Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Dua Puluh Satu


__ADS_3

Karena masalah rumah tangga, aku memutuskan untuk mengambil cuti. Pikirku, aku harus menata kembali hati agar aku merasa mood saat melakukan aktifitas normal ku kembali. Apalagi aku tak menyangka kalau rumah tanggaku akan berakhir dengan cara seperti ini.


Tak ada yang tahu tentang takdir Tuhan bahkan tidak ada yang tahu tentang apa yang akan terjadi esok hari. Dulu aku berpikir kalau pernikahanku tidak akan kandas di tengah jalan, bahkan aku sempat berpikir kalau Mas Doni dan aku akan berpisah karena maut bukan karena Mas Doni mengkhianati ku.


Sekretaris ku mengabari tentang berkas yang telah ia serahkan ke pengadilan agama. Semua telah beres, kini aku tinggal bersiap menunggu hari persidangan minggu depan.


**********


Hari yang di nantikan datang juga, dengan berat hati aku menghadiri persidangan cerai ku dengan Mas Doni setelah minggu lalu kami telah menghadiri persidangan mediasi. Saat mediasi aku masih bersikeras dengan gugatan ku walau sebenarnya aku masih sayang dan cinta dengan Mas Doni namun kesalahan yang telah di buat oleh Mas Doni sangat fatal, aku tak mau menyiksa perasaanku maka aku harus terus maju demi kebaikanku sendiri.


Persidangan akhirnya selesai, aku dan Mas Doni resmi bercerai. Kami bukan lagi sepasang suami istri sekarang , kami telah menjadi orang lain.


Setelah persidangan aku langsung pulang dengan Ibu, Bapak dan Devi. Di dalam mobil kami semua diam tak bersuara, aku duduk di kursi belakang bersama Devi yang memelukku karena terus terusan mengeluarkan air mata mulai dari masuk mobil.


"Kita makan dulu aja gimana? Bapak ajak ke tempat favorit kita jaman Mira SMP dulu." Suara Bapak memecahkan keheningan.


"Ide bagus itu Pak, kita juga udah lama gak main main ke daerah sana." sahut Ibu


"Tapi kan jauh Pak" kata Devi


"Ya udah gak usah pulang kalau gitu, kita nginep di hotel aja biar gak capek di perjalanan." kata Ibu


"Kayak mau liburan aja nginep nginep" goda Devi


"Sesekali nginep biar gak bosen di rumah" ucap Ibu.

__ADS_1


Aku diam tak merespon percakapan mereka. Mataku mengarah ke jendela mobil menatap jalanan. Air mataku mulai berhenti. Mataku terasa kering sekarang, aku merasa lelah. Entah lelah fisik atau lelah batin.


Mobil kami berhenti di depan sebuah rumah makan yang sangat familiar bagi kami sekeluarga. Ibu mulai memesan makanan, setelah menunggu 25 menit makanan yang kami pesan tiba. Kami berempat mulai menyantap hidangan yang di bawa oleh pelayan.


Walaupun aku sedang sedih, aku masih memiliki nafsu makan. Karena pikirku "Untuk apa sampai tak makan bahkan menyakiti diri sendiri karena keputusan yang telah kita buat?"


Selesai makan kami pergi ke salah satu toko baju untuk membeli pakaian yang akan kami kenakan malam ini dan esok untuk pulang, setelah itu kami menuju salah satu hotel untuk bermalam. Aku masih belum mood menggerakkan bibir ku.


Devi sekamar denganku, padahal aku sudah bilang kalau aku mau sendiri malam ini, namun apa daya Bapak tak memperbolehkan ku untuk menyendiri.


"Sudah Mba gak usah di pikirkan lagi. Aku tau perasaanmu ke Mas Doni gimana tapi ini keputusan yang tepat. Karena perselingkuhan itu suatu penyakit, orang yang melakukan hal itu akan terus mengulanginya. Dan aku yakin kalau kamu memilih untuk memaafkan Mas Doni dengan tak berpisah darinya, maka kamu yang akan tersiksa batin." ucap Devi saat kami berada dalam kamar.


"Iya Dev, lagian Mba juga bukan menyesal berpisah dengan Mas Doni. Cuma ya itu, kamu pasti paham lah bagaimana perasaan Mba saat ini dengan kondisi seperti ini."


Aku senyum mendengar ucapan Devi.


"Ya udah Mba mandi dulu, biar seger."


Bukan berpisah dari Mas Doni yang membuatku menangis tapi aku hanya merasa hidupku sangat menyedihkan, aku menangisi diriku sendiri.


Menikah selama enam tahun tak kunjung hamil dan kini rumah tangga yang ku idam idamkan kandas karena suamiku berselingkuh bahkan aku sempat melihat mereka bercumbu.


Di bawah pancuran shower kepalaku terasa ringan, rasanya beban di pundak ku ikut turun dengan air yang mengalir.


Selesai mandi aku berdiri di cermin, di sana aku menyakinkan diriku untuk bangkit dan berhenti mengasihi diri sendiri.

__ADS_1


**********


Hari ini aku ada janji temu dengan klien di sebuah rumah makan dekat dengan kantor ku.


Ngomong ngomong aku telah pindah dari kantorku sebelumnya. Aku memilih pindah agar tak sering bertemu dengan Ayu di sana.


Tak terasa sudah tujuh bulan pasca aku bercerai dari Mas Doni, selama itu pula aku tak pernah melihatnya bahkan mendengar kabarnya.


"Selamat siang, Mira?" sapa lelaki di depanku


"Selamat siang. Pak Bayu?"


"Iya benar"


"Silahkan duduk Pak"


Pak Bayu adalah klien ku hari ini, usia kami tak jauh berbeda. Kami menyelesaikan meeting kami hari ini dan akan ada meeting selanjutnya minggu depan.


Hari hari berlalu seperti biasa. Sampai tiba harinya aku meeting kembali dengan Pak Bayu. Kali ini Pak Bayu tak hanya bersama dengan sekretarisnya namun juga dengan seorang lelaki yang ku kenal.


*Penasaran ga sih siapa yang di bawa oleh Pak Bayu? Mangkanya tetep sabar ya menungguin UP dari novel aku.*


~Terimakasih untuk para Reader yang setia bersabar. Bikin tambah semangat untuk nulis nih.


Aku CINTA Kalian

__ADS_1


__ADS_2