
Aku menyelesaikan email yang masuk dari Ayu. Tak lupa juga aku mengirim email ini ke email ku, agar aku bisa menekan Mas Doni untuk mengaku.
Aku mulai mengingat ingat kalau Mas Doni akhir akhir ini sangat sibuk dengan HP nya, bahkan tak biasanya ia membawanya ke dalam kamar mandi.
Usai sudah aku melihat email dari Ayu, aku bergegas kembali ke kamar.
Matahari minggu pagi membangunkan kami. Namun otak ku langsung memikirkan cara agar aku bisa memegang HP Mas Doni.
Karena ku yakin petunjuk selanjutnya ada di dalam HP nya.
"Aku akan mengecek HP mu pas kamu tidur Mas!" kataku dalam hati sambil melihat ke arah HP Mas Doni yang ada di atas meja makan.
Tak ku duga alam memihak ku, Mas Doni menuju ke kamar dan aku mengikutinya. Ternyata Mas Doni ingin tidur siang.
Tak ku sia siakan kesempatan ini.
Ku raih HP suamiku di samping bantalnya dengan gesit.
"Bener bener tuhan lagi memberiku jalan" gumam ku gembira karena HP Mas Doni tak berkata sandi.
Langsung ku buka kontak yang bernama Ayu.
Ku perhatikan foto profilnya. Aku pun mendengus kesal melihatnya.
Ku baca room chat Ayu dari awal sampai akhir. Ternyata suamiku terakhir berkomunikasi dengan Ayu dua hari yang lalu, itu terlihat dari catatan panggilan.
Sungguh aku geram bahkan aku sampai gemetar menahan amarah ku.
__ADS_1
Ku install apk pelacak di HP Mas Doni, agar aku tahu pergi kemana saja dia.
**********
Di dalam kantor aku tak fokus dengan pekerjaanku, mataku terus melirik ke HP ku.
Aku penasaran dengan apk yang ku install.
Tak ada perubahan, Mas Doni masih berada di kantornya. Maka ku lanjutkan berkerja.
Setelah 3 jam aku fokus berkerja, ku perhatikan kembali apk itu. Dan Mas Doni sudah tak berada di kantornya lagi, melainkan di sebuah rumah makan.
"Loh kok udah disini sih? Jam makan siang bukannya masih 1 jam lagi? Pasti sama Ayu nih orang." gumam ku penasaran dan kesal
Terus ku perhatikan lokasi Mas Doni namun tak juga bergerak. Sampai aku dikejutkan oleh suara Risa.
"Eh iya yok" jawab ku
Aku dan Risa pergi menuju ke rumah makan di samping kantor kami.
Makanan yang ku pesan sudah ku habiskan. Ku ambil HP ku dari dalam tas, ku buka kembali apk pelacak itu. Ku lihat Mas Doni telah pindah lokasi dan lokasi yang di datangi oleh Mas Doni membuatku terkejut. Suamiku pergi sebuah perumahan elit di salah satu kota kami.
Karena kesal aku tak bisa menahan tanganku untuk menekan nomor Mas Doni.
"Halo, kamu dimana Mas?" aku menelpon Mas Doni menggunakan nada serendah mungkin.
"Ya masih kerja lah Dek. Kamu nanya kok aneh aneh aja"
__ADS_1
"Aku nanya kamu lagi dimana Mas, bukan lagi apa"
"Ini aku lagi ada klien Dek, udah dulu ya. Assalamualaikum" tutup Mas Doni sebelum aku menjawab salamnya
Aku bergegas kembali ke kantor mengambil mobil ku. Aku katakan pada Risa untuk menyampaikan pada HRD kalau aku ada urusan mendadak.
Ku kendarai mobil ku mengikuti petunjuk di apk yang melacak lokasi Mas Doni.
Mobil ku terhenti di depan sebuah rumah bernuansa ungu putih dengan pagar yang terbuka lebar . Ternyata ada mobil suamiku terparkir rapi di dalam garasi.
"Ya allah apa aku mesti turun?"
"Apa ini rumah wanita itu?"
"Aku harus apa ya Allah?"
Tanyaku dengan nafas yang tak beraturan.
Aku menarik nafar dalam dalam lalu ku keluarkan dengan perlahan untuk menenangkan diri. Ku cari tempat memarkir mobil dan ku putuskan untuk menunggu Mas Doni keluar. Setengah jam aku menunggu di dalam mobil, ku lihat suamiku keluar dari rumah tersebut dan yang ku lihat membuat ku tak percaya, Mas Doni keluar dengan Ayu.
Aku hafal dengam wajah Ayu karena sempat melihat foto profil WA nya.
Aku terkejut tak bisa berkata kata bahkan menangispun tak bisa, ada rasa yang sulit ku mengerti.
Aku diam sejenak untuk menenangkan diriku. Ku lihat ke arah rumah itu, Mas Doni telah pergi. Ku ikuti mobil nya, ternyata suamiku kembali ke kantor.
Tak bisa ku lanjutkan berkerja dengan kondisi perasaan seperti ini, ku banting stir mobil ku ke arah rumahku. Sesampai dirumah ku lempar diriku ke sofa, aku menangis hingga mebuat dadaku sakit.
__ADS_1
Aku tertidur di sofa, ku rasakan ada yang membelai kepalaku, ternyata Mas Doni. Sungguh muak aku melihat wajahnya.