Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 44


__ADS_3

''Aaaaakkkhh'' terdengar teriakan dari lantai dua


Darren dan yang lain langsung berlari ke lantai dua dengan paniknya


''Sayang'' ucap Darren, semua terkejut saat melihat keadaan keempat wanita itu


''Kenapa kalian semua tiba-tiba masuk?'' tanya Hanin terkejut


''Apa kalian mau berdemo?'' sambung Hanin


''Apa yang terjadi pada kalian?'' tanya Rainer bingung


''Tidak terjadi apa-apa'' jawab Risa enteng


''Kenapa tadi kalian berteriak?'' tanya Evan


''Lagi nonton film horor yang menyeramkan'' jawab Risa sambil bergidik ngeri


''Kalian membuat kami takut'' ucap Darren memeluk Hanin


''Ehem, masih ada orang'' sindir Evan, namun tak di perdulikan Darren


Namun tiba-tiba Dani dan Arya menyusul ke lantai dua dengan tergesa-gesa


''Tuan muda gawat, saham perusahaan Prana Corp tiba-tiba anjlok'' ucap Dani


''Apa?'' tanya Evan dan Rainer


''Kita bicarakan di luar. Sayang segeralah tidur, ini sudah malam'' ucap Darren mencium kening istrinya itu


''Iya mas'' jawab Hanin memgangguk


Darren pun segera keluar dan diikuti yang lain


'''Apa kalian sudah menemukan siapa yang melakukannya?'' tanya Darren tetap tenang


''Sudah tuan'' ucap Arya menunjukkan laptopnya


''Ternyata benar, ada pengkhianat disini'' ucap Darren tersenyum licik


''Darren jangan katakan kau sudah mengetahui sejak awal?'' tanya Evan penuh selidik


''Aku baru menyadarinya beberapa jam yang lalu'' ucap Darren


''Maksudmu?'' tanya Rainer


''Saat aku makan bersama Hanin, aku mailhat seseorang sedang mengawasiku'' ucap Darren


''Dan saat aku akan datang kesini pun, mereka mengikutiku. Tapi untung saja, aku bisa mengelabui mereka'' sambung Darren


''Kalau begitu, pasti keluarga Barack juga tau jika adikku sudah menikah denganmu, jadi dia menghancurkan perusahaanmu lebih dulu'' ucap Angga menebak


''Dia bukan keluarga Barack'' ucap Darren


''Lalu siapa dia?'' tanya Juan


''Aku sudah tau siapa. Tapi kalian tidak perlu ikut campur kalian tetap fokus pada keluarga Barack dan Charles'' ucap Darren


''Tuan, lihatlah'' ucap Arya menunjukkan laptopnya kembali


''Terus selidiki. Aku ingin dalam waktu dua minggu kita sudah bisa menghancurkan keluarga Barack dan Charles. Apa kau keberatan Angga?'' tanya Darren


''Tentu saja tidak. Aku akan membantumu dan aku juga akan mengambil apa yang harus menjadi milikku dan Hanin'' ucap Angga dengan mata penuh dendam


.


Setelah selesai mengobrol, Darren langsung kembali ke kamarnya. Dia melihat istrinya yang tertidur dengan lelapnya


Darren mengelus dan juga mencium kening istrinya itu


''Apapun yang terjadi, aku akan selalu melindungi mu, bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku'' ucap Darren lembut


''Aku tidak akan membiarkan kamu mengorbankan nyawamu demi aku'' ucap Hanin membuka matanya


''Apa aku membangunkan kamu?'' tanya Darren


''Tidak, aku memang belum tidur'' jawab Hanin


''Kenapa kau belum tidur?'' tanya Darren


''Aku tidak bisa tidur. Mas bagaimana dengan saham perusahaan?'' tanya Hanin khawatir pada suaminya

__ADS_1


''Sayang, kamu tidak perlu memikirkan tentang perusahaan. Yang perlu kau pikirkan adalah kesehatanmu dan anak kita'' ucap Dareen lembut


''Tapi aku khawatir jika kau terlalu lelah'' ucap Hanin


''Kalau begitu, hibur aku'' ucap Darren


''Caranya?'' tanya Hanin dengan polosnya


''Seperti ini'' ucap Darren langsung mencium bibir Hanin, lebih tepatnya me****t bibir istrinya itu


Tanpa perlawanan Hanin pun memgikuti permainan suaminya itu


''Emh...emh..emh'' Hanin memukul dada bidang Darren karna sudah sulit untuk bernafas


''Dasar bodoh kenapa kau menahan nafasmu?'' tanya Darren, sedangkan Hanin hanya menunduk malu


''Sayang, bisakah aku menjenguk anak kita?'' tanya Darren


''Memjenguk?'' tanya Hanin bingung


Tanpa menjawab pertanyaan Hanin, Darren langsung memulai aksinya. Ciuman yang sangat lembut dan tangan Darren juga sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh istrinya itu


''Hanin, aku sangat mencintaimu'' bisik Dareen


''Terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu, aku juga mencintaimu'' ucap Hanin menatap mata Darren


Dan malam itu pun di lewati dengan rituwal suami istri itu


.


.


