Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 18


__ADS_3

"Mati kau, sekarang saatnya kau menyusul ibu dan kakakmu" ucapnya yang tak terlihat wajahnya


''Jangaaan'' teriak Hanin yang langsung membuka matanya


''Sayang, kau mimpi buruk lagi?'' tanya Darren yang sudah berada di samping Hanin


''Mas'' ucap Hanin memeluk Darren


''Kenapa kamu pulangnya selarut ini?'' tanya Hanin menatap wajah Darren


''Maaf, tadi banyak pekerjaan '' jawab Darren


''Apa kau merindukan aku?'' tanya Darren dengan tersenyum mesum


''Ti...tidak'' jawab Hanin malu


''Sayang aku lapar'' bisik Darren di telinga Hanin membuat Hanin merinding


''Aku akan panaskan makanannya'' ucap Hanin mendorong Darren


''Tidak perlu, aku lapar ingin makan malam bersamamu'' ucap Darren dan langsung mencium bibir Hanin dengan lembut


''Mas, tapi kita... '' ucapan Hanin terhenti


''Tidak perduli apapun, aku sudah sangat lapar'' ucap Darren dan kembali mencium bibir Hanin


Tanpa ada perlawanan lagi, Hanin juga menikmati permainan Darren. Perlahan ciuman Darren turun pada leher Hanin


''Emmmh..... Ahh'' ******* Hanin semakin membuat Darren tak dapat mengendalikan nafsunya


Hingga akhirnya mereka menghabiskan malam dengan bermandikan keringat


***


Sedangkan di tempat lain, seorang wanita tertawa dengan penuh kemenangan


"Jadi kau sengaja mengatakan kau adalah Mona?" tanya pria itu


"Benar, dengan begitu mereka tidak akan mencurigai aku saat aku kembali mengejar Darren" ucap Sandra, ya wanita itu adalah Sandra


"Kau cukup pintar, tapi kau juga harus ingat Darren bukan orang sembarangan" ucap pria itu


"Aku sudah lama bersama Darren, jadi aku tau apa kelemahan Darren" ucap Sandra


"Bagus, lakukan sesuai rencanamu" ucap pria itu tersenyum licik


***


Kesokan paginya...


"Sayang, kamu akan tidur sampai kapan?" tanya Darren pelan


"Sebentar lagi mas" ucap Hanin


"Kita sekarang di rumah utama loh" ucap Darren seketika Hanin langsung duduk


"Ah aku lupa" ucap Hanin langsung membuka selimutnya dan duduk, tanpa menyadari dirinya yang tanpa sehelai benang pun


"Sayang, apa semalam permainanku membuatmu kurang puas?" tanya Darren sambil memainkan alisnya


"Apanya yang kurang puas, kau sudah hampir membuat pinggangku patah" ucap Hanin sambil meraba punggungnya


"Aaakkh dasar mesum" pekik Hanin yang menyadari keadaan dirinya dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut, sedangkan Darren tertawa melihat kepolosan istrinya itu


"Tu...tung...tunggu, apa yang mau kau lakukan? Kenapa membuka baju?" tanya Hanin gugup


"Lihatlah sampingmu" ucap Darren


"Mas kau membuatku teelambat" ucap Hanin yang melihat jam di nakas sudah pukul 06.30


Hanin segera berlari ke kamar mandi dengan membawa selimutnya

__ADS_1


"Dasar gadis bodoh" ucap Darren menggelengkan kepalanya


Dibawah, Rani dan Ardie yang mendengar teriakan Hanin hanya tertawa pelan


"Dasar pengantin baru" umpat Ardie


"Biasalah mas, kayak kamu yang gak pernah muda" ucap Rani


Setengah jam kemudian, Darren dan Hanin turun dan menuju meja makan


"Maaf ma Hanin terlambat bangun" ucap Hanin


"Gak papa sayang mama tau, mama juga pernah jadi pengantin baru" ucap Rani tertawa pelan, Hanin hanya menunduk dengan wajah merah merona


"Ekhem" dehem Darren karna dia sedikit malu


"Cepat sarapan" ucap Rani


"Ma, cumi asam manisnya Darren bawa ya" ucap Darren


"Boleh, mama akan siapkan" ucap Rani


"Mas, hari ini aku tidak ke kantor" ucap Hanin


"Iya aku tau, aku juga akan ke kampus" ucap Darren yang sudah tau jadwal istrinya


