri. Tapi untung saja, kami bisa menggagalkannya'' ucap Rainer


''Kenapa dia harus seperti ini. Saat itu aku yang sakit hati pada kak Evan, tapi kenapa di yang mengalami depresi?'' tanya Nisa


''Kau tidak tau, betapa sakitnya Evan saat mengatakan dia bosn denganmu, dan berakting mesra dengan wanita lain'' ucap Rainer


''Apa maksudmu?'' tanya Nisa


''Kami tidak tau jelas kenapa dia mengatakan hal yang menyakitkan itu padamu. Tapi yang aku tau dia sangat menyayangi Nara'' timpal Darren


''Jika kau ingin tau kebenarannya, kau bisa menunggu dia sadar'' ucap Rainer


Beberapa menit kemudian, Gavin keluar dari ruang ICU dengan wajah yang sulit diartikan


''Bagaimana keadaan kak Evan?'' tanya Nisa


Gavin diam sejenak dan menatap Nisa dalam, perlahan Gavin mengeluarkan nafasnya dengan kasar


''Dia ingin bertemu denganmu, pakailah ini'' ucap Gavin memberikan baju steril


Saat Nisa akan masuk, tiba-tiba Gavin menahan tangan Nisa


''Maafkan semua kesalahan Evan, dan kabulkan keinginan terakhirnya'' ucap Gavin dengan sedih di wajahnya


''Jangan bicara sembarangan, aku yakin kak Evan tidak selemah itu'' ucap Nisa melepaskan tangan Gavin dan segera masuk


Saat Nisa masuk, dia tak tahan melihat Evan terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya


''Kak maafkan aku, ini semua salahku. Seandainya aku tak pergi kau tak akan seperti ini'' ucap Nisa menggenggam tangan Evan


''Kak aku mohon bangunlah, kamu harus kembali seperti dulu. Aku janji apapun yang kamu mau aku akan mengabulkannya kak, asal kau kembali seperti dulu'' ucap Nisa lagi


''Kak, apa kau tau? Sebenarnya aku sudah tidak ingin menemuimu lagi. Tapi saat pertama kali aku melihatmu di rumah sakit waktu itu, aku sangat terkejut. Aku pikir kau sudah melupakanku, karna kau tak mengenaliku sama sekali


Perlahan ingatan di masa lalu itu muncul, membuatku ingin sekali kau juga merasakan sakit hatiku. Tapi saat aku memulai rencanaku, kenapa...kenapa hati ini sangat sakit, dan aku tidak bisa untuk menyakitimu


Termyata aku masih sangat mencintaimu, bertahun-tahun aku mencoba membuang perasaan ini, tapi aku selalu gagal. Aku tidak bisa membencimu aku tidak bisa'' ucap Nisa menangis sambil terus menggenggam tangan Evan erat


.


.


Beberapa menit kemudian, Nisa keluar dari ruang ICU dengan sangat kesal


''Nisa, kenapa wajah kamu seperti itu?'' tanya Hanin bingung


''Kamu sengaja kan?'' tanya Nisa menunjuk Gavin


''Se...sengaja apa?'' tanya Gavin gugup


''Nisa tenang, emang ada apa sama kak Evan?'' tanya Risa

__ADS_1


''Kak Evan gak papa'' ucap Nisa cepat


''Hah?'' ucap ketiga wanita itu bingung


''Mana ada orang kritis, tapi bisa tertawa'' ucap Nisa kesal


Flashback On


Baru saja Nisa mengungkapkan isi hatinya, tiba-tiba Evan tertawa kecil


''K...kak Evan kau?'' tanya Nisa terkejut


''Kau tidak apa-apa?'' tanya Nisa, Evan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


''Setelah mendengar perkataanmu barusan membuatku tidak tega untuk meninggalkan kamu, dan aku juga tidak ingin kehilnganmu untuk yang kedua kalinya'' ucap Evan menggenggam tangan Nisa


''Kau mengerjaiku?'' tanya Nisa menghapus air matanya


''Maaf, tapi ini ide ketiga bocah itu. Tapi kalau tidak begini aku juga tidak akan tau isi hatimu padaku'' ucap Evan dan memeluk Nisa


''Lepaskan aku, sia-sia saja aku mengeluarkan air mata untukmu'' ucap Nisa segera keluar dari ruang ICU itu dengan wajah kesalnya