***


Waktu begitu cepat berlalu, kini kandungan Hanin sudah berusia dua bulan. Hanin terlihat sangat bahagia sambil menatap perutnya yang sedikit membuncit itu


''Sayang kamu baik-baik ya disana'' ucap Hanin mengelus perutnya


''Sayang, kamu mau kemana kenapa kamu sudah berdandan dengan rapi?'' tanya Darren, yang baru masuk


''Bukannya hari ini jadwal aku ke kampus?'' tanya Hanin


''Tidak apa-apa mas, nanti aku bisa minta jemput Gavin atau Jesi'' ucap Hanin


''Tidak, aku yang akan mengantar kamu ke kampus. Pulangnya nanti kamu sama Gavin'' ucap Darren


''Baiklah ikuti apa kata tuan suami'' ucap Hanin memeluk Darren dengan manja


''Kenapa hari ini kau sangat manja?'' tanya Darren


''Entahlah mas, aku merasa jantungku berdegup sangat kencang akhir-akhir ini'' ucap Hanin masih memeluk suaminya


''Apa perlu kita ke dokter?'' tanya Darren menatap istrinya


''Tidak perlu mas. Ya sudah ayo sarapan'' ajak Hanin memarik tangan suaminya itu


**


Setelah sarapan, Darren langsung mengantar istrinya ke kampus


Tak butuh waktu lama untul sampai ke kampus, ternyata di gerbang kampus ketiga sahabatnya pun sudah menunggu Hanin


Saat Hanin akan turun tiba-tiba Darren menarik tangan Hanin


''Kenapa mas?'' tanya Hanin bingung


''Beri aku ini'' ucap Darren langsung menarik tengkuk istrinya itu


''Dasar mesum'' ucap Hanin kesal saat dapat serangan tiba-tiba dari Darren


Setelah itu Hanin langsung menghampiri ketiga sahabatnya itu, dan Darren langsung saja tancap gas menuju kantornya


Namun tanpa Darren sadari seseorang mengikuti mobilnya


.


.


Sementara itu, seorang pria meminta anak buahnya untuk mengawasi pergerakan Hanin dan Darren


''Aku harus mendapatkan Hanin dulu, sebelum keluarga Barack yang merebutnya'' ucap pria itu mengepalkan tangannya

__ADS_1


''Apa kita akan melakukannya hari ini tuan?'' tanya anak buahnya


''Tentu, saat Hanin pulang dari kampusnya segera hadang dia'' ucap pria yang biasa di sapa Axel itu


''Dan satu lagi, jangan sampai kalian menyakiti janin yang di kandung Hanin'' ucap Axel


''Baik tuan muda'' ucapnya dan segera menunggalkan tempat itu begitupun dengan Axel


''Aku tidak akan membiarkan siapaun merebut Hanin dariku, walau sahabatku sendiri'' batin Axel dengan mengendarai mobilnya


.


.


.


Sedangkan disisi Darren...


Darren yang baru sampai di kantornya, dia langsung di sambut oleh asistennya yang tak lain adalah Rainer


''Selamat pagi tuan'' sapa Rainer sopan


''Hemmh, bagaiamana perkembangan keluarga Barack?'' tanya Darren sambil terus berjalan


''Menurut Arya, dia masih belum ada pergerkan tuan'' ucap Rainer mengikuti langkah tuan mudanya itu


''Terus pantau pergerakannya'' ucap Darren dan masuk kedalam lift khusus presdir


''Baik tuan'' jawab Rainer lalu menekan tombol lift menuju ruangan presdir


''Apa kau melakukan tugasmu?'' tanya Darren


''Sudah tuan, beberapa anak buah tuan Evan sudah menjaga nona muda dan juga di samping nona muda ada Gavin '' ucap Rainer yang tau pertanyaan dari tuan mudanya


''Baiklah, berikan semua laporan padaku aku akan pulang lebih awal'' ucap Darren


''Baik tuan, segera laksanakan'' ucap Rainer masuk ke ruangannya


''Sepertinya, Axel semakin marah karna gagal menjatuhkan perusahaan Prana Corp'' ucap Darren tersenyum licik yang sudah berada di ruangannya


.


.


Setelah jam kampus bubar, Hanin segera masuk ke mobil Gavin


''Apa kita langsung pulang?'' tanya Gavin


''Emmh ke supermarket bentar deh. Aku mau cari cemilan'' jawab Hanin


''Baiklah nona, berangkat'' ucap Gavin dan langsung melajukan mobilnya


Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba beberapa mobil mulai mendekati mobil Gavin


''Vin, ini kenapa banyak mobil yang mengejar kita?'' tanya Hanin khawatir


''Entahlah, Hanin kencangkan sabuk pengamanmu'' ucap Gavin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Namun mobil itu masih mampu mengejar mobil Gavin


''Hanin, hubungi Darren minta bantuan'' ucap Gavin


''Dengan tangan gemetar, Hanin meraih ponselnya namun Darren tak kunjung mengangkat telphonnya. Sedangkan mereka semakin dekat. Hingga percobaan yang ke tiga kalinya


''Sayang ada apa?'' tanya Darren


''Mas tolong, kita di kejar oleh orang tak di kenal'' ucap Hanin


''Apa, katakan dimana posisi kalian?'' tanya Darren terkejut dan berdiri dari duduknya


Belum sempat Hanin mengatakan di posisinya tiba-tiba


''Gavin Awaaas''....


.


.


.


**terima kasih untuk like, dan comentnya**

__ADS_1


__ADS_2