Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 9


__ADS_3

Setelah sampai di ruangan Darren, Hanin hanya diam menunduk


''Rainer bawa tuan muda Evan makan siang diruanganmu'' ucap Darren datar


''Baik tuan muda'' ucap Rainer yang langsung mengarahkan Evan menuju ruangannya


''Makanlah'' ucap Darren yang memberikan sekotak nasi pada Hanin, namun Hanin masih diam menunduk


''Hanin apa kau mendengar apa yang aku katakan?'' tanya Darren


''Ak...aku tidak ingin makan, aku akan kembali keruangnku'' ucap Hanin berdiri


''Duduk'' ucap Darren dingin


''Aku bilang aku tidak ingin makan'' teriak Hanin menangis


''Bawalah roti ini jika kau tidak ingin makan, jangan sampai perutmu kosong'' ucap Darren pelan, dia tau saat ini Hanin pasti merasa tertekan


Saat sampai di ruangan, ketiga seniornya pun menghampiri Hanin


''Hanin, kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Melly


''Aku gak papa kak'' ucap Hanin mencoba tersenyum


''Tau kalau akan begini, aku tidak akan meninggalkan kamu tadi'' ucap Melly, Hanin menggelengakan kepalanya


''Hanin, kenapa Karin terus mencari masalah sama kamu?'' tanya Bryan


''Mungkin Karin marah sama aku. Karna dia ingin sekali di devisi keuangan kak'' ucap Hanin


''Hanin kamu jangan sedih lagi, Karin itu hanya sirik sama kamu'' ucap Kevin menenangkan Hanin, Hanin hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum


*


Disisi lain...


''Karin kamu hebat bisa buat Hanin malu'' ucap Clara


''Aku yakin dia pasti akan dapat teguran dari presdir sang dosen ganteng itu'' ucap Karin


''Biarin aja, biar dia cepat-cepat keluar dari perusahaan ini'' ucap Clara tertawa bersama Karin


***


Malam harinya, Darren yang baru pulang merasa bingung karna rumahnya masih gelap


"Kenapa Hanin tidak menyalakan lampunya" ucap Darren yang langsung masuk, karna mereka membawa kunci masing-masing


Darren mencoba mencari keberadaan Hanin, namun tak menukan Hanin


"Hallo pak Jeje, Hanin ada dimana?" tanya Darren menghubungi sopir yang biasa antar jemput Hanin


"Tadi saya sudah menunggu nona muda cukup lama tuan, lalu saya tanya pada salah satu karyawan yang baru keluar katanya semua karyawan sudah pulang tuan" ucap Jeje


"Apa kau terlambat menjemput Hanin?" tanya Darren datar


"Tidak tuan, saya menjemput nona setengah jam sebelum kantir bubar tuan" ucap Jeje


"Kenapa kau tak melaporkannya padaku, dasar bodoh" ucap Darren marah dan langsung mematikan ponselnya


Lalu Darren mencoba menghubungi rumah utama


"Hallo, ada apa nak?" tanya Rani yang mengangkat ponsel Ardie


Untuk sesaat Darren diam tak bersuara

__ADS_1


"Apa mau mama panggilkan papa?" tanya Rani terdengar gugup


"Tidak perlu, apa Hanin ada disana?" tanya Darren


"Tidak, Hanin tidak ada disini. Ada apa dengan Hanin?" tanya Rani cemas


"Hanin tidak pulang kerumah, aku akan mencarinya" ucap Darren langsung mematikan sambungan telphonnya


"Rani, ada apa kenapa kamu terlihat cemas?" tanya Ardie


"Mas barusan Darren telphon katanya Hanin tidak pulang kerumah mas" ucap Rani


"Apa, apa mereka bertengkar?" tanya Ardie


"Aku juga tidak tau mas, mas ayo kita cari Hanin" ucap Rani khawatir


"Iya ayo. Dion sebar semua orang untuk mencari menantuku" ucap Ardie


"Baik tuan" ucap Dion segera memberikan perintah kepada bawahannya


Sedangkan Darren, menghubungi Rainer dan Evan untuk membantu mencari Hanin


Tak berapa lama, ponsel Darren bersering dan tertulis nama pak tua di layar ponselnya


"Hallo" jawab Darren datar


"Apa kau bertengkar dengan Hanin?" tanya Ardie


"Tidak, apa papa sudah menemukan Hanin?" tanya Darren


"Belum papa juga bertanya pada bu Ima, tapi Hanin sudah lama tidak pulang ke panti asuhan" ucap Ardie


"Baiklah, aku akan mencari Hanin lagi" ucap Darren langsung menekan tombol merah di ponselnya itu


