
Di perusahaan Evan, Arya menunjukkan beberapa foto yang ada pada laptopnya
''Tuan Juan, apa anda mengenal pria di foto ini?'' tanya Arya
''Aku pernah bertemu dengannya di negara L'' ucap Juan
''Menurut kami dia adalah tuan muda Barack'' ucap Arya
''Dan dia, bukannya dia'' ucap Juan terhenti
''Iya, dia salah satu anak buah tuan muda Barack. Tapi setelah aku selidiki dia, dia bukan dari negara L'' ucap Arya
''Apa mungkin dia mendapat ancaman?'' tanya Juan
''Mungkin, karna hanya dia orang asing yang dekat dengan kita'' ucap Evan
''Lalu apa kau tau, dimana aset keluarga Allaric?'' tanya Evan
''Yang aku tau, di kediaman lama Allaric. Anak buah Charles sudah mencari di sana, tapi mereka tidak menemukan apa-apa'' ucap Juan
''Arya minta Agra untuk mengawasi kediaman lama Allaric, aku tidak ingin kita kebobolan'' ucap Evan
''Baik tuan muda'' ucap Arya
''Dani, kau bantu Rainer untuk mengawasi target kita. Aku tidak ingin kehilangan jejaknya seperti Bryan itu'' ucap Evan
''Mengerti tuan'' ucap Dani
.
Sedangkan di gedung pencakar langit, seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesarannya. Pria yang selalu di gandrung kaum hawa itu selalu bersikap cuek kepada wanita yang selalu menyapanya
Tentu saja dia akan cuek pada wanita lain, karna kini di hatinya sudah di penuhi oleh sang istri tercinta. Ya siapa lagi kalau bukan Darren Ethan Pramana
''Apa apaan ini? Kenapa semua laporan kalian berantakan seperti ini?'' tanyanya dingin
''Kalian bekerja di sini sudah lama, kenapa hasilnya seperti anak magang, bahkan laporan anak magang lebih bagus dari milik kalian'' ucap Darren lagi menatap tajam para karyawannya
''Kau membanggakan anak magang, karna istrimu adalah anak magang disini'' ucap Rainer dalam hati
Ya iyalah dalam hati, jika mengatakan langsung Rainer yakin dia akan di telan hidup-hidup oleh sang raja iblis
Semua karyawan pun merasakan hawa yang mencekam saat Presdir mereka menatap mereka setajam itu. Tidak sedikit juga yang gemetar dan mengeluarkan keringat dingin
''Ma...maaf tuan, kami akan menulis ulang'' ucap salah satu karyawannya memberanikan diri
''Jika besok pagi aku datang masih belum ada laporan, kalian tidak perlu datang bekerja lagi'' ucap Darren datar
''Ba...baik tuan'' ucap mereka
Selang berapa lama kepergian para karyawannya, ponsel Rainer berdering
''Hallo ada apa?'' tanya Rainer datar
''Tuan panti asuhan rumah kasih di serang tuan'' ucapnya
''Apa kau bilang, tetap awasi disana. Bantu anak-anak yang lain'' ucap Rainer
__ADS_1
''Siap tuan'' ucapnya
''Ada apa?'' tanya Darren dingin
''Panti asuhan rumah kasih di serang'' ucap Rainer
''Apa? Siapa yang melakukannya?'' tanya Darren berdiri dari duduknya
''Masih di selidiki tuan'' ucap Rainer
''Perintahkan lebih banyak orang untuk melindungi anak-anak panti dan bu Ima'' ucap Darren
''Baik tuan muda'' ucap Rainer
''Kita ke panti, kita juga harus memastikan mereka semua baik-baik saja'' ucap Darren, Rainer hanya mengangguk mengerti
.
