
Setelah mendapat informasi dari Arya dan Evan, Darren kembali ke rumahnya dan dia teringat kembali pada istrinya
Tak lama setelah itu, ponsel Darren berdering, panggilan video
''Halo apa kau mengingatku?'' tanya seorang pria dari seberang telphon
''Ada apa?'' tanya Darren dingin
''Mas Darren'' panggil Hanin sambil menangis, Darren membelalakkan mata saat dia melihat wajah istrinya itu
''Sayang, sayang kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Darren tanpa sadar dia juga meneteskan air matanya
''Aku baik-baik saja mas, mas aku merindukan kamu'' ucap Hanin
''Aku juga sayang, aku juga sangat merindukan kamu. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik'' ucap Darren
''Ini bukan salah kamu mas. Aku yang harusnya minta maaf karna aku menyusahkan kamu'' ucap Hanin
''Hanin, jangan terlalu lama'' ucap Yuda pelan
''Mas, aku percaya kamu akan menyelamatkan aku... '' belum selesai Hanin bicara tiba-tiba panggilan itu berakhir begitu saja
''Sayang, Hanin, Hanin'' ucap Darren terus memanggil Hanin
.
Di tempat lain
''Yuda, apa kau adalah anak buah Kevin?'' tanya Hanin menatap Yuda
''Maaf, aku terpaksa melakukannya. Orang tuaku bekerja di kediaman Barack. Jika aku tidak membantu dia menculikmu orang tuaku akan di bunuh'' ucap Kevin
''Yuda, apa Jesi tau semua ini?'' tanya Hanin, Yuda menggelengkan kepalanya
''Hanin sekali lagi, maafkan aku'' ucap Yuda dan segera pergi dari kamar Hanin
.
.
Di hari berikutnya di negara L, Hanin terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun pengantin putih. Namun pernikahan itu bukanlah yang diinginkan Hanin
''Nona, jika anda menangis terus make-upnya akan luntur'' ucap wanita itu, namun Hanin tak memperdulikannya
''Bagaimana apa sudah selesai?'' tanya Kevin yang masuk ke kamar Hanin
''Maaf tuan, nona terus saja menangis jadi kami harus make-up ulang'' jawabnya
''Hanin, aku tidak peduli kau mau menangis atau tidak, yang penting sekarang kau akan menjadi milikku'' ucap Kevin tersenyum, Hanin hanya memalingkan wajahnya
''Apa kau bisa bahagia menikahi orang yang tidak mencintai bahkan menyukaimu?'' tanya Hanin tanpa menatap Kevin
''Tenang saja, aku pasti akan membuatmu bahagia, bahkan lebih bahagia saat kau bersama Darren'' ucap Kevin
''Dasar kau pria gila'' ucap Hanin
''Bersiaplah, sebentar lagi acara akan di mulai'' ucap Kevin dan menutup pintu secara kasar
''Mas Darren, aku merindukan kamu'' ucap Hanin pelan
*
__ADS_1
''Yuda, apa kau sudah memastikan keamanannya?'' tanya Kevin
''Sekarang bisa kau bebaskan orang tuaku?'' tanya Yuda
''Kenapa harus terburu-buru, bagaimana jika kau mengkhinatiku?'' tanya Kevin
''Tenang saja, asal kau melepaskan orang tuaku, aku akan berada di sini, jika aku mengkhianatimu kau bisa langsung membunuhku'' ucap Yuda
''Kalian lepaskan orang tua busuk itu, dan tetap awasi Yuda'' ucap Kevin pada anak buahnya
''Baik tuan'' ucapnya dan segera menuju ruang bawah tanah
.
''Ibu, Ayah'' ucap Yuda saat melihat keadaan kedua orang tuanya
''Yuda kenapa kamu disini? Cepat pergi disini tidak aman untukmu'' ucap sang ibu
''Ibu tenang saja, sekarang lebih baik ibu cepat pergi dari sini'' ucap Yuda
''Kalau begitu kita pergi bersama-sama'' ucap Ayah
''Ayah ibu, aku tidak bisa pergi dengan kalian, kalian pergilah dulu'' ucap Yuda lalu memeluk ayah dan ibunya
.
