Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Dua Puluh Dua


__ADS_3

Lelaki itu adalah Lukman, Pak Bayu membawanya dalam meeting hari ini.


Tentu saja aku tersenyum saat melihatnya, karena akan lebih mudah menjalin kerjasama dengan Pak Bayu sebab aku mengenal Lukman.


Meeting hari ini akhirnya selesai. Lukman masih duduk di kursinya saat Pak Bayu telah pamit. Lukman menggeser kursinya tepat di sampingku. Kami mengobrol tentang segala hal sampai akhirnya Lukman menceritakan tentang Mas Doni yang ia lihat beberapa minggu lalu di salah satu Mall. Lukman memberitahuku kalau Mas Doni setelah bercerai denganku masih tetap bersama Ayu namun yang membuat Lukman bingung walaupun Mas Doni bersama Ayu, ia sering mengunjungi Klub malam karena Lukman juga sering bertemu dengan Mas Doni di sana. Walaupun sering melihat Mas Doni dan bertemu beberapa kali saat berada di suatu tempat, Lukman tak pernah menyapanya begitupun Mas Doni.


Aku menjadi penasaran dengan cerita Lukman tentang Mas Doni. Selama aku mengenal Mas Doni, ia tak pernah menginjakan kaki ke Klub malam bahkan Mas Doni tak bisa meminum minuman keras walau hanya seteguk.


Lukman menjelaskan padaku bahwa Mas Doni nampak tak bahagia saat berpisah dengan ku. Mas Doni menjadi pribadi yang buruk walau di sisi nya ada Ayu.


Aku tak menyangka Mas Doni benar benar mempertahankan wanita itu untuk ada di sampingnya. Tapi aku tak peduli dengannya lagi, aku hanya mendengarkan cerita dari Lukman tanpa mengeluarkan pertanyaan apapun pada Lukman.


Aku kembali ke kantor setelah percakapan ku dengan Lukman selesai.


Aku masih teringat tentang kabar Mas Doni yang di sampaikan oleh Lukman. Aku benar benar terkejut dengan apa yang terjadi pada mantan suamiku.


Bukan aku peduli pada kondisi Mas Doni saat ini, aku hanya benar benar tak menyangka.


**********


Setahun sudah aku menjadi seorang janda. Namun belum ada lelaki yang bisa membuatku terpikat, mungkin karena aku belum membuka hati. Jujur saja, aku masih takut untuk menjalin suatu hubungan, aku takut kalau kalau lelaki yang menjalin hubungan denganku akan berulah seperti Mas Doni.


"NgeMall yuk Mba! Kita shopping mumpung aku pulang nih." rengek Devi dalam telepon.

__ADS_1


"Mba gak bisa kalau sekarang. Gimana kalau lusa? Mba libur." ucapku.


"Ok, lusa ya. Nanti Mba Mira jemput aku dulu di rumah."


"Iya iya. Sudah ya, Mba lagi banyak kerjaan nih." tutup ku.


Sudah delapan bulan aku memang sudah tidak tinggal di rumah Ibu lagi. Aku memutuskan untuk menyewa apartemen di dekat kantor ku.


Saat aku tiba di rumah Ibu, ku lihat Devi menunggu ku di teras rumah dengan dress selutut dan sneaker shoes kesayangannya.


"Bener bener nih bocah. Bisa bisanya nungguin aku di teras, kayak mau di ampel pacarnya aja." gumam ku dalam mobil.


Aku turun dari mobil, Devi langsung berdiri dari duduknya menyambut ku dengan senyum sumringah.


"Bentar ah, Mba mau masuk dulu baru dateng juga ih"


Devi hanya memanyunkan bibirnya mendengar ucapan ku sambil mengikuti langkahku masuk ke dalam rumah.


Sejam lebih berada di rumah akhirnya aku dan Devi pergi menuju Mall. Kami masuk melalui pintu utama, tak di duga kami berhadapan dengan Mas Doni dan Ayu yang akan keluar dari Mall.


"Mira." sapa Mas Doni dengan senyum lebar di wajahnya.


Namun berbeda dengan Ayu yang memasang wajah masam dan berlagak di hadapanku yang seolah telah menang mengambil sebuah permen dari ku.

__ADS_1


Hanya senyuman dan anggukan balasku.


Devi diam dengan wajah yang menahan rasa kesal, matanya tertuju ke Ayu.


"Mau belanja kamu Dek?" tanya Mas Doni


"Iya Mas, nemenin Devi. Kita duluan ya Mas." ucapku dengan kaki yang akan melangkah.


"Eh tunggu. Kamu tinggal dimana Dek? Kata Ibu kamu udah gak tinggal di rumah. Terus kok nomor kamu gak aktif lagi?"


Ayu mulai memasang wajah tak enak mendengar Mas Doni menanyakan ini itu pada ku.


"Iya Mas aku udah pindah dari rumah Ibu. Nomor HP aku memang sudah ganti. Maaf ya Mas kita lagi buru buru. Permisi"


Tanpa menunggu respon dari Mas Doni, kami langsung melanjutkan masuk ke dalam Mall tersebut.


Entah Mas Doni dan Ayu masih berada di belakang atau langsung beranjak pergi, sebab aku tak menengok kebelakang sedikit pun.


"Ih kesel banget sih bisa ketemu Mas Doni sama sih ular disini Mba" ucap Devi


"Mba aja kaget liat mereka."


"Sumpah ngeselin banget mukanya si Ayu barusan. Udah jelek, penampilan kayak tante tante girang terus sifat sama kelakuannya jelek juga. Ih gak ada bagus bagusnya pokoknya itu perempuan. Mas Doni lagi kayak gitu. Ih gak tau lagi aku mau ngomong apa tentang mereka. Gak habis pikir pokoknya." Devi langsung ngedumel.

__ADS_1


"Udahlah gak usah di pikirin, lagian juga mereka cocok. Sama sama bobrok akhlak. Yuk Mba traktir beli sepatu!" kata ku sambil menarik tangan Devi menuju eskalator.


__ADS_2