Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Sembilan Belas


__ADS_3

"Loh Mba Mira pulang? Mas Doni mana? Kok pulang bareng Ibu sama Bapak?" itulah pertanyaan yang di lontarkan oleh Devi adik ku saat kami sampai di rumah.


Aku memang dua bersaudara, Devi adikku masih duduk di bangku kuliah. Devi kuliah di salah satu Universitas Yogyakarta. Saat ini Devi sedang libur jadi ia memutuskan untuk menginap di rumah.


"Mba lagi gak mood" aku berjalan menuju kamar ku saat aku masih gadis.


"Kenapa sih Bu, Pak?" aku mendengar Devi bertanya ke Ibu dan Bapak.


"Udah udah gak usah di bahas. Mba mu lagi berantem sama Mas mu mangkanya Bapak sama Ibu jemput" jelas Ibu.


"Masalah apa?" bisik Devi penasaran


"Udah ah Ibu mau bantuin sih Mbok siapin makan malam dulu"


Di dalam kamar aku terus menerus menangis entah mengapa air mataku enggan berhenti untuk keluar.


Aku merasa seperti wanita bodoh beberapa bulan ini.


Entah karena aku bodoh, tak bisa memberi keturunan, tak cantik lagi atau memang Mas Doni yang merasa kurang denganku atau ada hal lain? Tapi apa? Kenapa rumah tangga yang ku idam idamkan jadi seperti ini? Kenapa aku harus seperti ini?


Tangisanku semakin kencang dan pikiranku mulai kemana mana.


Tok.. Tok.. Tok..


"Mir, makan dulu nduk. Ibu tunggu di meja makan ya" ajak Ibu yang berada di luar pintu kamarku.


Tanpa menjawab aku pun bergegas mandi agar tak terlihat kacau di depan orang tuaku lalu aku keluar menuju ruang makan.


Di atas meja makan hanya terdengar suara dentingan piring dan sendok.


"Kenapa kamu gak cerita ke Bapak kalau Doni jadi ******** seperti itu?" suara Bapak memecahkan keheningan di atas meja makan.

__ADS_1


"Pak" tegur Ibu


Aku diam begitu juga Devi yang memasang wajah bingung namun tak berani mengatakan apapun untuk bertanya tentang apa yang terjadi antara aku dan Mas Doni.


"Keputusan kamu untuk berpisah dengan Doni sangat betul, Bapak tidak masalah anak Bapak menjadi janda. Bapak masih hidup, masih sanggup untuk menjagamu. Bapak betul betul terpukul begitu tau selama enam bulan terakhir ini kamu di perlakukan seperti itu sama suamimu" ucap Bapak dengan nada yang sedih.


Selesai makan malam aku kembali masuk ke kamar. Devi menyusul masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu.


"Mba? Aku boleh nanya?" kata Devi


Aku diam memperhatikannya.


"Ada masalah apa sebenernya Mba Mira sama Mas Doni?"


Aku mulai menceritakan semuanya dengan Devi, tentu saja adikku satu satunya ini terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh kakak iparnya. Bahkan Devi berniat untuk mendatangi Ayu, namun aku melarangnya karena ini adalah masalah kami bertiga.


**********


"Bener bener kamu bikin Papa kehilangan muka di depan orang tua nya Mira! Apa yang kamu lihat dari sih Ayu itu? Kurang apa Mira jadi istri kamu?" Kata Papa


Doni hanya diam tak berani bersuara karena tahu ia telah bersalah.


"Papa gak bisa bantu kamu karena ini salah kamu Don. Kamu gak boleh jadi pengecut kamu harus buat keputusanmu" lanjut Papa


"Ya aku gak mau pisah dari Mira, Pa" kata Doni


"Terus gimana sama perempuan itu?" tanya Papa


"Aku bakal ninggalin Ayu, Pa"


"Mama yakin Mira gak akan bisa menerima semuanya Don. Kesalahan mu dalam rumah tanggal sudah fatal Nak" ucap Mama

__ADS_1


"Jadi aku harus gimana Ma, Pa?"


"Jalan satu satunya ikuti kemauan Mira dan kamu harus bertanggung jawab ke Ayu. Kamu gak boleh jadi pengecut, kamu harus selesaikan permasalahan mu seperti seorang laki laki dewasa" kata Papa


"Bertanggung jawab? Aku gak menghamili Ayu Pa dan lagi pula aku masih cinta Mira. Apa yang aku lakuin karena aku khilaf"


"Bukan karena Ayu hamil tapi karena kamu sudah berani bermain api maka kamu harus bisa memadamkannya Doni. Tolong lah kamu bukan anak Papa yang masih bocah jadi Papa minta kamu menjadi pria dewasa sekarang juga."


**********


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


"Bisa ketemu Mira sebentar Bu?"


Ibu memanggilku.


Aku berjalan keluar kamar menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang datang dan ingin bertemu denganku.


Ada seorang lelaki yang duduk di atas kursi ruang tamu milik Ibu, aku mengenal pemilik tubuh itu, ya itu Mas Doni.


"Mau apa lagi kamu kesini Mas?" tanyaku yang mengagetkannya


"Dek aku mau ngomong sama kamu sebentar bisa?" Mas Doni berdiri dari duduknya.


"Mau ngomongin apa? Kalo untuk menarik perkataan ku yang mau berpisah dari kamu, aku gak bisa"


"Bukan itu Dek. Ikut Mas sebentar ya? Kita ngobrol di luar aja mau?"


Tanpa menjawab aku memutar badanku kembali ke kamar untuk mengganti baju.

__ADS_1


Mas Doni mengajakku pergi dari rumah, kami mencari tempat yang hanya ada kami berdua untuk berbicara.


__ADS_2