
"Kamu juga datang Mir?" sapa Lukman
"Iya Man"
"Kesini bareng siapa Mir?"
"Sendiri, sama kayak kalian"
" Aku ke sana dulu ya Man" kataku untuk memutus perbincangan dengan Lukman sebelum obrolan kami merembet kemana mana dan semakin menjadi lama ngobrol berduaan dengannya.
Belum sempat Lukman mengiyakan ku, aku buru buru pergi dari sana.
Sungguh kesal rasanya bertemu Lukman disini, mengingat kalau aku sampai berkelahi dengan Mas Doni kemarin.
**********
Acara reuni telah selesai, kami semua pamit pada Sofi. Dan lagi lagi Lukman menghampiriku sebelum aku masuk ke mobil ku. Yang lain memandangi kami dan menggoda goda kami berdua. Aku hanya memasang raut wajah datar, beda dengan Lukman yang memasang raut wajah sumringah.
"Kamu bakal langsung pulang Mir?" Lukman bertanya sambil mendekat padaku
"Iyalah Man, suamiku nungguin di rumah" aku menjawab dengan nada menekan pada kalimat "suamiku"
"Ya udah hati hati ya kamu"
"Iya Man" balasku singkat sembari masuk ke mobil
Sesampai di rumah aku tak melihat Mas Doni, rumah kosong. Aku menelpon Mas Doni, menanyakan keberadaannya. Ternyata Mas Doni hanya keluar mencari makan.
Selesai bersih bersih diri, aku bersiap untuk tidur. Ku mainkan HP ku sebentar sambil menunggu suamiku tapi mata ini tak bisa diajak kompromi, aku mengantuk dan terlelap.
Aku terbangun dari tidur ku karena ingin buang air kecil, ku lihat jam di kamarku menunjukan pukul 04.45 dini hari.
Ponsel Mas Doni bergetar. Ku ambil dan ku lihat panggilan masuk dari siapa.
__ADS_1
"AYU". Nama yang tertera di layar datar itu. Aku terdiam, pikiranku mulai kemana mana.
Dari pada aku mati penasaran, ku putuskan membuka room chat yang bernama Ayu di WA Mas Doni setelah panggilan masuk dari Ayu mati. Ku temui spam chat dari Ayu dan panggilan keluar masuk dari Ayu dan dengan Ayu.
"Ternyata selama ini Mas Doni selingkuh?"
"Tapi kenapa?"
"Apa karena aku tak kunjung memberikannya anak?"
"Apa aku tak semenarik dulu?"
Pikiranku kacau, aku kalut dalam sekejap.
Ayu menelpon kembali, aku bingung, apa yang harus aku lakukan, harus menjawab panggilan masuknya atau membiarkannya. Karena terlalu banyak berfikir, panggilan masuk dari Ayu berakhir.
Aku tak bisa tidur kembali, aku hanya terdiam di samping Mas Doni.
"Kamu kenapa Dek? Sakit?"
" Kamu gak tidur ya?" tanyanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku untuk memastikan ku.
Aku hanya diam tak menjawab, perlahan aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepanjang pagi aku hanya diam, bahkan aku tak sarapan di rumah. Aku beralasan pada Mas Doni kalau aku buru buru karena ada rapat di kantor.
Alih alih pergi ke kantor, aku memilih pergi ke rumah Sofi. Aku tak memiliki mood untuk berkerja.
"Loh Mir, gak kerja kamu?" tanyanya sambil membukakan pintu
"Engga, aku lagi ada masalah sof" kataku sambil berjalan masuk
"Ayo sini masuk, kita duduk dulu" ajaknya
"Masalah apa emang?" tanya sofi sambil menyodorkan ku secangkir teh hangat
__ADS_1
"Mas Doni selingkuh, Sof" kataku dengan mata yang berkaca kaca.
"Serius kamu? Masa sih? Kamu tau dari mana kalo suami kamu selingkuh?" tanya Sofi dengan ekspresi tak percaya.
"Aku sendiri yang lihat. Kalo perempuan itu menelpon Mas Doni. Dan aku buka WA Mas Doni, mereka lumayan sering telpon telponan" jelas ku pada Sofi dengan suara bergetar karena menahan tangis.
"Udah Mir, mending kamu tenang dulu" Sofi sambil menyuruhku untuk meminum teh hangat yang ada di atas meja.
"Kamu mending selidiki dulu siapa itu Ayu. Aku takut kamu salah paham sama Mas Doni"
"Karena bisa aja kan yang perempuan yang ganjen"
Aku mendengarkan omongan dan saran saran Sofi. Aku mencoba untuk mengendalikan pikiran dan hatiku.
Hampir seharian aku di rumah Sofi membicarakan tentang Mas Doni dan Ayu.
Kini aku harus pulang sebelum malam. Walaupun aku masih dalam keadaan malas bertemu dengan Mas Doni di rumah.
**********
Ku lihat mobil Mas Doni telah terparkir di garasi dengan rapi.
Aku keluar mobil dan berjalan menuju pintu masuk rumah.
Ternyata ada Ma Doni di ruang tamu sedang duduk sambil memangku laptop di pahanya.
"Baru pulang Dek?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari laptop.
"Iya Mas" jawabku sambil berjalan menuju ke kamar.
Tak lama aku selesai mandi, Mas Doni menyusul ku ke kamar.
"Kamu kok lesu banget sih hari ini Dek? Kamu sakit kah Dek?" Mas Doni bicara sambil berjalan menuju ranjang.
__ADS_1