**


Di sebuah gudang yang gelap, seorang gadis terus berteriak meminta tolong


"Toloong... Apa ada orang di luar, tolong buka pintunya" ucapnya sambil terus menggedor pintu yang berbahan kayu itu


"Aku mohon tolong buka pintunya" ucapnya lagi sambil menagis


"Hanin...Hanin..." samar-samar terdengar suara pria memanggil namanya


"Tolong, tolong aku disini" ucap Hanin sambil menggedor pintunya dengan kencang


"Hanin, apa kamu disana?" tanya pria itu


Hanin yang mendengar suara pria itu, langsung mengenali jika itu suaminya


"Mas, aku disini mas, tolong aku" ucap Hanin menggedor pintunya


"Kamu minggir, aku dobrak pintunya" ucap Darren, Hanin pun langsung menyingkir menjauh dari pintu itu


"Hanin" ucap Darren yang melihat Hanin ketakutan


"Periksa semua tempat, jangan sampai ada yang terlewat" ucap Darren pada beberapa keamana di perusahaannya


"Baik tuan muda"


"Mas aku takut mas, disini sangat gelap" ucap Hanin memluk Darren


"Tidak apa, kamu sudah aman" ucap Darren membalas pelukan Hanin


Saat akan keluar, sekilas Hanin melihat bayangan yang membuat Hanin semakin ketakutan dan pingsan

__ADS_1


Darren pun langsung memgangkat tubuh Hanin dan membawanya pulang


Ardie yang saat itu sedang berkeliling mencari keberadaan Hanin, segera berbalik ke arah rumah Darren saat Rainer mengatakan Hanin sudah di temukan


Begitupun juga dengan Evan yang bergegas kerumah Darren


*


"Bagaimana keadaan Hanin?" tanya Rani saat dia baru sampai


"Dia diatas tan, dia terus mengigau dan memanggil ibu" ucap Evan


"Mas, aku keatas dulu ya" ucap Rani, Ardie menganggukkan kepalanya


"Dimana kalian menemukan Hanin?" tanya Ardie


"Di gudang perusahaannya om" jawab Rainer


"Apa kamu sudah menemukan siapa yang melakukan ini?" tanya Ardie pada Rainer


"Masih diselidiki om" jawab Rainer


"Apa Hanin punya masalah dengan teman kantornya?" tanya Ardie


"Sepetinya kejadian ini ada sangkut pautnya dengan ketiga teman magang Hanin" ucap Evan


"Tidak menutup kemungkinan sepeti itu" ucap Rainer


Di kamar Darren


"Darren bagaimana keadaan Hanin?" tanya Rani


"Dia masih terus mengigau dan memanggil nama ibu, dan sekarang juga suhu tubuhnya tinggi" ucap Darren tanpa melihat kearah Rani


"Pergilah mandi dulu, biar mama yang menjaga Hanin" ucap Rani lembut


"Baiklah" ucap Darren


Rani sangat senang, walau hanya sedikit Darren sudah mau berbicara dengan Rani


Setelah kepergian Darren, Rani langsung mengganti pakaian Hanin yang basah oleh keringat. Rani langsung pergi ke kamar Hanin dan mengambil pakaian untuk Hanin


Tak berapa lama, setelah Hanin mengganti bajunya, Darren keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian ruamahan


''Maaf'' ucap Darren pelan namun masih didengar Rani


''Kau minta maaf pada siapa?'' tanya Rani bingung. Karna Hanin juga masih terlelap dalam tidurnya


''Maaf karna aku selalu kasar dan selalu bersikap acuh padamu'' ucap Darren duduk di hadapan Rani


''Mama tidak bisa menyalahkanmu, mama tau kau masih belum bisa menerima mama memggantikan alm mamamu'' ucap Rani


''Apa kau tidak marah padaku?'' tanya Darren


''Mama tidak bisa untuk marah padamu'' ucap Rani mencoba memegang bahu Darren walau sedikit ragu


''Ibu tolong Hanin bu, Hanin takut bu'' ucap Hanin mengigau lagi


''Hanin tenanglah mama disini'' ucap Rani menggenggam tangan Hanin lembut


Setelah itu, Darren keluar diikuti Rani


''Mas, apa gak sebaiknya kita panggil bu Ima kemari?'' tanya Rani


''Aku sudah meminta Dion untuk menjemput bu Ima'' ucap Ardie

__ADS_1


''Bagaiamana hasil penyelidikanmu?'' tanya Darren


''Aku sudah menemukan orang itu''


__ADS_2