"Kamu jadi dosenku lagi?" tanya Hanin, Darren menganggukkan kepalanya


"Sayang, saat jadi dosen jangan terlalu galak" ucap Rani pelan


"Itu bukan galak tapi tegas ma" ucap Darren


"Tapi ma walau Darren galak, masih banyak gadis yang teroesona padaku" ucap Darren lagi dengan percaya diri


"Cih percaya diri sekali" umpat Hanin kesal namun bisa di dengar oleh Darren


"Apa yang kau gumamkan?" tanya Darren menggoda istrinya itu


"Apa kau cemburu?" tanya Darren menggoda Hanin


"Ti...tidak" ucap Hanin gugup dan segera melahap makanannya


Setelah itu mereka langsung berangkat bersama, namun Hanin minta turun di pinggir jalan


"Kenapa sih, kamu mau turun di pinggir jalan?" tanya Darren


"Mas, aku gak mau nanti aku di serbu sama fans kamu" ucap Hanin cemberut


"Hah baiklah" ucap Darren mengalah


Saat sampai di kampus ketiga sahabat Hanin sudah menanti kedatangan Hanin


"Hanin, kok kamu jalan kaki sih?" tanya Nisa


"Enggak kok, aku sengaja turun di sana" ucap Hanin


"Hanin gimana apa hubungan kalian sudah ada perkembangannya?" tanya Jesi, sedangkan Hanin diam dengan malu


"Ciehh... Ada yang malu nih" goda Risa


"Apaan sih kalian?" ucap Hanin dengan wajah memerah


Setelah itu, mereka langsung masuk ke kelas mereka masing-masing


"Hanin aku dapat kabar, katanya akan ada mahasiswa baru" ucap Nisa


"Lalu?" tanya Hanin


"Katanya dia pria yang sangat tampan" ucap Nisa


"Itukan cuma katanya" ucap Hanin menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Tak berapa lama Darren masuk dengan seorang pria tampan


Melihat pria itu pun semua wanita di kelas itu pun menjadi riuh


''Haninn benarkan dia memang sangat tampan'' ucap Nisa yang ikut bersorak


''Perkenalkan namamu'' ucap Darren datar


''Selamat pagi perkenalkan namaku Gavin'' ucapnya


''Mohon teman-teman mau menjadi temanku'' ucap Gavin sambil mengedipkan sebelah matanya membuat semua kembali histeris di buatnya


''Silahkan duduk'' ucap Darren


Gavin langsung mengambil posisi di dekat Hanin


''Hai, bisa kita berkenalan?'' tanya Gavin pada Hanin


''Hai aku Nisa'' ucap Nisa menyambar tangan Gavin


''Hai Nisa'' ucap Gavin dengan tersenyum manis


''Hanin'' ucap Hanin tersenyum tipis


''Aku Gavin'' ucap Gavin


''Aku sudah tau'' ucap Hanin, Sedangkan Darren yang melihatnya langsung menatap tajam Gavin


**


Siang harinya, Hanin dan Nisa pergi ke kantin. Sedangkan Jesi dan Risa sedang ada tugas di luar kampus


"Hai, bolehkan aku duduk disini?" tanya Gavin


"Boleh dong" jawab Nisa antusias


"Hai Gavin, kenalin aku Mona" ucap Mona menghampiri Gavin


"Gavin" jawab Gavin datar


"Gavin, kenapa kamu suka bergaul dengan anak yatim piatu ini" ucap Mona melirik Hanin


"Ck.. Kau" ucap Nisa terhenti karna Gavin sudah berdiri di hadapan Mona


"Dia yatim piatu?" tanya Gavin


"Kebetulan sekali, aku juga anak yatim piatu" ucap Gavin membuat semua terkejut


Setelah itu Gavin dan Hanin mengobrol dan mengabaikan Mina dan kedua sahabatnya


"Mona, dia juga anak yatim piatu" ucap Karin


"Diamlah" ucap Mona merasa di acuhkan oleh Gavin


Tak berapa lama tiba-tiba ponsel Gavin berdering, menandakan pesan


"Ehh aku ke toilet sebentar ya" ucap Gavin, Hanin dan Nisa menganggukkan kepalanya


"Kenapa kalian masih disini, mau makan sama kita?" tanya Nisa pada Mona


"Cih tidak akan" ucap ketiganya kompak dan langsung pergi


Di sisi lain...


"Kenapa anda memanggil saya tuan?" tanya Gavin


"Apa kau sudah melihatnya?" tanyanya


"Iya dia cukup cantik" ucap Gavin tersenyum


"Dasar brengsek"

__ADS_1


__ADS_2