
Seorang wanita yang baru membuka matanya terkejut karna dia berada di gedung yang kosong
"Emmh ini dimana?" ucap seorang wanita yang baru membuka matanya
''Gavin, Gavin bangunlah'' ucap Hanin menghampiri Gavin, ya dia adalah Hanin
''Eh kita ada dimana? Hanin kamu gak papa?'' tanya Gavin sambil memegangi kepalanya
"Aku gak papa Gavin" ucap Hanin
"Sepertinya ini gudang yang sudah lama kosong" ucap Gavin
"Kita harus cari cara keluar dari sini" ucap Hanin
''Hanin ada orang, cepat tidur lagi'' ucap Gavin yang mendengar suara langkah kaki, Hanin pun menuruti apa yang di katakan Gavin
***
''Haniin'' teriak Darren saat sampai di rumah sakit dan melihat sebagian rumah sakit itu hancur
"Darren, jangan'' ucap Evan menghalangi Darren yang akan masuk ke gedung yang sudah 65% hancur
''Evan biar aku melihat Hanin, mungkin Hanin'' ucap Darren terhenti Darren tak bisa membayangkan keadaan Hanin saat ini
"Agra bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Evan
"Saat kejadian saya sedang berada di bawah, karna ada seseorang yang menyita perhatian saya" ucap Agra
Flashback On
Saat Agra keluar dari toilet, dia melihat seseorang yang mencurigakan
''Kenapa dia terus berada di depan kamar rawat Nona muda?'' ucap Agra yang masih terus mengawasi
Perlahan Agra melangkah mendekati orang itu, namun orang itu menyadari pergerakan Agra
Melihat Agra yang mendekat, pria itu segera berlari, dengan cepat Agra mengejar orang itu
Flashback Off
"Arya apa kau menemukan sesuatu?" tanya Rainer yang melihat Arya sedang sibuk dengan laptopnya
"Iya, sepertinya dia beraksi saat tuan muda baru saja meninggalkan rumah sakit" ucap Arya
''Tunggu sepertinya aku pernah melihat orang ini'' ucap Rainer
"Arya coba lacak keberadaan Gavin" ucap Rainer lagi yang mengingat Gavin
"Baik" ucap Arya
"Masih terdeteksi, sepertinya dia tidak jauh dari sini" ucap Arya
''Kalau begitu ayo kita cari, biarkan tuan muda Dareen dan tuan muda Evan disini'' ucap Rainer
''Baiklah ayo'' ucap Arya
Setelah kepergian Rainer dan Arya, Ardie datang di rumah sakit tanpa Rani
''Tuan Ardie'' panggil bu Ima
__ADS_1
''Bu Ima, kenapa bu Ima ada disini?'' tanya Ardie, Bu Ima menceritakan semua pada Ardie
''Sepertinya ada yang mengincar Hanin'' ucap Ardie
''Bu Ima jangan khawatir, kami akan melindungi Hanin dengan baik'' ucap Ardie menenangakan bu Ima
''Iya tuan'' ucap bu Ima
***
Di tempat lain...
"Dasar wanita j****g, seharusnya kau sadar siapa dirimu" ucap seorang wanita dan memegang kedua pipi Hanin
"Apa yang harus kita lakukan pada mereka sekarang?" tanya anak buahnya
"Habisi keduanya, aku tidak ingin dia menjadi penghalangku" ucap wanita itu
"Sepertinya aku mengenal suara ini" ucap Hanin dalam hati sambil mengingat suara itu
"Nona, sepertinya sayang jika dia langsung di habisi, bagaimana kalau saya nikmati dulu tubuhnya?" ucapnya tak tahan melihat tubuh Hanin yang mulus itu
"Benar nona, kami juga ingin merasakan wanita mulus seperti ini" ucap rekannya lagi
"Lakukan saja terserah kalian" ucapnya tersenyum miring
Saat pria itu akan menyentuh Hanin, dengan cepat Gavin menendang tangan pria itu
"Sial kau mengganggu kesenanganku" ucap pria itu ingin memukul Gavin, namun pukulan iti meleset
Hanin yang mendengar perkelahian itu, segera membuka matanya
"Bu Dini" ucap Hanin terkejut
"Jika sampai Hanin terluka kau tidak akan hidup dengan tenang" ucap Gavin sambil terus melawan bawahan Dini
"Gavin awas belakangmu" ucap Hanin, ya Gavin memang tidak begitu jago dalam bela diri