Sedangkan Hanin yang mendengar kabar penyerangan di panti asuhan itu sangat khawatir, dia takut terjadi sesuatu pada adik-adiknya dan bu Ima
''Kak, bagaiamana jika terjadi sesuatu pada anak-anak panti dan bu Ima'' ucap Hanin
''Hanin, percayalah Darren pasti sudah mendengar kabar ini. Saat ini pasti dia sudah mengambil tindakan'' ucap Angga menenangkan adiknya itu
''Tuan, beberapa pengawal di luar tiba-tiba tidak sadarkan diri'' ucap bik Ning terlihat panik
''Apa, bagaiamana bisa?'' tanya Angga terkejut
''Hanin jangan keluar, tetap di dalam rumah'' ucap Angga, dan langsung keluar untuk melihat para pengawal itu
''Non, ini minum dulu'' ucap bik Ning memberikan teh hangat pada nonanya itu
Hanin merasa kakaknya terlalu lama di luar, jadi Hanin mengintip dari jendela dan melihat kakaknya yang tergeletak di sana
''Kakak'' pekik Hanin dan segera keluar menghampiri kakaknya
''Nona jangan'' teriak bik Ning, tapi sudah terlambat
''Kakak, kakak bangun kak'' ucap Hanin mencoba membangunkan kakaknya itu
Namun siapa sangka seseorang membekap mulut Hanin. Hanin mencoba memberontak, hingga Hanin tak sadarkan diri
''Hahaha, berhasil aku akan membawa kalian kembali ke negara ku'' ucap pria itu menyeringai
.
.
Sedangkan Darren dan Rainer dia terus membantu anak-anak panti dan bu Ima. Untung saja anak-anak dan bu Ima tidak terluka
''Bu, bisa ibu ceritakan pada saya?'' tanya Darren
''Ibu tidak tau, tiba-tiba beberapa orang pria datang dan mencari Hanin'' ucap bu Ima
''Beberapa pria?'' tanya Darren, bu Ima mengangguk
''Lalu?'' tanya Rainer
__ADS_1
''Ibu mengatakan kalau Hanin tinggal di luar kota, dan tiba-tiba seorang wanita datang mengatakan bahwa Hanin masih di kota ini. Dan para pria itu langsung menghancurkan tempat ini'' ucap bu Ima
''Siapa wanita itu, apa bu Ima mengenalnya?'' tanya Rainer
''Tidak, ibu tidak pernah melihat dia. Tapi dia bilang kalau dia juga teman Hanin'' ucap bu Ima
''Tuan, wanita ini yang datang kesini, dan wanita ini juga pernah datang ke rumah sakit mendatangi nona muda'' ucap salah satu pengawal Darren
''Dia salah satu teman Mona'' ucap Darren
''Dia Karin'' ucap Rainer
''Selidiki latar belakang wanita itu, aku mau dalam waktu satu jam kalian sudah mendapatkan informasi itu'' ucap Darren datar
''Kakak, bagaimana dengan kak Hanin?'' tanya bocah kecil itu
''Kak Hanin aman di rumah, kau tenang saja'' ucap Darren lembut
''Rainer, bantu aku cari rumah untuk mereka'' ucap Darren
Belum selesai masalah di panti, datang masalah baru lagi. Tiba-tiba ponsel Darren berdering
''Ada apa pa?'' tanya Darren datar
''Darren, Hanin dan Angga di culik'' ucap Ardie panik
''Apa, bagaiamana bisa?'' tanya Darren
Mendengar kabar itu, rahang Darren mengeras dan dia mengepalkan tangannya dengan kuat
''Rainer beri tau Arya untuk segera melacak kebaleradaan Hanin dan Angga sekarang'' ucap Darren dengan wajah di penuhi amarah
Sedangkan Arya yang baru mendapatkan kabar itu, segera memberi tau Evan
''Karang ajar, berani sekali dia'' ucap Evan geram
''Tuan, sulit untuk menemukan posisi nona muda dan tuan Angga'' ucap Arya yang masih berkutat dengan laptopnya
''Coba cari dengan cara lain'' ucap Evan
.
'' Pa bagaiamana Hanin bisa hilang?'' tanya Darren saat dia sampai di rumahnya
''Papa juga tidak tau, saat papa sampai sini para pengawal sudah tergeletak tak sadarkan diri dan bik Ning juga tergeletak di dalam'' ucap Ardie
''Mana dimana pa?'' tanya Darren
''Dia di rumah, papa tidak memberi tau mama dulu '' ucap Ardie, jika Rani tau Hanin di culik mungkin kondisi Rani bisa drop
Selang berapa lama, ponsel Darren berdering
''Bagaimana?'' tanya Darren dingin
''Tuan, sulit untuk menemukan keberadaan nona dan tuan Angga saat ini'' ucap Rainer yang juga melacak keberadaan nona mudanya itu
''Bagaimana bisa, bukankah ada Arya di sana?'' tanya Darren emosi
__ADS_1
''Arya sudah berusaha tuan. Dan ada satu informasi lagi tuan'' ucap Rainer
''Katakan'' jawab Darren dingin