
Waktu berlalu begitu cepat, tiga bulan kemudian hubungan Hanin dan Darren semakin membaik. Bukan hanya dengan Hanin , bahkan dengan Rani pun hubungan mereka juga membaik
''Hanin kamu mau makan apa?'' tanya Darren yang sudah berada di cafe
''Apa saja'' jawab Hanin yang membuat Darren kesal, karna setiap ditanya selalu akan jawab apa saja
''Hanin, kenapa saat aku tanya kau akan menjawab apa saja?'' kesal Darren
''Ya karna aku akan makan apapun mas, asalkan itu bisa membuatku kenyang, apa lagi sekarang gratis'' ucap Hanin membuat Darren memukul pelan kepala Hanin
Setelah makan siang, Hanin dan Darren segera kembali ke kantor. Tapi Hanin lebih dulu yang memasuki kantor dan selang beberapa menit, Darran yang memasuki kantornya
Namun tanpa mereka sadari, seseorang pria mengepalkan tangannya kuat
''Kau sengaja menempatkan Hanin disismu Darren, tapi aku akan merebutnya darimu dan aku juga akan menghancurkanmu dengan tanganku sendiri'' batin pria itu
Saat Hanin mengantarkan berkasnya keruangan Darren, tiba-tiba saja Darren menghampiri Hanin dan menggenggam tangan Hanin
''Hanin, pekan ini kita akan ke kota A'' ucap Darren
"Ada apa, apa ada perjalan bisnis kok aku gak tau?" ucap Hanin bingung
"Papa memgajak kita untuk liburan" ucap Darren
"Apa pekan ini kita tidak punya acara?" tanya Hanin
"Bukankah kau yang tau ada jadwal atau tidaknya?" tanya Darren balik
"Iya benar juga, tapi seingatku tidak ada" ucap Hanin
"Dasar bodoh" ucap Darren menepuk kepala Hanin pelan
"Sepulang kantor kita akan mampir ke mall" ucap Darren
"Untuk apa?" tanya Hanin polos
"Kita akan membeli keperluan untuk pergi liburan, juga aku lihat baju kamu sudah banyak yang model lama" ucap Darren
**
Di tempat lain, Jesi yang saat itu sedang berkenan dengan Yuda, melihat salah satu sahabatnya juga berada disana bersama dengan seorang pria
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Yuda menggemggam tangan Jesi
"Aku lihat Risa sama cowok" ucap Jesi
"Udah untuk apa kamu kesana? Apa kamu mau jadi penggamggu mereka?" tanya Yuda
"Kenapa Risa gak ngomong kalau dia lagi kencan dan ternyata diam-diam, Risa punya pacar" ucap Jesi kesal
"Sudahlah, mungkin Risa punya alasan sendiri kenapa dia gak cerita sama kalian" ucap Yuda
"Tunggu saja, Risa pasti akan menceritakan pada kalian" ucap Yuda
"Ya mungkin aku harus memberi dia waktu" ucap Jesi duduk
**
"Risa, apa kau yakin tidak akan memberi tau sahabatmu tentang hubungan kita?" tanyanya
__ADS_1
"Belum saatnya, kita tunggu dulu saja" ucap Risa
"Hemh, terserah kamu saja, aku hanya tidak ingin sahabatmu marah karna kau tak jujur pada mereka" ucapnya
"Tenang saja, selama kita bisa menutupi dengan baik, mereka tidak akan tau tentang hubungan kita" ucap Risa
**
Di LV grup, Adit yang tidak bisa terus mempertahankan perushaannya pun akhirnya memutuskan untuk menyetujui apa yang dikatakan asisten Rainer
Sekitar satu jam akhirnya perushaan LV grup kini sudah merada di bawah naungan Prana Corp
"Tuan semua sudah beres" ucap Rainer
"Bagus, terus pantau Mona jika dia mengganggu Hanin lagi buat keluarga mereka jadi gelandangan" ucap Darren
"Baik tuan muda" ucap Rainer
***
Setelah pulang kantor, Hanin dan Darren langsung menuju mall