Flashback Off


Hanin langsung menatap mata suaminya, lalu berganti menatap Rainer dan Gavin seperti meminta penjelasan


Tak mau kena marah istrinya, Darren langsung saja menuduh Gavin


''Kenapa kau bilang kalau Evan kritis pada kami?'' tanya Darren menatap Gavin membuat Gavin terkejut


''Kamu mau membuat kami ketakutan, saat kau bilang Evan kritis ?'' ucap Rainer yang membuat Gavin terpojokan


''Mas, apa ada yang ingin kamu katakan?'' tanya Hanin tersenyum, namun senyuman itu membuat Darren ngeri


''Bukan begitu sayang, aku...aku hanya ingin membantu'' ucap Darren


''Dimana preadir yang dingin ini, kenapa tiba-tiba ingin membantu kisah asmara orang lain'' sindir Hanin yang tau, jika suaminya tidak akan pernah ikut campur urusan orang walaupun sahabatnya sendiri


''Sudah jangan marah, ayo aku ajak makan enak'' ucap Darren menuntun Hanin


''Sungguh kisah cinta yang mengharukan'' ucap Yuda sambil menggelengakn kepalanya


''Mengharukan kepalamu'' ucap Jesi menarik Yuda pergi


''Eh sayang kita pergi belanja gimana?'' tanya Rainer sambil mengedipkan mata seperti menandakan isyarat


''Baiklah, ayo. Nisa aku tinggal dulu'' ucap Nisa melambaikan tangan


''Eh, Nisa tolong bantu jaga Evan ya, aku masih ada urusan'' ucap Gavin segera pergi


''Eh... Kalian kenapa menunggalkan ku semdirian?'' kesal Nisa


Setelah itu, para perawat membantu Evan keluar dari ruang ICU


''Nara, apa kau masih marah padaku?'' tanya Evan lembut, namun Nisa tak menjawabnya


''Nara apa yang harus aku lakukan, agar kau mau memaafkanku?'' tanya Evan memohon


''Terserah, aku mau pulang. Aku lelah'' ucap Nisa meninggalkan Evan, Evan langsung saja mengejar Nisa

__ADS_1


.


.


Di tempat lain, dua orang pria masih terus bersembunyi di gudang tua tak terpakai disana


''Sekarang apa yang harus kita lakukan?'' tanya salah satu pria itu


''Terpaksa menunggu bantuan. Aku sudah meminta anak buahku membantu'' ucapnya


Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati arah mereka


''Sial mereka datang'' ucapnya pelan


''Tuan Angga, tolong keluarlah saya Dion anak buah tuan muda Darren'' ucapnya sedikit keras


Ya kedua pria iti adalah Angga dan Juan


''Bagaimana kau bisa menemukan kami?'' tanya Juan


''Maaf, kami sudah mengikuti anda atas perintah tuan muda'' ucap Dion


''Lalu apa yang di katakan Darren?'' tanya Angga


''Ini, kunci mobil dan kunci apartemen untuk anda tinggal'' ucap Dion


''Apa kau bisa di percaya?'' tanya Juan


''Anda boleh saja tidak percaya. Tapi saat anda sampai di apartemen anda akan tau kebenarannya'' ucap Dion


''Baik aku akan mempercayaimu, bawa aku ke apartemen'' ucap Angga


''Silahkan tuan'' ucap Dion dengan mempersilahkan Angga dan Juan lebih dulu


Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di apartemen itu


''Silahkan tuan'' ucap Dion


Angga dan Juan langsung masuk, dan benar saja disana sudah ada beberapa orang yang menunggu mereka


''Hah, ternyata benar kalian'' ucap Angga lega


''Apa kau terkejut?'' tanya Darren


''Aku pikir dia adalah anak buah Charles, karna wajahnya sedikit tidak asing bagiku'' ucap Juan


''Untuk sementara kau tinggal disini, sampai aku menemukan siapa keluarga Barack itu, dan apa hubungannya dengan Charles'' ucap Evan


''Benar, jika kalian membutuhkan sesuatu, katakan saja padaku'' ucap Rainer


''Siapa dia?'' tanya Juan menunjuk pria di samping Rainer


''Dia Yuda, kekasih sahabat Hanin'' ucap Evan


''Dimana adikku?'' tanya Angga


''Dia ada di atas bersama sahabatnya'' ucap Dareen


Saat para pria itu mengobrol tiba-tiba

__ADS_1


''Aaaaakkkhh''....


__ADS_2