
Evan yang saat itu tengah fokus pada laptopnya, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya
''Masuk'' ucap Evan
''Maaf tuan, ini berkas yang anda minta'' ucap Dani
''Aku tidak salah lagi, dialah orang yang aku cari'' ucap Evan setelah melihat berkas itu
''Tapi kenapa dia tidak mengenali aku?'' tanya Evan bingung
''Menurut informasi dia pernah mengalami kecelakaan tuan. Tapi saya sudah meminta mereka untuk menggali lebih dalam informasi ini tuan'' ucap Dani
''Ada masalah lagi?'' tanya Evan
''Ada berita terbaru tuan. Baru satu jam di posting, berita ini sudah menjadi trending topic'' ucap Dani memberikan ponselnya
''Hanin, kenapa bisa dia?'' ucap Evan mengepalkan tangannya
''Sialan siapa yang berani menyebarkan berita ini?'' ucap Evan geram
''Dani cari tau siapa yang mengunggah berita ini'' ucap Evan datar
''Baik tuan. Tapi apa anda mengenal nona ini?'' tanya Dani
''Dia nona muda Pramana'' ucap Evan
''Apa dia istri tuan muda Darren?'' tanya Dani lagi
''Jika kau masih penasaran, aku akan membuatmu bekerja di perusahaan media dia menjadi wartawan'' ucap Evan menatap tajam Dani
''Ti...tidak tuan, saya tidak penasaran'' ucap Dani segera pergi dari ruangan Evan sebelum dia tekena masaalah
''Aku harus memberi tau Darren'' ucap Evan meraih ponselnya dan menghubungi Darren
.
.
Setelah sampai di perusahaan Darren, Gavin dan Hanin segera menuju ruangan Darren
''Maaf tuan, anda mau kemana?'' tanya Resepcionis
''Saya mau ketemu sama Darren'' ucap Gavin
''Maaf apa anda sudah membuat janji?'' tanyanya
''Mbak Lia masa lupa sama aku, aku Hanin yang pernah magang disini'' ucap Hanin masih ngos-ngosan
''Tapi...'' ucapan Lia terpotong
''Hanin'' ucapnya sambil Setengah berlari
''Kamu gak papakan?'' tanya Darren khawatir dan langsung memeluk Hanin di depan semua karyawannya
''Aku gak papa. Mas kamu meluk aku di hadapan semua karyawan kamu'' ucap Hanin berbisik
''Gavin bawa Hanin keruanganku'' ucap Darren datar
''Kenapa kalian menatap Hanin seperti itu?'' tanya Darren dingin saat melihat beberapa karyawan menatap istrinya
''Kembali bekerja'' ucap Darren lagi membuat semua karyawannya kembali keempat mereka masing-masing
''Rainer, pergi ke tempat Evan, bantu Dani mencari tau siapa yang berulah'' ucap Darren
''Baik tuan muda'' ucap Rainer sedikit membungkukkan badan
.
Setelah sampai di ruangannya, Hanin masih terlihat begitu kahwatir dengan kejaran para wartawan itu
''Tenang saja, semua akan berakhir'' ucap Darren memeluk Hanin lembut
''Sial, apa aku ini adalah patung manekin, atau bayangan'' umpat Gavin yang kesal melihat kemesraan Darren dan Hanin
''Kenapa kau terlihat sangat lelah?'' tanya Darren mengelus kepala Hanin
''Tadi mobilku mogok'' ucap Gavin, Darren hanya memgerutkan keningnya
__ADS_1
Flashback On
''Lihat itu dia Hanin'' ucap salah satu wartawan yang melihat Hanin menaiki mobil putih itu
''Cepat kejar, jangan sampai kita kehilangan dia'' ucap yang lain dan segera mengejar mobil yang di tumpangi Hanin
Gavin langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat melihat para wartawan itu mulai mengejarnya
''Gavin, apa mereka sudah tidak mengejar kita?'' tanya Hanin
''Masih, tapi mereka cukup jauh dari kita'' ucap Gavin
Namun saat di tengah perjalanan tiba-tiba saja mobil Gavin mendadak berhenti
''Vin, kenapa tiba-tiba berhenti?'' tanya Hanin bingung
''Aku gak tau. Hanin kita turun dan cepat pergi dari sini'' ucap Gavin
''Hah, Vin kita ke kantor berlari?'' tanya Hanin
''Mau gimana lagi, mumpung mereka belum melihat kita'' ucap Gavin menarik tangan Hanin
''Lalu, gimana mobil kamu?'' tanya Gavin
''Bodo amat, yang penting aku bawa kamu ke tempat aman dulu'' ucap Gavin berlari hingga sampai di perusahaan Darren
Flashback Off
''Bagaimana bisa mobil mewahmu mogok?'' tanya Darren tak percaya
''Aku juga gak tau, apa jangan-jangan ada yang sengaja membuat mobilku mogok'' ucap Gavin
''Pergilah selidiki'' ucap Darren, Gavin mengangguk
.