Saat sampai di mall, Darren langsung membawa Hanin ke toko baju. Kerna menurut Darren baju Hanin sudah sangat Lusuh
"Pergi coba" ucap Darren pada Hanin
Hanin segera pergi keruang ganti dan mencoba bajunya
"Tuan muda" ucap Pelayan yang membantu Hanin
"Ganti" ucap Darren
"Ganti" ucap Darren, Hanin pun menurutinya
"Bagaimana dengan yang ini?" tanya Hanin
"Ganti" ucap Darren
Tanpa menjawab Hanin pun langsung menggantinya hingga sampai baju yang ke 15
"Mas, kamu itu maunya yang mana sih? Ini udah yang ke 15" ucap Hanin kesal pada Darren
Melihat wajah kesal Hanin membuat Darren tersenyum, karna bagi Darren wajah Hanin terlihat sangat imut saat dia kesal
"Lumayan bagus" ucap Darren
"Bungkus semua baju yang sudah di coba tadi" ucap Darren membuat Hanin menatap Darren terkejut
"Baik tuan" ucap pelayan itu
"Mas, apa kamu sangat senang menyiksa aku seperti ini" ucap Hanin mengerucutkan bibirnya
"Karna saat kamu kesal kamu semakin imut" ucap Darren menarik hidung Hanin
Setelah membayar, Hanin dan Darren langsung makan malam di cafe mall itu
"Mas, aku turun di tikungan depan ya'' ucap Hanin
''Kau mau kemana?'' tanya Darren
__ADS_1
''Aku akan ke panti'' ucap Hanin
''Aku akan mengantarmu'' ucap Darren
''Baiklah jika kau tak keberatan'' ucap Hanin tersenyum lembut
''Kenapa semakin kesini aku semakin bergantung pada mas Darren, apa sekarang mas Darren sudah bisa melupakan Sandra?'' batin Hanin
Sementara itu, Rani dan Ardie sudah mempersiapkan kebutuhan mereka
''Mas, apa benar ini akan berhasil?'' tanya Rani
''Kenapa, apa kamu meragukan aku Rani?'' tanya Ardie
''Tidak. Aku hanya takit jika Darren tau, dia akan marah sama kamu'' ucap Rani, Ardie hanya diam tak menjawab
Kembali pada Hanin dan Darren
Saat mereka sampai di panti, beberapa anak panti langsung menghambur memeluk Hanin
''Kak Hanin, kenapa kak Hanin lama gak kesini, kita kan kangen'' ucap anak kecil itu
''Maaf kak Hanin sangat sibuk'' ucap Hanin
''Kak Hanin dia siapa?'' tanya ank yang lain
''Oh perkenalkan dia suami kak Hanin'' ucap Hanin
''Hanin, kamu datang nak'' ucap bu Ima
''Iya bu'' ucap Hanin mencium tangan bu Ima
''Hanin, bawa suamimu masuk'' ucap bu Ima
''Iya bu'' ucap Hanin
Saat Darren masuk, mata Darren langsung tertuju pada foto seorang wanita yang kini menjadi istrinya itu
''Apa Hanin begitu cantik tuan, hingga anda tidak berkedip memandangnya'' ucap bu Ima
''Iya, Hanin sangat cantik. Bukan hanya wajahnya tapi juga hatinya'' ucap Darren
''Dia Hendra, dia juga anak panti asuhan disini. Hanya saja dia sudah di adopsi oleh orang dari negara M'' ucap bu Ima
''Om perkenalkan aku Raka'' ucapnya dan mengulurkan tangannya pada Darren
''Om, apa aku setua itu?'' batin Darren
''Hei, kenapa kamu memanggilku om, apa aku setua itu?'' tanya Darren
''Tidak, tapi menurutku kau terlalu tua untuk kak Hanin'' ucap Raka yang masih berusia 10 tahun namun dia sudah bersikap seperti orang dewasa
''Raka, kenapa kamu bicara seperti itu?'' tanya bu Ima
''Karna yang seharusnya menjadi suaminya kak Hanin adalah aku, aku akan selalu menjaga kak Hanin'' ucap Raka sambil melipat tangannya di dada
''Raka, kamu tidak boleh bicara seperti itu pada orang yang lebih tua'' ucap Hanin lembut
''Kak Hanin, apa dia sudah melindungi kak Hanin dengan baik, apa dia sudah bisa menyayangi kak Hanin''
__ADS_1