
"Aku mau jalan pokoknya Mas" ucapku.
"Mau kemana sih sayang?"
"Ya jalan pokoknya Mas! Keluar dari rumah. Aku ini bosen di rumah terus. Sudah empat bulan juga loh kehamilanku, memangnya mau sampai kapan aku dikurung mulu disini?" kesal ku pada Mas Haris.
"Ya sudah.. Ya sudah besok Mas libur, kita jalan keluar."
"Kemana Mas?" tanyaku semangat.
"Besok kamu juga tau." kata Mas Haris datar.
Esok harinya.
"Mas.. Mas.." aku menggoyang badan Mas Haris.
"Apa sayang?" suara Mas Haris serak. Matanya masih belum terbuka sempurna.
"Ayok bangun Mas, sudah jam 10.00 loh. Aku sudah mau mandi ini Mas. Kamu ingatkan, hari ini kita mau jalan."
"Hmm iya iya"
"Ya udah kalo gitu aku mandi. Awas aja ya sampai aku udah kelar mandi kamu belum juga bangun Mas!"
Mas Haris tak menjawab omelan ku.
Selesai mandi ku lihat Mas Haris telah bangun. Dan aku melemparkan senyuman manja padanya saat kami berhadapan di depan pintu kamar mandi, ia hanya nyengir mengejekku sambil mencubit kedua pipiku lalu masuk ke kamar mandi.
Sambil menunggu Mas Haris selesai mandi, aku berdandan dan mengenakan baju.
Tak menunggu lama akhirnya Mas Haris selesai mandi dan ia kini telah rapi.
Kami menuju garasi dan masuk ke mobil Mas Haris.
"Emang mau ajak aku kemana sih Mas?" tanyaku tak sabar.
"Ada aja. Nanti juga kamu bakal tau sayang."
__ADS_1
"Tapi pengen tau sekarang Mas."
"Ih bawel banget sih bumil, udah deh diem aja. Entar juga bakal tau."
Aku diam tak membalas ucapan Mas Haris.
Akhirnya mobil berhenti di dalam parkiran sebuah Mall.
"Kita mau apa kesini Mas?"
"Kamu mau apa?"
"Nonton, makan, shopping?"
"Iya boleh."
"Ya sudah, ayok kita nonton dulu ya."
"Mending makan dulu, kan tadi belum makan. Kasian loh dede pasti lapar."
"Iya deh iya"
Sesuai janji Mas Haris, setelah makan kami pergi ke bioskop yang berada tak jauh dari restoran tempat kami makan.
Film yang kami pilih adalah film romantis, walaupun aku ingin sekali menonton film horor tetapi Mas Haris kekeh melarang ku karena takut jika aku kaget akan berdampak pada perutku nantinya.
Demi bisa jalan jalan keluar rumah membuang rasa bosan ku karena di kurung selama beberapa bulan ini maka aku hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Mas Haris.
Setelah sejam lebih menonton film, kami menuju ke supermarket untuk berbelanja. Kami bertemu dengan Mas Doni di dalam sana. Ia sedang memilah milah buah apel disitu.
"Eh itu bukannya Doni, sayang?" ucap Mas Haris.
"Mana?" mataku ke sana kemari.
"Itu tuh, yang make polo biru." tunjuk Mas Haris.
"Oh iya, samperin Mas?"
__ADS_1
"Iyalah, kan kita udah liat dia."
"Iya deh." jawabku malas.
Mas Haris dan aku mendekati Mas Doni. Mas Haris berbincang cukup lama dengan Mas Doni. Dan Mas Doni sempat melihat ke arahku.
"Gemuk kan kamu Mira." ucap Mas Doni saat melihat ke arahku.
"Iya, Mira lagi hamil Mas." jawab Mas Haris.
"Beneran Mir? Wah alhamdulillah kalo gitu."
"Iya Mas." jawabku.
Akhirnya Mas Haris mengakhiri percakapannya dengan Mas Doni. Kami langsung menuju kasir setelah itu.
"Akrab banget kayaknya kamu sama Mas Doni, Mas." sindir ku saat kami berada di mobil menuju pulang.
"Bukannya akrab tapi kan tadi kita liat dia, masa gak di tegur sih."
"Ya.. ya.. ya.. ya.. ya.. ya.. Terserah Mas ajalah."
"Kamu kenapa sih sama Doni? Masih belum ikhlas sama kejadian yang lalu?"
"Aku udah ikhlas kok sama apa yang pernah di perbuat sama Mas Doni. Cuma aku males aja gitu kalau berhubungan sama dia lagi. Walaupun itu cuma kebetulan."
"Iya deh iya bumil. Lain kali kalo ketemu Doni lagi kita menghindar ya. Dah nyampek nih, mau turun sendiri apa mau aku gendong?"
"Gendong" nadaku manja dan tanganku menjulur ke depan.
"Engga deh, kamu endut. Mana bisa aku gendong kamu. Gak kuat." ejek Mas Haris.
Walaupun Mas Haris mengejekku ia tetap menggendongku turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Pokoknya selama aku hamil, Mas Haris benar benar melayaniku bagaikan permaisuri. Bahkan ia memanjakan diri ku dua kali lipat dari sebelumnya.
Sungguh bahagia rasanya menjadi seorang istri Mas Haris dan dapat mengandung anaknya.
__ADS_1
Untuk saat ini hanya ada dua harapanku. Aku, Mas Haris dan calon bayi kami selalu sehat dan kami selalu di berikan kebahagiaan.