Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 26


__ADS_3

Malam harinya, saat Darren masih berada di kantornya, tiba-tiba Agra melaporkan sesuatu pada Darren


''Tuan muda, ada seseorang yang ingin mencari identitas nona muda'' ucap Agra


''Siapa?'' tanya Darren menatap Agra


''Setelah saya selidiki, ternyata dia dari negara M'' ucap Agra


''Terus pantau dia, dan jaga identitas nona muda'' ucap Darren


''Baik tuan muda. Tapi dari informasi yang saya dapat, malam ini dia akan kembali kenegara M tuan'' ucap Agra


''Baiklah kirim identitas orang itu padaku, aku akan meminta Rainer dan Evan menyelidikinya'' ucap Darren


''Segera tuan muda'' ucap Agra


Selang beberapa menit, Agra sudah mengirimkan filenya pada Darren


Setelah itu, Darren langsung meraih ponselnya dan menghubungi Rainer


''Halo Rainer, aku sudah mengirim file padamu. Selidiki juga dia'' ucap Rainer


''Hah, kenapa kau meminta aku menyelidiki orang lain lagi?'' tanya Rainer


''Dia mencoba mencari identitas Hanin'' ucap Darren


''Baiklah, ta....'' belum selesai Rainer berbicara Darren sudah memutuskan sambungan telphonnya


''Agra, ayo kita pulang'' ucap Darren


''Baik tuan muda'' ucap Agra


**


Sementara itu, Rainer terlihat kesal pada sahabat sekaligus bosnya itu


''Apa kau sudah tak waras?'' tanya Evan yang melihat Rainer memaki ponselnya


''Iya aku sudah tidak waras, aku sudah di buat gila oleh sahabatmu itu'' ucap Rainer


''Hei dia juga sahabatmu'' ucap Evan


''Apa yang dia katakan?'' tanya Evan, Rainer langsung mengatakan semua yang di katakan Darren pada Evan


''Kalau begitu, bagi tugas'' ucap Evan


''Kau cari tau dia, aku akan mencari tau tentang keluarga Allaric'' ucap Evan


''Baiklah aku setuju'' ucap Rainer


****


Keesokan harinya...


Diacara kampus, semua menatap kedatangan seorang wanita dan juga seorang pria yang baru datang


"Clara lihatlah, apa mereka sedang menjalin hubungan?" tanya Karin


"Memang begitu kalau ja***g, di kantor Bryan dan juga Kevin, terus rekan kerja presdir, sekarang Gavin" ucap Clara tak suka pada Hanin


''Tunggu dimana Mona?'' tanya Clara celingukan


''Bentar lagi dia datang. Katanya ada kejutan'' ucap Karin


*


"Gavin, apa kau lihat semua mata tertuju pada kita?" tanya Hanin sedikit gugup


"Biarkan saja, anggap mereka semua patung manekin" ucap Gavin berbisik


"Hanin, Gavin disini" ucap Nisa melambaikan tanganya

__ADS_1


"Kita langsung kesana saja" ucap Hanin, Gavin pun mengikuti langkah Hanin


***


Sedangkan di negara lain...


Seorang pria terlihat memasuki rumah yang kecil namun terlihat elegan


"Tuan muda" ucap bawahannya itu


"Apa mereka sudah sadar?" tanyanya


"Belum tuan" ucapnya


Tak berapa lama kedua orang pria itu membuka matanya. Mereka terkejut karna saat ini mereka dalam keadaan terikat di kursi


"Apa kalian sudah bangun" ucapnya tersenyum


"Kenapa kita bisa disini?" tanya Rainer pelan


Flashback On


Sore itu, Rainer dan Evan bersiap ke bandara dan anak buah Evan juga sudah menunggu di bandara untuk kembali kenegara I


''Apa kau yakin kita akan pulang malam ini?'' tanya Evan


''Iya, lebih cepat lebih baik. Lagipun aku juga sudah sangat merindukan kekasihku'' ucap Rainer membayangkan wajah Risa


''Dasar sialan. Apa kau tak merasa sungkan pada sahabatmu yang masih sendiri ini'' ucap Evan


''Biasa saja'' ucap Rainer mengejek, membuat Evan semakin kesal


Namun saat baru keluar dari lobi hotel, tiba-tiba saja seseorang memukul Evan dan Rainer hingga mereka tak sadarkan diri


