
''Berhenti kalian'' tiba-tiba ucap seorang pria
''Sial, apa kita ketahuan?'' ucap Juan dan Angga
''Tuan muda mohon anda mengikuti saya'' ucapnya sopan
Angga dan Juan langsung mengikuti langkah pria itu
''Tuan muda, silahkan lewat sini. Di luar sudah ada orang saya yang akan membawa anda ke bandara'' ucapnya
''Kenapa kau ingin mmebantu kami?'' tanya Angga
''Benar, kau adalah orang kepercayaan Charles'' timpal Juan
''Anda akan tau siapa saya, suatu saat nanti'' ucap pria itu segera mendorong Angga dan Juan keluar dari rumah itu
''Sekali lagi terima kasih'' ucap Angga, dan segera pergi
''Angga, apa kau merasa aneh, tadi asisten Charles yabg memberikan denah pada kita, sekarang orang kepercayaan Charles yang membantu kita
''Aku juga aneh. Tapi kita kesampingkan dulu masalah ini, yang penting sekarang kita sudah keluar dari rumah itu'' ucap Angga
Setelah sampai bandara, Angga dan Juan langsung meninggalkan negara itu
*
Di sisi lain...
"Cepat ikuti kedua orang itu, dan segera temukan adiknya" ucap pria yang tak lain adalah orang kepercayaan Charles
"Baik tuan, beberapa anak buah sudah menyamar menjadi penumpang dan saya yakin mereka tidak akan mengetahui keneradaan orang kita" ucap bawahannya
"Dasar asisten sialan, berani bermain denganku" ucapnya
Flashback On
''Tuan, saya melihat Doni memberikan kertas dan makanan lalu di bawa ke ruang bawah tanah tuan'' ucap pelayan itu
''Apa kau tau kertas apa itu?'' tanya Antoni kepercayaan Charles
''Saya juga tidak tau, tapi saat saya lihat dari celah pintu, tuan muda berusaha memanjat atap tuan'' ucap pelayan itu
''Heh bagus sekali, ternyata Doni ingin berkhianat pada tuan. Biarkan saja mereka pergi, kita suruh orang untuk mengikutinya'' ucap Antoni
''Tapi, bagaimana jika tuan besar tau'' ucapnya
''Tenang saja, serahkan padaku'' ucap Antoni tersenyum miring
''Kau terus awas pergerakan Doni. Laporkan padaku setiap gerak geriknya'' ucap Antoni
''Baik tuan'' ucap pelayan itu sopan
Flashback Off
.
.
Kembali pada Hanin...
Saat Hanin berada di kantin, dia tidak sengaja melihat Melly
''Kak Melly'' teriak Hanin
''Hanin, yaampun apa kabar?'' tanya Melly memeluk Hanin
''Kabar aku baik kak, kak Melly gimana?'' tanya Hanin
''Seperti yang kau lihat'' ucap Melly menunjukkan perutnya yang sedikit membuncit
''Wah kak Melly akan punya adek bayi dong'' ucap Hanin senang
''Hanin, sekarang badan kamu agak berisi ya?'' tanya Melly
__ADS_1
''Apa aku gemuk kak?'' tanya Hanin yang melihat tubuhnya sendiri
''Enggak, walau kamu gemuk tapi tetep cantik kok'' ucap Melly mencolek pipi Hanin
''Kamu nagapain disini?'' tanya Melly
''Lagi mau cari cemilan, laper kak dan juga ada perlu sama Presdir'' ucap Hanin
''Ya sudah sana, aku tinggal dulu soalnya masih banyak kerjaan'' ucap Melly meninggalkan Hanin
Setelah membeli cemilan, Hanin segera kembali ke ruangan Darren
.
.
