Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Empat Belas


__ADS_3

Pakaian dan kosmetik milikku aku masukan ke dalam koper. Aku berencana untuk keluar dari rumah.


Mas Doni yang berada di ruang tamu melihatku membawa koper langsung menghadang ku.


"Mau kemana kamu Dek? Ya Allah" ucapnya frustasi


"Mending kita saling nenangin diri dulu deh Mas. Aku mau menyendiri dulu. Pusing kepalaku kalo terlalu sering ngeliat kamu"


"Jangan pergi Dek. Kita omongin dulu baik baik. Kamu cuma salah paham aja. Aku bisa jelasin semuanya"


"Bagian mana yang bisa kamu kasih penjelasan ke aku? Ku yakin kamu gak bisa ngasih penjelasan ke aku dan aku yakin hanya kebohongan yang akan keluar dari mulutmu. Aku muak denganmu Doni!" ucapku dengan nada yang meninggi.


Mas Doni tak bisa berkata apapun saat aku meneriakinya. Ia hanya terdiam terpaku. Ku rasa Mas Doni telah sadar dengan apa yang ia perbuat.


Aku keluar rumah meninggalkan Mas Doni yang masih terdiam di ruang tamu.


Ku kendarai mobilku menuju salah satu hotel di kota.


**********


Sebulan sudah aku menginap di hotel. Aku memutuskan untuk menyewa kamar kost. Sangat boros rasaku kalau harus menginap di hotel terus terusan.


"Hari ini kamu yang interview karyawan baru ya Mir?" tanya Mba Melly teman sekantorku.


"Iya nih Mba. Mas Agus belum balik dari cuti. Kayaknya ke enakan bulan madu." kataku sambil tertawa.


Kursi yang ada diruang wawancara telah ku duduki. Aku bersama Risa dan Bella mewawancarai pekerja baru.


Sungguh kejutan besar untuk ku saat calon pegawai yang akan kami wawancarai berikutnya adalah Ayu. Ayu kaget melihatku namun dia tak bisa lari karena sedang berada di ruang wawancara. Jikapun ia nekat untuk pergi, ia akan merasa malu pada orang orang yang berada disini.


"Kamu kenal sama Ayu, Mir?" tanya Bella yang sedang mengambil kopi.

__ADS_1


"Ayu siapa?" aku hanya memastikan


"Ayu yang barusan kita interview."


"Oh itu. Engga sih. Kenapa nanya gitu?"


"Enggak. Ku perhatiin pas interview tadi dia ngeliat ke arah mu terus"


"Mungkin karena aku cantik" candaku dengan Bella yang membuat kami tertawa.


Dua bulan setelah wawancara kantor.


Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu diruang kerjaku.


"Masuk" teriakku tanpa mengalihkan pandangan dari komputer milikku.


"Laporan apa ini?" nadaku ketus


"Laporan keuangan lah"


"Saya gak bodoh. Yang saya maksud ini laporan keuangan apa. Kamu kan pernah berkerja sebelumnya kan?"


"Ini masalah dana untuk acara ulang tahun perusahaan"


Tanganku melambai memberi isyarat agar ia pergi keluar ruangan.


Ku raih map yang di berikan Ayu tadi. Ku lihat dengan teliti namun ada yang aneh dari laporan ini.


"Ayu keruangan saya sekarang" kataku melalui telepon kantor.

__ADS_1


Tak beberapa lama Ayu datang.


"Siapa yamg buat laporan ini?" tanyaku sambil melempar map ke maja kerjaku.


"Saya dong"


"Kenapa pengeluarannya jadi sebesar ini? Bukannya sudah di kasih sama Bella laporan sebelumnya ya?"


"Mba, jangan mencari cari kesalahan untuk mempersulit kan saya ya! Jangan bawa bawa urusan pribadi ke kantor!" ucap Ayu dengan nada tinggi.


"Maksud kamu apa? Saya bertanya tentang laporan yang kamu kasih. Ini jelas jelas anggaran yang keluar melebihi batas. Kamu mau korupsi ya?"


"Mau saya korupsi atau apa itu urusan saya, yang harus kamu urus itu suami kamu"


Amarahku memuncak, kebetulan CCTV di ruangan ku mati dan belum di ganti jadi aku mendekati Ayu sambil memegang majalah yang tergulung. Ku layangkan ke wajahnya majalah itu. Ia terdiam menerima tamparan dari majalahku.


"Saya sedang membicarakan urusan kantor bukan suami saya" Ayu masih diam memegangi wajahnya yang memerah sebab pukulan ku.


"Sana keluar! Selesaikan dengan benar laporan ini!" lanjut ku


Ayu keluar dari ruangan ku dengan wajah yang memerah.


Semenjak keluar dari rumah aku tak pernah keluar saat jam makan siang, aku memilih memesan makanan karena setiap aku keluar kantor selalu ku temui Mas Doni yang menungguku di sebrang pintu kantor.


Entah kenapa aku ingin makan di rumah makan yang biasanya ku datangi saat jam makan siang kantor.


Sungguh menyesal aku keluar kantor, Ayu sedang mendekat ke mobil di sebrang pintu kantor ku, mobil itu milik Mas Doni.


Aku hanya melihat dari kejauhan dan tak sengaja ku lihat Mas Doni melihatku dan berlari mendekatiku meninggalkan Ayu yang masih setengah perjalanan menuju mobil Mas Doni.


"Dek, Mas kangen banget sama kamu Dek. Pulang sama Mas ya?" Mas Doni memelukku di depan orang yang sedang lalu lalang.

__ADS_1


__ADS_2