Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 15


__ADS_3

''Apa mas Darren akan selalu membawa foto Sandra'' batin Hanin


''Hanin, kenapa?'' tanya Darren yang melihat Hanin duduk melamun di dekat jendela


''Tidak apa mas'' jawab Hanin memaksakan tersenyum


''Kalau kamu sudah siap ayo kita segera turun'' ucap Hanin lagi


''Baiklah ayo, aku sudah lapar'' ucap Darren menggandeng tangan Hanin


''Seandainya waktu bisa berhenti, aku ingin waktu itu berhenti seperti ini'' batin Hanin tersenyum getir


Setelah sampai di cafe resort, mereka langsung menghampiri Ardie dan Rani juga kedua sahabat Darren


''Eh jangan-jangan mereka habis belah duren tuh'' bisik Evan


''Kenapa, apa kau cemburu?'' tanya Rainer


''Tentu saja, apa kau tidak ingin merasakannya juga'' goda Evan sambil memainkan alisnya


''Dasar sialan'' umpat Rainer kesal


''Apa yang kalian bicarakan?'' tanya Darren menatap Rainer dan Evan tajam


''Tidak ada, hanya Evan berkata dia cemburu melihatmu dengan Hanin'' jawab Rainer melirik Evan


Evan yang saat itu sedang minum langsung menyemburkan minumannya


''Sial'' umpat Evan, sedangkan Rainer tersenyum begitupun dengan Ardi dan Rani hanya menggelengkan kepalanya


''Rainer, bagaimana penyelidikanmu?'' tanya Ardie


''Tidak perlu di selidiki'' ucap Darren


''Tapi ini tidak bisa di biarkan'' ucap Evan tak terima


''Untuk apa menyelidiki, jika kalian dalangnya'' ucap Darren menatap tajam keduanya tidak terkecuali papanya


''Sayang, mama tidak ikut andil dalam masalah ini'' ucap Rani yang takut dengan tatapan Darren


''Ya Darren tau'' ucap Darren menggenggam tangan Rani


"Maksudnya yang memberikan obat pada mas Darren..... " ucapan Hanin terhenti


"Sudahlah jangan di bahas, cepat makan" ucap Darren memberikan ayam goreng kesukaan Hanin


**


Setelah itu, Hanin memutuskan untuk berkeliling di area resort itu


''Sungguh taman yang sangat indah'' ucap Hanin tersenyum


''Hanin, apa yang kau lakukan disini?'' tanya Evan yang saat itu sedang bersama Rainer


''Dimana Darren?'' tanya Rainer


''Mas Darren sedang mengobrol dengan papa'' jawab Hanin


''Hanin ada apa?'' tanya Evan


''Tidak ada apa-apa kak'' jawab Hanin


''Jangan berbohong, aku bisa melihat kau sedang memikirkan sesuatu'' ucap Evan


''Apakah jelas terlihat?'' tanya Hanin duduk di salah satu bangku taman itu


''Katakan ada apa?'' tanya Rainer


''Kak, Sandra itu wanita seperti apa?'' tanya Hanin


''Kenapa kau menanyakan Sandra?'' tanya Rainer mengerutkan keningnya

__ADS_1


''Aku rasa mas Darren tidak bisa melupakan Sandra'' ucap Hanin menunduk


''Kenapa kau bisa punya pemikiran seperti itu?'' tanya Evan


Hanin pun mengatakan pada Evan dan Rainer dimana saat Darren membawa foto Sandra di kopernya


''Hanin aku rasa kau salah paham'' ucap Rainer yang dapat anggukan dari Evan


Flashback On


''Darren apa kau sudah ada perasaan pada Hanin?'' tanya Rainer


'' Mungkin'' jawab Darren


''Mungkin?'' ucap Rainer mengulang


'' Entah sejak kapan rasa ini muncul, semakin hari aku semakin ingin terus berada di sampingnya'' ucap Darren


''Lalu apa kau sudah melupakan Sandra?'' tanya Evan, Darren diam tak menjawab


''Aku pikir aku tidak akan bisa melupakan Sandra, tapi dengan adanya Hanin perlahan aku bisa melupakan Sandra'' ucap Darren


''Bagaiamana jika nanti Sandra datang lagi padamu?'' tanya Evan


''Kenapa kau bisa punya pikiran seperti itu?'' tanya Rainer menatap Evan


''Entahlah, tapi firasatku bilang dia pasti akan kembali'' ucap Evan sambil menegak minumannya


''Jika dia kembali, aku akan melindungi Hanin dari Sandra'' ucap Darren tegas


''Lalu, apa kau sudah mengatakan pada Hanin tentang semua masa lalumu?'' tanya Rainer, Darren menggelengkan kepalanya