Keesokan harinya, di perusahaan Evan hanya diam duduk di depan jendela ruangannya sambil terus memandang foto wanita yang dia cintai
''Nisa, siapa kau sebenarnya? Kenapa sampai sekarang aku belum menemykan identitasmu yang sebenarnya'' ucap Evan
''Tapi melihat matamu dan cara mu membuatkan ku masakan, aku ragu jika kau adalah Nisa'' ucap Evan
Flashback On
''Karna orang yang paling aku sayang dan cintai sangat menyukai masakan ini'' ucap Nisa membuat Evan terkejut untuk kesekian kalinya
''A...ap...apa?'' tanya Evan terkejut
''Kenapa kak Evan begitu terkejut?'' tanya Nisa
''Apa dia kekasihmu?'' tanya Evan
''Dia papa dan kakakku'' ucap Nisa tersenyum
''Nisa, apa sebelumnya kau punya kekasih?'' tanya Evan, Nisa menggelengkan kepalanya
''Lalu bagaimana dengan kak Evan?'' tanya Nisa
''Dia wanita yang sangat baik, cantik dan juga pengertian'' ucap Evan lagi
''Lalu kenapa kak Evan putus jika dia baik?'' tanya Nisa
''Keadaan yang memaksaku untuk menyakitinya. Aku tidak ingin menyakitinya, tapi hah sudahlah jangan bahas ini'' ucap Evan karna tanpa sadar dia mengeluarkan air matanya
''Maaf, aku jadi menceritakan masa lalu ku'' ucap Evan, namun Nisa diam dan tanpa sadar Nisa juga menjatuhkan air matanya
''Nisa, kenapa kamu menangis?'' tanya Evan menghapus air mata Nisa
Namun tiba-tiba Nisa menepis tangan Evan, dan membuat Evan terkejut
''Ma...maaf, kak aku pamit pulang dulu'' ucap Nisa meraih tasnya dan segera keluar
''Tunggu, biar aku antar ya?'' tanya Evan
''Gak perlu, aku sudah memesan taxi'' ucap Nisa segera pergi
Flashback Off
Selang berapa lama Dani memasuki ruangan Evan
''Tuan muda, saya menemukan informasi baru'' ucap Dani
''Informasi apa?'' tanya Evan dingin
''tentang nona Danisa tuan'' ucap Dani
''Katakan'' ucap Evan antusias
''Nona Nisa adalah anak angkat tuan Erik dan nyonya Tika. Tapi sebelum di adopsi tuan Erik, nona Nisa memiliki adik perempuan yang sudah meninggal sekitar 5tahun yang lalu tuan'' ucap Dani
''Meninggal? Meninggal kenapa?'' tanya Evan terkejut
''Dia mendonorkan matanya pada kakaknya yang kecelakaan'' ucap Dani
__ADS_1
''Tidak mungkin, tidak mungkin, kau pasti salah Dani, cari lagi'' bentak Evan
''Maaf tuan, saya mendapat informasi itu dari tuan Erik'' ucap Dani
Evan diam sesaat sambil memejamkan matanya
''Keluarlah'' ucap Evan datar
Dani pun segera keluar dari ruangan Evan
''Dimana Evan?'' tanya Darren
''Tuan berada di dalam tuan'' ucap Dani
Darren pun langsung masuk ke ruangan Evan tanpa mengetuk pintu
''Apa Presdir disini sekarang hanya bisa melamun?'' tanya Darren
''Kenapa kau datang?'' tanya Evan lesu
''Kenapa kau tak bersemangat, apa kau sakit?'' tanya Darren
''Aku tidak apa-apa. Darren apa menurutmu jika Nisa adalah Nara apa yang harus aku lakukan?'' tanya Evan
''Evan, Nisa bukanlah Nara, dan Nara bukanlah Nisa'' ucap Darren
''Aku berharap Nisa bukanlah Nara. Tapi kenyataannya dia adalah Nara'' ucap Evan
''Apa maksudmu?'' tanya Darren
Evan langsung mengatakan informasi yang du dapat Dani pada Evan
''Jadi aku yang sudah membuat Nara kecelakaan, aku memang pria tak berguna'' ucap Evan sambil memukul kepalanya
''Evan tenanglah, ini bukan salahmu'' ucap Darren mencoba menenangkan Evan
''Dani panggil dr Gavin sekarang'' ucap Darren
''Baik tuan'' ucap Dani
.
10 menit kemudian, Gavin sudah berada di ruangan Evan dengan terburu-buru
''Kenapa dia bisa seperti ini?'' tanya Gavin
''Nara kembali'' ucap Darren membuat Gavin terkejut
''Apa Nisa benar adalah Nara?'' tanya Gavin, Darren mengangguk
''Sebaiknya kita bawa pulang saja Evan. Biarkan dia istirahat dulu'' ucap Gavin
Setelah meminta Dani menghandle semua urusan perusahaan, Darren dan Gavin langsung membawa Evan yang sudah tidur lewat lift belakang yang akan langsung menuju parkiran mobil Evan
.
.
Di sisi lain, seorang wanita menangis tanpa suara sambil menggenggam bajunya erat
''Kenapa aku tak bisa membencimu, kenapa semakin kesini aku semakin mencintaimu'' ucap wanita itu
''Jika tidak bisa, jangan di paksakan'' ucap seorang pria yang tiba-tiba berada di bekakang wanita itu
''Kenapa kakak kemari?'' tanyanya
''Aku hanya ingin melihat adikku'' ucapnya memeluk erat adiknya
''Kak, apakah aku salah?'' tanyanya
''Tidak. Seharusnya kau cari tau kenapa dia melakukan itu padamu'' ucapnya
''Apa di dalam hatimu masih ada dia?'' tanya pria itu lagi, Namun wanita itu hanya diam tak menjawab
__ADS_1