
Setiap aku melihat wajah suamiku selalu membuatku kesal. Aku tak percaya Mas Doni membohongiku bahkan berani melakukan hal serendah ini dalam rumah tangga kami.
Aku berusaha seperti biasanya, aku tak mau membuat Mas Doni curiga kalau aku sudah mengetahui perselingkuhannya. Aku bangkit dari rasa sakit ku.
Ku pikirkan cara untuk mengganggu perempuan j****g itu lalu akan ku buat Mas Doni menyesal telah melakukan hal ini pada ku.
Ku hubungi Aldo adik sepupuku yang berkerja di PDAM.
"Halo Do"
"Halo Mba. Tumben nelpon"
"Hehe iya nih, bisa bantu aku gak?"
"Apaan?"
"Kamu tau kan perumahan elit di daerah pasar sore itu? Tolong dong putuskan saluran airnya, ini alamat rumahnya Blok B No. 10 JL. Kakak Tua."
"Dapet apa nih aku?"
"Tenang aja bakal ku transfer ke rekening mu 4 juta. Asalkan kamu kerjanya bener"
"Oh sip bos. Mau di kasih putus berapa lama nih?"
"Satu minggu cukup"
Ku akhiri percakapan telepon ku dengan Aldo.
Sekarang aku tinggal menunggu kabar dari Aldo.
__ADS_1
Ini hari ke dua pemutusan aliran air ke rumah Ayu, ku perhatikan apk pelacak ku. Belum ada pergerakan Mas Doni mendatangi rumah Ayu. Pikirku Ayu tak mengadu pada Mas Doni.
Beberapa hari kemudian ternyata wanita sialan itu tak tahan tak menghubungi Mas Doni dan memberi tahu suamiku kalau air di rumahnya di putus. Karena tiba tiba Mas Doni menyinggung masalah air yang teputus.
"Dek, Aldo sepupu kamu itu kerja di PDAM kan?"
"Kenapa?"
"Temen Mas saluran air dirumahnya tiba tiba mati"
"Temen apa temen nih?" sindir ku
"Apaan sih kamu Dek"
Aku hanya tersenyum dan Mas Doni pun tak melanjutkan omongannya mengenai saluran air.
"Masih gak mau ngaku kamu Mas!" batinku geram.
Lima hari sudah Aldo mematikan saluran air di rumah wanita sialan itu, namun masih tak ada pergerakan dari Mas Doni.
Tak tahu mengapa aku penasaran dengan HP Mas Doni. Aku menunggu Mas Doni tidur lalu ku periksa satu persatu apk yang ada di HP Mas Doni. Saat aku mengeklik apk booking hotel ternyata Mas Doni ada memesan kamar hotel.
"Kurang ajar sih Ayu ini, pantesan aja Mas Doni gak ada kemana mana. Ternyata dia mesan kan kamu hotel toh. Awas kalian ya!" gumam ku marah.
Pagi harinya Mas Doni tak ku tegur, ia ngomong tak ku hiraukan. Ingin rasanya menangkap basah Mas Doni dengan bukti bukti yang ku pegang. Namun aku harus menahannya, karena aku ingin mempermainkan mereka terlebih dahulu.
Ku kendari mobil ku menuju hotel yang telah di pesan di apk milik Mas Doni. Aku ingin memastikan apakah benar kamar hotel yang dipesan Mas Doni untuk wanita sialan itu.
Baru sampai di lobi hotel aku langsung melihat Ayu keluar dari lift. Ku perhatikan wanita sialan itu dari atas ke bawah.
__ADS_1
"Sungguh menjijikan!" kataku agak nyaring. Agar ia melihatku.
Benar saja, Ayu langsung menoleh ke arahku. Matanya terbelalak saat melihatku.Ku pikir dia tahu siapa aku. Namun dengan sok beraninya dia merespon perkataan ku.
"Mba ngatain saya?" tanyanya dengan nada ketus.
Aku hanya melengos pergi tak menghiraukannya. Aku sengaja melakukan itu agar dia tahu bahwa aku dan dia tak selevel.
Aku pulang ke rumah. Ada Mas Doni duduk di teras memperhatikan ku mulai dari turun mobil sampai menginjakan lantai teras.
"Dari mana kamu Dek?" Mas Doni bertanya dengan nada yang cemas.
"Biasa Mas sama temen temen" jawabku datar.
"Yang bener kamu Dek?"
"Iya Mas. Memang kamu mau aku kemana? Hotel?" tanyaku menyindir masalah hotel dengannya.
Mas Doni tak membalas lagi. Ku pikir sih wanita sialan itu mengadu pada Mas Doni kalau dia melihatku di hotel atau entahlah aku tak peduli. Yang ku pikirkan sekarang adalah mengerjai wanita sialan itu lagi.
Karena ini sudah minggu ke 2 pasca pemutusan aliran air. Maka aku menemui temanku yang berkerja di PLN. Dengan rencana yang sama, aku putuskan saluran listriknya. Dan temanku mau membantuku dengan suka rela. Mulai besok listrik di rumah yang bernuansa ungu putih itu akan padam.
Di dalam kamar ku perhatikan Mas Doni seperti orang kebingungan sambil menggenggam ponselnya.
Aku berusaha pura pura tak melihat kegelisahannya.
Ponsel Mas Doni berbunyi, Mas Doni keluar dari kamar meninggalkanku menuju teras.
Aku mengikutinya pelan pelan dan mencoba menguping tapi tak ku dapatkan informasi apapun.
__ADS_1
Setelah 10 menit menerima telpon, Mas Doni masuk ke rumah dengan terburu buru.