
Aku kaget dengan sikap Mas Doni yang tiba tiba ada di depan mobilku.
"Apaan sih Mas teriak teriak. Bikin malu loh kamu" kataku sambil melangkah keluar mobil
"Kamu itu memang perempuan gak tau malu Mir. Ku pikir kamu gak mau pulang karena aku buat salah ke kamu ternyata bukan karena aku."
Aku masih belum mengerti arah perkataan Mas Doni.
"Kenapa diem? Karena aku bener kan? Kamu sok sok nyalahin aku karena berhubungan sama Ayu tapi nyatanya kamu memang pengen balik juga sama Lukman kan!" nada Mas Doni meninggi
"Hah apaan sih Mas? Kamu kena gangguan di otak ya?"
"Gak usah sok suci. Nih aku punya buktinya" kata Mas Doni sambil menyodorkan ponselnya ke depan wajah ku persis.
Ku perhatikan foto siapa yang ada di dalam ponsel Mas Doni. Ternyata itu fotoku bersama Lukman kemarin saat di Cafe.
"Siapa yang ngambil foto kita diam diam?" batinku
"Kenapa diam? Udah tau salah mu apa? Hah!" bentak Mas Doni
"Aku gak salah. Itu memang aku dan Lukman. Terus kamu mau apa Mas? Memang kamu pikir aku lagi apa di dalam foto itu?
__ADS_1
Kamu nunjukin ini biar kamu bisa menyalahkan aku kan? Kamu mau putar balik kan keretakan rumah tangga kita kan? Siapa yang kirimin kamu foto? Ayu?"
Mas Doni hanya diam mendengarkan celotehan ku. Namun ketika aku menyebutkan nama Ayu, Mas Doni beraksi.
"Gak usah bawa bawa Ayu. Jelasin sekarang ke aku kenapa kamu bisa duduk berdua sama Lukman!"
"Tanya aja sama Ayu kenapa aku bisa duduk sama Lukman" ku buka pintu mobil lalu ku bawa mobilku menjauh dari Mas Doni.
Ku lihat Mas Doni dari spion, ia sedang menendang ban mobilnya dengan wajah kesal atau depresi, entahlah.
Mobil ku arahkan ke rumah Sofi. Aku harusnya tadi masuk kantor namun karena Mas Doni menghadang ku di parkiran saat aku baru sampai, membuatku tak enak hati berkerja. Entah dari jam berapa Mas Doni menungguiku di parkiran pagi ini.
"Walaikumsalam, wih tumben kesini dadakan. Pagi pagi pula" Sofi yang duduk di kursi ruang tamunya terkekeh melihatku.
"Lagi males ngantor aku Sof, jadi kesini aja deh. Untung kamu ada di rumah" kataku sambil duduk di kursi yang ada di samping kursi Sofi.
"Pasti lagi gak mood gara gara Mas Doni deh"
"Iya nih. Eh Ayu sih perempuan bodoh itu udah berani memfitnah aku loh. Masa dia ngirimin Mas Doni foto aku sama Lukman pas kita lagi di Cafe"
"Loh kalian ngafe? Kapan? Kok berduaan aja? Kok gak ngajak ngajak sih? Tanda tanda apa ini?" Sofi sengaja menggodaku.
__ADS_1
"Ih lagi gak bahas aku sama Lukman ya. Kita lagi bahas Ayu nih. Bagusnya di apakan ya nih perempuan?"
"Udah sabar sabar Mir, mending makan apel dulu atau ambil nasi sana sekalian sarapan. Biar tenang pikiran, masih pagi udah pusingin sih ******. Simpen aja dulu amarahmu, nanti ada waktunya kamu luapkan ke dia. Aku bakal dukung kamu kok"
Sofi dan aku mulai mengobrol santai dan membuat rencana untuk bermain lagi dengan perempuan sialan itu. Setelah hatiku enakan, aku kembali ke kantor, karena aku sudah bilang ke Mba Melly yang satu ruangan denganku kalau aku akan ke kantor siang ini.
Saat dalam perjalanan yang ku pikirkan hanyalah Ayu, sungguh gemas dengannya. Namun aku belum bisa bermain dengannya di karenakan aku belum mendapatkan bukti kalau memang dia yang mengirim foto ku dengan Lukman ke Mas Doni.
Di kantor aku tak melihat batang hidung milik perempuan ****** itu bahkan sampai jam kantor selesai. Entah ini kebetulan atau memang dia sedang menghindari ku.
Saat dijalan pulang menuju kost, tak sengaja mobilku berada di belakang mobil milik Mas Doni saat ada di lampu merah. Ku perhatikan dari belakang kalau suamiku tak sendirian, ia bersama seorang wanita.
Aku bisa menebak siapa wanita yang bersama suamiku.
Bagaimana bisa suami yang ku tinggalkan sebulan terakhir ini bukannya merenungkan kesalahannya dan memperbaiki semuanya, malah tetap masih aktif berhubungan dengan wanita murahan itu.
Entah suamiku masih mencintaiku atau memang aku sudah tak ada lagi di hatinya.
Ku buka pintu, aku berjalan menuju kasur.
Dadaku terasa sesak, tenggorokanku sangat sakit dan mataku meneteskan airnya. Aku menangis sejadi jadinya, aku benar benar tak menyangka Mas Doni melakukan hal itu denganku.
__ADS_1