Satu jam kemudian, acara pernikahan akan di mulai, para tamu sudah berdatangan dan hanya tinggal menunggu mempelai wanita
Tak lama setelah itu, mempelai wanita keluar dengan wajah yang masih sedih. Semua takjub akan kecantikan pengantin wanita itu
''Kemarilah Hanin, upacara pernikahan akan segera di mulai'' ucap Kevin mengulurkan tangannya
Cukup lama Hanin terdiam, dia masih tidak bisa menerima dirinya akan menikah dengan pria lain
Saat akan memulai acara pernikahan dan mengucapkan janji pernikahan tiba-tiba
"Braaak" tiba-tiba pintu terbuka dengan keras membuat para tamu terkejut
"Sayang, apa kau melupakan suamimu?" tanya seorang pria
Raut wajah pengantin wanita yang tadi murung, kini dia berani menunjukkan senyumnya saat melihat pria itu
"Mas Darren" ucap Hanin ingin berlari kearah Darren, tapi ditahan oleh Kevin
"Apa kau tidak punya aturan, kami akan melangsungkan pernikahan" ucap Kevin geram
"Aku sangat tau aturan tuan muda Barack, tapi kau yang tidak tau aturan, kau menikahi wanita yang masih berstatus istriku" ucap Darren, para tamu pun membicarakan tentang keluarga Barack
"Jangan sembarangan kau, dari lahir dia sudah di takdirkan menjadi menantu di keluarga Barack" ucap Tuan besar Barack
"Bagaimana kalian bisa masuk kesini?" tanya Kevin
"Sangat mudah bagiku, apalagi ada orang yang membantuku" ucap Darren
"Sial, siapa yang sudah membantu mereka?" teriak Kevin
"Aku" ucap Yuda
Flashback On
Saat Yuda meminta orang untuk membawa orang tuanya pergi, di saat itu juga Doni dan Agra menggantikan anak buah Barack dengan orang Agra
__ADS_1
''Apa kau yakin orang tuaku akan aman bersamamu?'' tanya Yuda
''Jangan khawatir, aku juga orang tuan muda'' ucap Doni
Lalu bagaimana dengan para pengawal ini?'' tanya Yuda
''Mereka sudah aku gantikan dengan orangku'' ucap Agra
Flashback Off
"Kau, dasar pengkhianat" ucap Kevin, Yuda hanya tersenyum licik
"Semua cepat bawa mereka pergi" ucap tuan besar Barack
''Tidak akan ada yang bisa mengusirku'' ucap Darren
''Tunggu, Hanin sekarang kau pilih menikah denganku atau kakakmu akan menyusul kedua orang tuamu dan kakak pertama mu?'' ucap Kevin merangkul Hanin dangan tersenyum licik
Para tamu undangan tidak mengira bahwa keluarga Barack selicik itu
''Untuk apa kau mengancam dia dengan aku?'' ucap seorang pria yang tiba-tiba berada di belakang Kevin
''Ka...kau bagaimana kau bisa lepas'' ucap Charles terkejut
''Itu sangat mudah, beberapa teman baruku lebih pintar dan lebih licik darimu Charles'' ucap Angga tersenyum smirk
''Jika kalian semua ingin selamat, segera tinggalkan tempat ini'' ucap Evan meminta tamu undangan meninggalkan tempat acara
Dengan cepat para tamu undangan berlarian keluar untuk menyelamatkan diri, dan hanya tinggal beberapa saja yang tinggal disana
Melihat Kevin lengah, Angga segera menarik tangan Hanin dan membawa kedalam pelukannya
''Sayang kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Angga yang memeluk erat adiknya itu
''Aku gak papa kak'' jawab Hanin
''Pergilah ke belakang, disana ada Gavin dan Reiner'' ucap Angga menunjukkan jalan pada Hanin
''Lalu bagaimana dengan kalian?'' tanya Hanin
''Sayang ikuti apa kata kakakmu, aku akan segera menyusul kamu'' ucap Darren, Hanin menganggukkan kepalanya dan segera lari
''Jangan biarkan pengantinku pergi'' ucap Kevin yang ingin mengejar Hanin, tapi di tahan oleh Angga
''Berhentilah mengharapkan adikku'' ucap Angga datar
''Jika kau masih menginginkan istriku, aku jamin kau akan menjadi gelandangan'' Ucap Darren
''Hahaha, Darren kau pikir kau adalah orang yang paling berkuasa. Darren jika keluarga keluarga besar negara L membantuku, kau tidak akan bisa berbuat apa-apa'' ucap Barack
''Benarkah, coba saja kalian mencoba melawanku'' ucap Darren tersenyum licik
''Maaf tuan Barack, untuk saat ini saya tidak bisa membantu anda. Prana Corp adalah perusahaan terbesar di dunia, jika saya bersaing dengannya dan membantu anda, saya tidak yakin saya akan selamat'' ucap salah satu rekan Barack. Dan di susul juga oleh beberapa orang yang lain
''Sial kenapa jadi seperti ini?'' ucap Barack
''Kurang ajar ini semua karna kau'' ucap Kevin yang tiba-tiba menyerang Darren, dengan cepat Darren menghindar dari serangan Kevin
Dan kali ini, perkelahian itu tak terelakkan, beberapa pengawal di depan juga sudah banyak yang tergeletak karna ulah Antoni itu
.
__ADS_1
Di luar gedung...
''Kalian tidak akan bisa kabur dariku''