
Sandra yang mendengar kabar Hanin pergi dari rumah tertawa puas. Dia merasa dirinya sudah menang
''Bagus, lebih baik lagi wanita itu pergi dari negara ini selamanya '' ucapnya tertawa
''Kenapa kau terlihat sangat bahagia?'' tanya seorang pria yang biasa di panggil Axel
''Apa kau tau, aku sudah berhasil membuat Darren dan istrinya bertengkar'' ucap Sandra
''Bagus, lalu apa rencanamu sekarang?'' tanya Axel
''Tentu saja merebut Darren kembali dalam pelukanku'' ucap Sandra
''Tapi apa kau bisa menerima Darren, jika dia sudah tak memiliki apapun?'' tanyanya
''Tentu saja, aku sudah punya segalanya, jika Darren tidak punya apa-apa lagi, maka dia hanya bisa bergantung padaku. Dan kau juga bisa mendapatkan wanita yang kau idamakan selama ini'' ucap Sandra tertawa
''Baiklah lanjutkan rencanamu, jika kau sudah mendapatkan Darren aku akan langsung menemui tuan putriku'' ucap Axel dan langsung pergi
''Nona maaf, ada kabar buruk nona'' ucap salah satu pengawal Sandra
''Katakan'' ucap Sandra, entah apa yang dikatakan pengawalnya itu membuat Sandra tersenyum licik
''Bunuh saja dia, dia sudah tak berguna bagiku'' ucap Sandra
''Baik nona'' ucap pengawalnya dan segera pergi
''Sampah tak berguna'' ucap Sandra sambil menegak minumannya
.
***
Ardie dan Rani yang mendapat kabar, Hanin sudah dalam perjalanan pulang, mereka segera berangkat di kediaman Darren
Saat Rani dan Ardie baru saja sampai, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah Darren
''Mama, papa'' ucap Hanin berlari kearah mertuanya itu
''Hanin, kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Rani khawatir
''Hanin baik-baik saja ma, maaf membuat mama khawatir'' ucap Hanin
*
''Sebaiknya kita pergi dari sini'' ucap Nisa
''Benar, ini masalah keluarga Darren dan Hanin'' ucap Jesi
Setelah berpamitan, Gavin melajukan mobilnya mengantar ketiga wanita itu
Begitupun dengan Rainer dan Evan, mereka langsung pergi
''Masuk'' ucap Ardie tegas
''Darren apa tidak ada yang ingin kau katakan?'' tanya Ardie yang menatap Darren tajam
''Hanin, maafkan aku, aku sudah membuatmu kecewa'' ucap Darren menunduk
''Sudahlah, aku sangat lelah aku ingin istirahat'' ucap Hanin berjalan kearah kamar tamu
''Hanin...ak..'' ucapan Darren terhenti saat Rani menahan tangan Darren yang ingin mengejar Darren
''Biarkan dia tenang dulu, mama akan bicara pada Hanin'' ucap Rani lembut
Setelah itu, Rani pun menghampiri kamar tamu yang di tempati Hanin
''Hanin boleh mama masuk?'' tanya Rani
''Iya ma, masuk saja'' ucap Hanin yang duduk di sofa
__ADS_1
''Hanin, mama tau kamu sangat kecewa pada Darren. Tapi mama tau, Darren tidak akan melakukan hal seperti itu jika dia tidak di jebak'' ucap Rani
''Ma biarkan Hanin memikirkannya dulu, biarkan Hanin sendiri dulu'' ucap Hanin tersenyum paksa
''Iya sayang, kamu istirahatlah mama akan keluar'' ucap Rani
.
.
Disisi lain, Rainer langsung menghampiri Risa yang akan masuk kerumahnya
''Risa'' panggil Rainer
'' Rainer, kenapa kau kemari? Apa kau masih akan memarahiku, karna aku menampar sahabatmu?'' tanya Risa
''Iya, aku memang sangat marah. Tapi bukan karna Darren, tapi karna dirimu'' ucap Rainer mengangkat tubuh Risa
''Kenapa denganku'' ucap Risa ketus
''Bukankah aku harus menghukummu, karna kau sudah membuatku khawatir?'' ucap Rainer tersenyum, namun senyuman itu sangat menakutkan
''Eeh ka...kalau masalah itu, aku minta maaf. Aku tidak bisa tenang mendengar kabar Hanin pergi'' ucap Risa menundukkan kepalanya
''Kenapa kalian sangat menyayangi Hanin, terlebih kau sangat khawatir saat Hanin terluka?'' tanya Rainer penasaran
''Hemmh kalau bukan karna Hanin, aku dan keluargaku tidak akan seperti sekarang'' ucap Risa
''Apa maksudmu?'' tanya Rainer
''Dua tahun yang lalu...