''Belum saatnya'' ucap Darren


''Apa kau akan memgatakannya saat orang luar memberi tau Hanin?'' tanya Evan


''Aku bingung untuk mengatakannya, harus mulai dari mana?'' tanya Darren lemas


''Dari awal'' ucap Rainer dan Evan bersama


Flashback Off


''Sebaiknya kau tanyakan dulu saja pada Darren'' ucap Rainer


''Iya, aku akan mencoba bertanya pada mas Darren'' ucap Hanin tersenyum


''Apa yang kalian lakukan disini?'' tanya Darren datar sambil merangkul Hanin


''Tidak ada, kami hanya berkeliling di sini'' ucap Rainer


''Hanin ikut aku, aku akan membawamu keluar'' ucap Darren


''Apa kau tak mengajak kami?'' tanya Evan


''Tidak perlu di ajak kalian akan membuntutiku'' ucap Darren meninggalkan kedua sahabatnya itu


Dan benar saja, keduanya langsung mengekori Darren dan Hanin


''Mas kita mau kemana?'' tanya Hanin


''Kau akan tau saat kit sampai nanti'' ucap Darren


Sekitar 15 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan


"Pantai yang sangat indah" ucap Hanin sambil memjamkan matanya


"Dari kecil aku ingin sekali pergi ke pantai bersama keluargaku tapi kenyataannya aku tidak memiliki keluarga" ucap Hanin dengan raut wajah kesedihan


"Hanin, sekarang kau sudah memiliki keluarga. Aku papa dan mama adalah keluargamu" ucap Darren memeluk Hanin, perlahan Darren mendekatkan wajahnya dengan wajah Hanin


"Tunggu dulu" ucap Hanin sambil menahan wajah Darren

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Darren mengerutkan keningnya


"Mas, jika aku bertanya apa kau akan menjawab dengan jujur?" tanya Hanin


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Darren balik sambil memainkan rambut Hanin


"Apa kau sudah melupakan Sandra?" tanya Hanin, Darren langsung menghentikan aktivitasnya


"Iya, perlahan aku sudah melupakannya" ucap Darren


"Lalu kenapa aku melihat foto Sandra di dalam kopermu?" tanya Hanin


"Ini maksudmu?" tanya Darren sambil mengeluarkan selembar foto Sandra, Hanin mengangguk


"Aku memang sengaja membawanya, karna aku akan membuangnya disini dan juga membuang masa laluku" ucap Darren


"Hanin, mulai sekarang aku akan belajar mencintai kamu dan aku akan selalu melindungi kamu" ucap Darren langsung mengecup kening Hanin dan juga bibir Hanin dengan lembut


"Ekhem, apa kalian tidak bisa mencari tempat yang lebih tertutup, apa kalian tidak malu?" tanya Evan, sedang Hanin menunduk dengan wajah merah merona


"Tidak untuk apa malu, disini sedang tidak ada orang" jawab Darren


"Rai, lihatlah kita tidak terlihat oleh Darren" ucap Evan pura-pura menangis


"Dimlah, kau membuatku muak" ucap Rainer yang segera meninggalkan Darren dengan Evan yang mengekorinya


Darren kembali mencium bibir Hanin, lebih tepatnya me****t bibir Hanin dengan lembut


Tanpa mereka sadari sepasang mata mengawasi mereka dan akan melaporkan semua kepada tuannya


"Tuan, mereka hanya tinggal berdua" ucapnya melalui earphone


Namun tiba-tiba seseorang memukulnya dan membawanya ketempat aman


**


Malam harinya, saat Hanin tertidur Darren keluar kamar menemui kedua sahabatnya


"Kenapa kalian memintaku keluar?" tanya Darren kesal


"Darren sepertinya dugaanmu benar" ucap Evan


"Apa?" tanya Darren mengerutkan keningnya


"Ada orang yang mengikutimu" ucap Rainer


Flashback On


"Van, apa kau membawa anak buah kesini?" tanya Rainer


"Hanya beberapa" jawab Evan


"Apa mereka juga disini?" tanya Rainer


"Tidak aku melarang mereka untuk mengikutiku" ucap Evan


"Lalu siapa dia?" tanya Rainer yang melihat seseorang berdiri di balik pohon


Flashback Off


''Dimana dia sekarang?'' tanya Darren


''Ikut aku'' ucap Evan


Rainer dan Darren langsung mengikuti Evan menuju ruangan yang di gunakan sebagai gudang


''Sial kemana dia'' ucap Evan terkejut karna pria itu kabur


''Dia tidak mungkin bisa kabur dari sini'' ucap Rainer


''Bisa jika ada yang membantunya'' ucap Darren

__ADS_1


''Tunggu'' ucap Evan dan Rainer


''Hanin''


__ADS_2