"Diam" teriak Dini membuat Hanin terkejut
"Bu Dini, kenapa bu Dini seperti ini" ucap Hanin
"Ini semua karna kamu, kalau seandainya saja kamu tidak datang di kantor, Darren tidak akan menjadikanmu sebegai skertarisnya" ucap Dini
"Apa bu Dini menginginkan posisi skertaris?" tanya Hanin
"Hanin cari kesempatan untuk lari" ucap Gavin
"Tapi bagaimana denganmu?" tanya Hanin
"Kamu tidak akan bisa kabur" ucap Dini mengeluarkan pisau yang sedari tadi dia pegang
"Hanin hati-hati" ucap Gavin
"Cepat habisi dia" ucap Dini pada anak buahnya untuk segera membunuh Gavin
"Gavin" teriak Hanin saat melihat Gavin sudah tidak dapat berdiri lagi
Namun tanpa mereka sadari, tiba-tiba seorang pria mendorong Dini hingga jatuh dan pisau itu terlempar
__ADS_1
"Sialan siapa itu" ucap Dini terkejut saat melihat orang yang mendorongnya itu
"Ke...kenapa kalian tau mereka disini?" tanya Dini terkejut
Ya Dini memang sengaja meledakkan rumah sakit itu, dan biarkan semua mengira Hanin mati dalam ledakkan itu
"Mas Darren" ucap Hanin berlari kepelukan Darren
"Hanin kamu gak papa kan?" tanya Darren, Hanin mengangguk
"Hahaha, apa kau pikir mereka bodoh?" ucap Gavin mencoba berdiri walau tubuhnya penuh dengan darah
"Apa maksudmu?" tanya Dini
"Apa kau lupa aku masih anak buah Darren, jadi aku tau bagaimana supaya Darren menemukan aku dan Hanin" ucap Gavin mengusap bibirnya
"Mas aku takut" ucap Hanin
"Jangan takut, aku akan melindungimu" ucap Darren menatap wajah Hanin, namun pandangan Darren teralihkan pada pipi Hanin yang merah dan sedikit mengeluarkan darah di ujung bibir Hanin
"Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti ini Dini" ucap Darren menatap Dini dengan tatapan membunuh
"Kenapa... Kenapa kau tidak pernah melihatku walau sedikit saja?" ucap Dini meneteskan airmatanya menatap Darren
"Kenapa aku harus melihatmu?" tanya Darren datar
"Dari awal aku bekerja di Prana Corp aku sudah mulai menyukaimu, tapi kau selalu cuek padaku. Bahkan dari dulu kau tidak pernah merekrut skertaris tapi kenapa kau malah menjadikan Hanin anak magang ini sebagai skertarismu" ucap Dini menangis
"Jadi bu Dini menyukai mas Darren?" tanya Hanin
"Mas, kau siapa berani memanggil dia dengan sebutan mas" ucap Dini mendorong Hanin
"Dasar wanita ular" ucap Rainer yang geram
"Itu hak dia mau memanggilku apa, karna dia adalah istriku" ucap Darren menekan kata istri
Duar, mendengar ucapan Darren Dini menutup mulutnya tak percaya
"Tidak itu tidak mungkin, tidak mungkin" ucap Dini mengacak rambutnya
"Bu Dini, bu Dini tenang dulu" ucap Hanin
"Ini semua karna kamu, karna kamu aku jadi gagal mendapatkan Darren" ucap Dini yang ingin mencakar Hanin namun di tahan oleh Rainer
"Rainer, Arya, bawa semuanya ke pihak yang berwajib. Aku mau mereka mendekam disana selamanya" ucap Darren menatap tajam Dini
"Baik tuan muda" ucap Ranier menyeret Dini dan Arya membawa anak buah Dini yang sudah dia ikat
"Tuan Darren saya minta maaf saya tidak akan melakukannya lagi" ucap Dini ketakutan namun sudah terlambat
"Mas" ucap Hanin memeluk tubuh suaminya itu
"Maaf aku tidak melindungimu dengan baik" ucap Darren
"Tidak mas, ini bukan salah kamu" ucap Hanin
"Ehem, apa kalian bisa menunda keromantisan kalian , aku sedang kesakitan" ucap Gavin menahan sakitnya
"Bukannya kau seorang dokter" ucap Darren
__ADS_1
"Brengsek, aku memang dokter tapi aku bukan vampir yang bisa sembuh dengan sendirinya saat terluka" ucap Gavin kesal
"Apa Gavin seorang dokter?"