Suamiku Tak Lagi Menyentuhku

Suamiku Tak Lagi Menyentuhku
Prolog


__ADS_3

Mengisahkan perjalanan seorang gadis bernama Larasati. Ia ditinggalkan ayahnya saat usianya baru menginjak 3 tahun.


Setelah ayahnya meninggal Halimah nama ibunya mengalami depresi berat dan menyebabkan gangguan mental.


Larasati tak mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtua yang lengkap hidupnya penuh luka.


Setelah remaja ia dititipkan di pesantren oleh Kakak ibunya. Hal ini membuat Larasati tak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dari keluarga terlebih dari ibu satu-satunya.


Larasati menganggap dirinya tak dibutuhkan dan tak diterima di keluarga ini sehingga Ia lontang-lantung berkelana mencari keluarga yang mau menerima Larasati.


Setelah lulus SMA ia tinggal bersama kakak laki-lakinya akan tetapi istri dari kakaknya kurang menyukai Larasati karena ia menganggap Larasati adalah beban dalam keluarga rumah tangganya.


Hingga pada suatu hari Halimah sang ibu memperkenalkannya dengan pria pilihan Halimah dan berniat menjodohkan dengan Larasati tentunya, melalui telepon.


Bak gayung bersambut Larasati menyetujui perjodohan itu ia jatuh cinta kepada Beni lelaki yang Halimah jodohkan. Dengan harapan Beni pun jatuh cinta kepada Larasati.


Pertemuan singkat itu akhirnya terlalui dan terlewati mereka pun melangsungkan pernikahan.


Setelah menikah Larasati berharap pria yang ia nikahi itu benar-benar menyayangi dan mencintai Larasati apa adanya karena Larasati berharap bahwa Beni menjadi pengganti Ayah atau ibunya.


Harapan tinggallah harapan sirna bertaburan seperti debu harapannya tak sesuai dengan kenyataan sang suami adalah seorang pemabuk dan penjudi sikapnya yang dingin acuh tak acuh terhadap Larasati. Larasati hanya sebagai pemuas *****. Dan seperti pembantu di dalam rumahnya.


Sikap dinginnya Beni membuat Larasati berpaling dan berselingkuh di belakang Beni Larasati jatuh cinta kepada sahabatnya Beni yaitu Ferdi.


Kisah percintaan Larasati membuahkan hasil dari selingkuhannya yaitu ia hamil tanpa ikatan pernikahan.


Ferdi pun memiliki istri dan juga anak sama halnya Larasati ia masih status istri orang dan memiliki dua anak.


Karena Larasati cinta mati dengan Ferdi apapun ia akan berikan termasuk kehormatannya yang seharusnya ia jaga hanya untuk Beni diserahkan begitu saja.


Mengetahui Larasati hamil anak Ferdi. Ferdi mendesak dan memaksa Larasati untuk menggugurkan kandungannya akankah, Larasati mau?


Hidupnya hancur setelah mengetahui Ferdi tidak mau bertanggung jawab ia pun diusir oleh sang suami. Larasati bingung mau ke mana ia bawa kandungannya itu sang Ibu tak pernah akur dan menerima Larasati layaknya seorang anak.

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya, Larasati akankah ia menjaga kandungannya atau menggugurkannya? Lalu akankah ia bercerai dengan Beni suaminya atau dia tetap bertahan?


Apakah keputusan Larasati yang ia ambil sudah tepat? Lalu ,bagaimana Larasati menjalani kehidupannya?


Yuk, baca dan cermati cerita Larasati berikut ini. Ambil sebagai pelajaran buang sisi negatifnya.


*


*


*


Flashback


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un ...," ucap dokter memeriksa ayahku--Budiman.


"Mas Budi!" teriak ibuku histeris. Ia limbung tak kuat menahan kepedihan ditinggalkan suaminya.


Aku? Hanya diam menyaksikan pemandangan yang menyedihkan. Oh, ya. Kenalkan, namaku Larasati. Usiaku tiga tahun kala itu.


"Jangan tinggalkan aku, Mas ...," ucap ibu meraung menangisi jasad ayah.


Ayahku sakit keras ibulah yang merawatnya dengan penuh kasih sayang.


Bagaimana tak hancur hati ibu, ditinggalkan separuh belahan jiwanya.


Halimah--ibuku, yang juga membesarkan kedua anak-anaknya. Aku anak kedua, dan kakakku bernama Farhan.


*****


Jasad ayah dibawa pulang untuk dikebumikan.


Berkali-kali ibu limbung tak sadarkan diri.

__ADS_1


Seharian ibu murung tak bersemangat sampai melupakan makan. Aku pun kena imbasnya. Tak lagi diperhatikan oleh ibu. Untungnya ada Bude Mira, kakak kedua ibu yang mengurusku.


Tujuh hari sepeninggalan ayah, ibu semakin parah kondisinya. Tak mau makan, tak tidur semalaman, kadang menangis, juga tertawa. Mengingat mendiang ayah.


Ibu, secinta itukah kepada ayah?


"Mas, kenapa kamu tinggalkan aku? Aku ikut, Mas ...," rancau ibu.


"Hus! Ngomong apa sih, Halimah!" bentak Bude Mira.


Hari-hari ibu hanya melamun di depan pintu, di halaman atau, mau tidur pun melamun.


****


Lima bulan kemudian ibuku melahirkan adik kecil yang mungil. Dia diberi nama Monalisa Tri Budiman.


Tapi ....


Ibuku jadi pendiam dan pemarah. Kata Bude 'ibu lelah dan putus asa'.


Ibu merawat kami bertiga, selain menjadi ibu. Ibu menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi kami bertiga.


Ibu tak lagi bergairah bicara seperlunya, kadang kudapatkan ibu sedang menangis menciumi baju almarhum ayah.


Pasti akan berkata, "Aku rindu kamu, Mas! Bawa aku juga ke sana."


Nangis di pojok lemari hingga berjam-jam.


Aku dan Mas Farhan hanya bisa melihat tanpa bertanya.


Ibu? Aku rindu pelukanmu.


Memasuki usiaku yang kelima tahun, ibu mengalami depresi berat. Ketidak sanggup dirinya tanpa suami membuat jiwanya terganggu.

__ADS_1


Kadang menangis, kadang tertawa. Bahkan mengamuk sekalipun. Kami menjadi tak terurus.


__ADS_2