Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Tiga Belas


__ADS_3

Hampir satu bulan aku tak menghiraukan Mas Doni tapi tak ku lihat ia lelah dalam membujukku agar mau menghiraukannya.


Aku cukup kasihan padanya namun pikirku ini adalah hukuman karena ia telah mengkhianati ku.


Aku masih ingin lihat dulu suamiku, apakah ia tahan aku hukum seperti ini dan menyadari kesalahannya bahkan menyesalinya.


Ku lihat Mas Doni sudah terlelap. Aku penasaran dengan ponsel Mas Doni yang tergeletak di atas meja rias ku.


Ku buka catatan panggilan, pesan dan WA nya. Ternyata ia masih berhubungan dengan Ayu. Bahkan mereka sempat membuat janji temu 4 hari yang lalu.


Ku taruh kembali ponsel Mas Doni di atas meja rias. Ku lirik Mas Doni, ia masih tidur pulas.


Aku keluar kamar berjalan ke dapur untuk menyeduh teh dan membawanya ke ruang tamu. Ku nyalakan tv, aku mencoba menenangkan diriku di depan tv sambil menonton dan meminum teh yang ku seduh. Lama lama mataku terasa berat, aku akhirnya tertidur di depan tv yang menyala.


Aku terbangun karena kecupan di pipiku, ini adalah kecupan hangat yang ku rindukan akhir akhir ini. Namun setelah ku lihat wajah Mas Doni, hatiku merasa marah dan kesal bahkan aku merasa jijik telah di kecup olehnya karena dengan seketika aku teringat adegan Mas Doni bercumbu dengan Ayu.


"Kenapa tidur disini sayang? Kenapa gak di dalam kamar?" tanya Mas Doni saat melihat mataku terbuka.


Sepatah kata pun tak ku keluarkan dari mulutku. Aku langsung berdiri dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor.


"Sarapan dulu sayang. Mas masak nasi goreng sosis" Mas Doni menawariku dari dapur


Aku berjalan mendekati meja makan, ku ambil sendok dan ku suap ke mulut satu kali nasi goreng yang telah di masak oleh Mas Doni.


Aku berlalu meninggalkannya yang masih berada di dapur tanpa menoleh sedikitpun. Ku yakin Mas Doni sedang menahan kesel karena diriku.

__ADS_1


**********


Masuk notifikasi di ponselku dari apk pelacak lokasi. Ku buka dan ku lihat lokasi Mas Doni berada di salah satu hotel kota ku.


Aku ingin mengikutinya namun aku harus menunggu jam kerja selesai satu jam lagi.


Jam pulang kerja tiba, aku buru buru memasukan barang barang ku ke dalam tas. Aku berlari kecil menuju parkiran kantor. Aku masuk ke mobil dan melihat kembali lokasi Mas Doni, ternyata ia masih di hotel tersebut.


Ku injak pedal gas mobilku dan ku kendarai mobilku dengan laju. Setengah jam menempuh perjalanan dari kantor ke hotel akhirnya aku sampai.


Aku masuk ke hotel tersebut dan duduk di lobi.


Ku coba menelepon Mas Doni namun tak diangkatnya.


"Kamu dimana Mas?" tanyaku saat teleponku diangkat olehnya.


"Lagi kerja aku sayang"


"Aku tanya kamu di mana bukan lagi apa"


"Lagi diluar"


"Ya di luar itu dimana?" aku mulai kesal


"Kamu sudah pulang ya? Tunggu aku bentar lagi pulang. Ya udah ya aku siap siap dulu" Mas Doni mengakhiri telepon kami.

__ADS_1


"Masih ngeles kamu Mas. Aku mau lihat respon kamu gimana aku ada disini" gumam ku


Setelah 20 menit menunggu akhirnya Mas Doni muncul keluar dari lift dengan wanita sialan itu.


"Mas" sapa ku yang sudah berada di belakang Mas Doni dan Ayu


Mas Doni dan Ayu menengok ke arah ku. Aku hanya senyum melihat mereka dan mereka terdiam melihatku bahkan terlihat Ayu menyembunyikan dirinya di balik pundak Mas Doni dengan raut wajah takut karena melihatku.


"Yuk pulang Mas" aku mendekati Mas Doni dengan tenang dan menggandeng tangannya.


Tak banyak orang yang memperhatikan kami, hanya beberapa staf hotel yang melihat.


Aku menggandeng Mas Doni keluar hotel menuju parkiran tanpa menghiraukan Ayu sih wanita sialan itu.


Sesampai di parkiran ku lepaskan tanganku yang melingkar di tangan Mas Doni dan berjalan menuju mobilku.


Sesampai di rumah Mas Doni langsung berlutut dan memegang kakiku.


"Maafin aku Mir, aku gak ada maksud buat kamu kecewa. Aku cuman bantuin Ayu. Dia lagi butuh bantuan. Dia disini sendirian dan dia baru aja di PHK dari kantornya" jelas Mas Doni


Aku diam mencoba menahan rasa sakit hatiku dan air mataku agar tak jatuh.


Aku tak mau menjatuhkan air mataku dan memperlihatkan diriku lemah di depan Mas Doni.


"Aku gak peduli Mas. Terserah kamu mau apa sama wanita jahanam itu. Kalian sama sama menjijikkan di mataku" ku tarik kakiku yang dipegang Mas Doni. Aku berlalu meninggalkannya yang masih terduduk.

__ADS_1


__ADS_2