Flashback On
Saat Risa berusia 18tahun, Risa dan orang tuanya mengalami kecelakaan
Dan papa Risa kritis karna mengalami pendrahan yang hebat
''Bagaimana keadaan suami saya dok?'' tanya mama Risa yang terluka di bagian kepalanya
''Pak Sutomo harus segera mendapatkan donor darah, sedangakn rumah sakit kami kehabisan stok darah AB-'' ucap perawat
''Ma, biar Risa yang mendonorkan darah Risa'' ucap Risa
''Maaf, nona anda tidak bisa karna anda juga mengalami luka cukup parah'' ucap perawat
''Maaf suster, saya juga memiliki darah AB- saya siap mendonorkan darah saya'' ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul
''Tapi kami tidak mengenal kamu'' ucap mama Risa
''Menyelamatkan nyawa orang, tidak perlu saling mengenal. Asalkan darah saya cocok, saya akan mendonorkan darah saya'' ucapnya lembut
''Baiklah, mari ikut saya'' ucap suster
Sekitar dua jam, akhirnya operasi berjalan dengan lancar dan papa Risa dapat diselamatkan
''Nak, siapa namamu?'' tanya mama Risa yang menghampiri gadis itu
''Nama saya Hanin nyonya'' ucap Hanin lembut
''Nama yang bagus, panggil saja saya tante'' ucapnya lembut
''Hai, terimakasih karna kamu sudah mau menyelamatkan papaku'' ucap Risa memeluk Hanin
''Tidak masalah, aku senang mendengar papa nona'' ucap Hanin tersenyum walau sedikit agak pucat
''Panggil aku Risa, jangan nona'' ucap Risa
''Katakan nak, berapa yang harus saya bayar untuk darah kamu?'' tanya mama Risa menggenggam tangan Hanin
__ADS_1
''Tidak perlu, saya ikhlas membantu keluarga anda'' ucap Hanin yang turun dari ranjangnya
''Kamu mau kemana?'' tanya Risa
''Saya harus kembali ke panti asuhan'' ucap Hanin
''Apa kau tinggal di sana?'' tanya Risa
''Iya, saya anak yatim piatu. Kalau begitu saya permisi, semoga tuan segera sadar'' ucap Hanin lembut
Sekitar minggu berikutnya, Keluarga Sutomo mendatangi panti asuhan rumah kasih
''Nyonya'' sapa Hanin sopan
''Hanin bisa kita berteman?'' tanya Risa memeluk Hanin
''Tentu saja'' ucap Hanin tersenyum
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya mereka mengatakan bahwa ingin mengadopsi Hanin
''Maaf tuan nyonya, saya tidak bersedia'' ucap Hanin
''Tapi kenapa nak? Kamu sudah menyelamatkan nyawa saya'' ucap Sutomo
''Apa jika perawat yang menyelamatkan anda, anda akan mengadopsinya juga?'' tanya Hanin
''Tentu tidak, itu sudah tugas mereka'' ucap papa Risa
''Kalau begitu, sama halnya dengan saya'' ucap Hanin sopan
Mendengar perkataan Hanin, mereka hanya diam dan tak memaksa Hanin lagi
''Baiklah kami tidak akan memaksamu nak'' ucap papa Risa membelai lembut rambut Hanin
''Tapi, apa kau masih mau berteman denganku?'' tanya Risa
''Tentu saja'' jawab Hanin
Falshback Off
''Jadi ini sebabnya kau sangat menyayangi Hanin?'' tanya Rainer
''Iya, Hanin bagaikan malaikat bagi keluargaku'' ucap Risa meneteskan air matanya
.
.
***
Malam harinya, Ardie dan Rani memutuskan untuk kembali kerumah utama. Mereka ingin memberi waktu berdua untuk, Hanin dan Darren
Darren mencoba masuk ke kamar, karna Hanin kembali ke kamar mereka
''Hanin, apa yang kau lakukan?'' tanya Darren saat melihat Hanin memasukkan pakaiannya kedalam koper
''Hanin jawab aku'' ucap Darren namun Hanin masih diam
''Hanin, apa kau akan meninggalkanku?'' ucap Darren terduduk lemas
''Mas Darren, aku tau di dalam hatimu tidak pernah ada aku'' ucap Hanin menghampiri Darren
''Tapi aku mencintaimu'' ucap Darren
''Mencintai seseorang, Tapi orang yang kau cintai tidak ada di hatimu, apa dia masih bisa merasakan cintanya?'' tanya Hanin
''Maafkan aku, ini semua kesalahanku'' ucap Darren
''Mas, apa kau merasakan di hatimu ada aku?'' tanya Hanin mencoba menahan air matanya
__ADS_1
''A...ak...aku...''