
Aku hanya diam, hingga akhirnya kami terlelap.
Karena aku masih merasa kesal oleh Mas Doni maka aku memutuskan untuk tak berbicara padanya pagi ini.
Aku telah berada di kantor, namun pikiranku tak bisa fokus untuk berkerja.
Aku sedang memikirkan bagaimana caranya mencari tahu siapa Ayu sebenarnya dan hubungan apa yang dimiliki oleh Mas Doni dengannya dan apakah perubahan sikap Mas Doni akhir akhir ini karena Ayu.
Hari mulai petang namun aku enggan untuk pulang. Ku raih HP ku, ku menghubungin Sofi untuk menemaniku menjernihkan fikiran, namun Sofi tak bisa.
Mau tau mau aku pun pulang menuju rumah.
Aku mengingat ingat kembali nama Ayu.
"Kok kayaknya aku pernah tau nama itu ya?" aku bertanya tanya dalam hati.
Kebetulan Mas Doni belum pulang. Mas Doni memberi tahu ku kalau ia akan pulang agak malam.
Aku menuju ruang kerja Mas Doni untuk mengecek laptopnya, siapa tahu aku mendapatkan sesuatu disana yang mengenai Ayu.
Ku periksa satu persatu file dan email yang ada di hadapan ku.
Belum selesai dengan semua file dan email yang ada di hadapanku, tak ku sangka Mas Doni telah pulang.
Aku buru buru menghapus jejak ku yang ada di laptopnya dan cepat cepat keluar dari ruang kerjanya.
Aku berpas pasan dengan Mas Doni di depan pintu ruang kerjanya.
"Mas cariin kemana mana sekalinya kamu disini" Mas Doni mengagetkanku
"Ah iya Mas" aku berusaha santai
"Kamu habis ngapain Dek? Kok kayak kaget gitu liat aku?" tanyanya penasaran
"Gak habis ngapa ngapain. Yaudah sana mandi dulu kamu Mas, habis itu makan" kataku sambil berlalu menuju kamar.
Di dalam kamar aku mencoba menenangkan diri pasca kaget bertemu Mas Doni tadi.
__ADS_1
Aku masih tak enak hati dengan Mas Doni, jadi ia ku tinggal tidur.
Lagi pula masih ada hari esok untuk mencari tahu isi laptopnya.
Esok harinya Mas Doni berangkat kerja, begitu pun denganku. Aku masih saja acuh tak acuh kepada suamiku.
Ku putuskan untuk pulang setengah hari, aku beralasan pada HRD ku kalau aku tak enak badan.
Sesampai dirumah ku lanjutkan aktifitasku yang tertunda semalam.
Ku lempar tasku ke sembarang tempat di ruang tamuku. Aku berlari menuju ruang kerja Mas Doni.
Aku tak menyangka menemukan email dari Ayu. Ternyata dia lah yang duluan menghubungi suamiku.
"Dasar wanita gatal" makiku dalam hati.
Ku baca pesannya dengan terperinci.
Isi email Ayu dan Mas Doni
*Ayu.
Kamu sudah sampai Surabaya Mas?
Oktober, 15 2019
Kamu kemana sih Mas? Baca dong email aku Mas.
Oktober,16 2019
Sibuk banget kamu keliatannya, sampe sampe gak sempet respon email ku.
Mas Doni.
Oktober, 22 2019
Apa sih maksud kamu ngirimin aku email gini. Aku gak mau Mira salah paham.
__ADS_1
Ayu.
Oktober, 23 2019
Ngapain sih kamu pikirin perempuan itu, lagian perempuan mandul gitu kamu jadikan istri Mas. Mending dulu tuh kamu sama aku aja Mas. Kamu pasti udah hidup bahagia sama aku dan anak anak kita sekarang.
Mas Doni.
Oktober, 23 2019
Maaf Yu, aku sebaiknya gak menghiraukan kamu. Perempuan yang kamu katain mandul itu istri aku. Kalau dia tahu pasti bakal marah besar ke aku*.
Ku dengar suara Mas Doni mengucapkan salam. Padahal belum selesai aku membaca pesan mereka.
"Kok cepet banget Mas Doni pulang?" batinku.
Cepat cepat ku hapus jejakku dari laptopnya. Berlari lari kecil ku menemui Mas Doni yang berada di ruang tamu.
"Kok sudah pulang kamu Mas?" tanyaku datar namun penasaran
"Mas lagi capek banget, jadi mendingan pulang aja. Kamu kenapa bisa ada dirumah? Bukannya kamu pagi tadi pergi ngantor?"
"Aku juga lagi capek Mas jadi aku milih pulang"
Ingin aku menanyai Mas Doni prihal Ayu, tapi fikirku ini bukan waktu yang tepat.
Aku harus mengumpulkan bukti bukti yang banyak, agar aku memiliki dukungan yang kuat untuk memergoki suamiku.
Aku tak bisa tidur walau ku pejamkan mataku. Aku terus kepikiran isi email suamiku dengan wanita j****g itu.
Ku lihat jam ternya sudah pukul 11.35 hampir tengah malam. Ku tengok suamiku telah tidur nyenyak disampingku.
Aku berdiri perlahan dari tempat tidur agar tak membangunkan suamiku. Aku kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan membaca.
Email Ayu.
November, 2 2019
__ADS_1
Mas sayang, Maaf ya aku akhir akhir ini lagi sibuk banget. Oh iya Mas akhir bulan ini aku bakal ke Surabaya loh. Tunggu aku ya Mas ku sayang