.
Sementara itu..
''Tenang saja, aku yakin mereka tidak akan menemukanmu'' ucapnya tersenyum licik
''Baiklah aku pergi dulu'' ucapnya dan langsung beranjak pergi
.
.
****
Malam harinya..
''Sayang, untuk sementara kau tinggal di rumah utama dulu ya?'' tanya Darren
''Kenapa mas?'' tanya Hanin
''Beberapa hari ini, aku banyak hal yang harus di urus. Mungkin aku akan sering pulang terlambat'' Ucap Darren
''Tapi kasian bik Ning jika dia sendirian di rumah'' ucap Hanin
''Tenang saja, aku sudah meminta bik Ning kerumah utama'' ucap Darren
''Emmh baiklah mas'' ucap Hanin
Setelah sampai di kediaman utama, Darren kembali melajukan mobilnya menuju tempat Evan
.
''Bagaiamana?'' tanya Darren saat sudah berada di tempat Evan
''Dia yang melakukannya'' ucap Rainer menunjukkan sebuah foto pada Darren
''Siapa dia?'' tanya Evan
''Ibu Mona'' ucap Darren
''Segera tangakap dia, dan bawa juga Sandra'' ucap Darren dengan tatapan membunuh
__ADS_1
''Tuan, lokasi Sandra saat ini sedang berada di pinggiran kota M tuan'' ucap Arya
''Dion segera temukan Sandra dan bawa dia kehadapanku'' ucap Darren
''Baik tuan muda'' ucap Dion
''Rainer, apa ini ada kaitannya dengan peruahaan LV?'' tanya Darren
''Tidak tuan, setelah pemakaman putrinya, dia langsung di usir dari kediaman tuan Adit'' ucap Rainer
''Baguslah. Bantu perusahaan LV, tapi kau juga harus tatap mengawasi Adit'' ucap Darren
''Baik tuan muda'' ucap Rainer
.
**
Di sisi lain...
Tepat jam dua pagi, tiba-tiba saja Hanin merasakan aneh pada perutnya. Sudah ketiga kalinya dia bolak balik kamar mandi
''Kenapa aku merasa mual sekali?'' ucap Hanin sambil mentap cermin di hadapannya
''Perut ada apa denganmu?'' tanya Hanin sambil memegang perutnya
Hingga keesokan paginya, Darren masih belum kembali
''Sayang, kamu sudah bangun?'' tanya Rani lembut
''Maaf ma, Hanin gak bantu mama masak'' ucap Hanin terlihat sedikit lelah
''Ma, apa mas Darren tidak pulang?'' tanya Hanin
''Tidak, tadi Darren menghubungi papa, katanya beberapa hari ini dia belum bisa pulang'' ucap Ardie
''Apakah ada masalah besar hingga mas Darren tidak pulang, atau karna masalah ku'' batin Hanin merasa cemas pada suaminya itu
.
.
***
Tiga hari kemudian, Hanin pergi kerumah sakit di temani Risa
''Bagaiamana dok?'' tanya Hanin
''Ini bukan masalah yang serius. Selamat anda akan menjadi seorang ibu'' ucap dokter itu
''Sa...sa...saya ha..mil dok?'' tanya Hanin tak percaya
''Iya, usia kandungan anda masih berusia 5 minggu, jadi anda harus menjaganya baik-baik, dan jangan terlalu lelah'' ucap dokter itu
''Terima kasih dokter'' ucap Hanin meneteskan air matanya
''Akhirnya kamu datang nak'' ucap Hanin mengelus perutnya yang masih rata itu
''Apa kata dokter Hanin?'' tanya Risa
''Risa aku Hamil'' ucap Hanin
''Benarkah ? '' tanya Risa antusias, Hanin hanya memganggukkan kepalanya dan memeluk Risa
''Lalu kapan kau akan memberi tau Darren?'' tanya Risa
''Saat dia pulang nanti'' ucap Hanin senang
''Nah sekarang bumil lagi pingin apa nih?'' tanya Risa
''Lagi gak pingin apa-apa sih'' ucap Hanin
.
Setalah Hanin dan Risa keluar dari rumah sakit, tiba-tiba seorang pria mengahadang Hanin dan Risa
''Hai nona, apa kau masih mengingatku?''
__ADS_1