Flashback Off


"Lepaskan kami apa mau kalian?" tanya Evan menatap tajam pria dihadapannya itu


"Kenapa kau menginginkan kematian kami?" tanya Evan


"Karna kalian sudah berani mencari tau tentang keluarga Allaric" ucap pria itu sambil mengeluarkan pistol dari balik kemejanya


''Bagaimana kau tau, kami sedang menyelidiki keluarga Allaric?'' tanya Evan penuh selidik


"Heh...tidak salah lagi, kau adalah Angga Charles, putra angkat tuan Aiden Charles" ucap Rainer yang membuatnya terkejut


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Angga menodongkan pistolnya


"Kau tidak perlu tau siapa aku, bukannya kau memginginkan nyawaku?" ucap Rainer masih tenang


"Lepaskan ikatannya" ucap Angga


"Baik tuan" ucap anak buahnya


"Katakan siapa kau?" tanya Annga dan duduk di hadapan Evan dan Rainer


"Tunggu, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Evan


"Jawab pertanyaanku dulu" ucap Angga


"Kalung itu, apakah itu memang milikmu?" tanya Evan yang melihat kalung milik Angga


"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu" ucapnya datar


"Bukankah kalung itu hanya dapat dimiliki oleh keturunan Allaric?" tanya Rainer


"Itu bukan urusanmu" ucap Angga


"Sekarang giliran kalian menjawab pertanyaanku" ucap Angga


"Aku Rainer dan dia sahabatku Evan" ucap Rainer

__ADS_1


"Apa tujuan kalian menyelidiki keluarga Allaric?" tanya Angga


''Sepertinya aku tidak bisa memberi tahumu disini'' ucap Rainer


''Kenapa, ini adalah daerahku'' ucap Angga sombong


''Disini memang daerahmu, tapi apa kau menyadari jika di sekitarmu banyak mata-mata'' ucap Evan pelan


''Ternyata kalian menyadari juga'' ucap Angga tersenyum miring


''Baik, jika kau ingin tau datanglah ke negara I. Kami akan menunggumu disana'' ucap Evan


''Baiklah, aku akan datang kesana, sekaligus aku ingin mencari seseorang'' ucap Angga


''Baik, jika begitu bisakah kau lepaskan kami'' ucap Rainer


''Baik, anak buahku akan mengantar kalian ke bandara'' ucap Angga


***


Di acara kampus Mona yang baru datang menjadi pusat perhatian


"Mona disini" ucap Clara


"Mona, apa kau tak salah bajumu kenapa bisa sama dengan Hanin" ucap Karin


"Tentu saja tidak, gaunku ini di buat oleh desainer ternama" ucap Mona sombong


"Ya jelas saja milik Mona ini yang asli, entah kalau milik Hanin" ucap Clara


"Wah Mona kau terlihat sangat cantik dengan gaun ini" ucap Gavin menghampiri Mona


"Tentu saja" ucap Mona memainkan rambutnya


"Kau memesan gaun ini dimana?" tanya Gavin


"Ehh aku...memesan di butik salah satu langganan mamaku, dan aku juga tidak tau nama butiknya" ucap Mona sedikit gugup


"Mona, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Yuda


"Apa? Jangan bilang kau akan mengatakan aku cantik" ucap Mona percaya diri


"Bukan, sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa masih ada lebel harga di gaunmu" bisik Yuda yang membuat Gavin menahan tawa


"Sialan, apa kau mau ngerjaiku?" tanya Mona geram


"Kalau kau tak percaya lihat saja sendiri" ucap Yuda


Mona segera pergi ke toilet bersama kedua sahabatnya


"Siaaal, Yuda mengerjaiku" ucap Mona kesal


"Jelas saja, dia kan juga termasuk sahabat anak yatim piatu itu" ucap Clara


"Rencana awal gagal untuk membuat Hanin malu, jadi aku akan menggunakan rencana B" ucap Mona meraih ponselnya


"Hallo, lakukan setelah dia berada tempat yang sudah aku rencanakan" ucap Mona tersenyum licik


"Mona apa yang kau rencanakan?" tanya Karin


"Kau akan tau nanti" ucap Mona dan langsung keluar dari toilet itu


"Eh aku ke sana dulu ya bentar" ucap Risa


"Cieeh yang lagi LDR, kangen nih" ledek Hanin


"Apaan sih" ucap Risa malu dan segera pergi


Saat Risa kembali, dia melihat lampu hias yang tepat berada di atas Hanin tiba-tiba bergoyang


"Hanin awaaas" pekik Risa

__ADS_1


"Pyaar''


__ADS_2