
Hari ini Mas Doni dan aku libur kerja, kami memilih bersantai di rumah. Kini aku dan suamiku sedang berada diruang tamu, aku menonton tv dan Mas Doni masih sibuk dengan HP nya.
"Dek, besok lusa Mas ke Bandung loh. Ada kerjaan" kata Mas Doni
"Berapa lama Mas?" tanyaku
"Cuma 3 hari aja kok" jawabnya sambil berjalan menuju kamar
Aku hanya diam mendengarkan suamiku. Tak lama Mas Doni keluar kamar setelah 30 menit . Aku masih saja asik dengan acara tv yang ku tonton, aku tak menyadari wajah suamiku yang menegang.
Acara tv selesai, kami memutuskan untuk makan. Sebelum ke dapur, aku menuju kamar untuk mengambil HP ku. Ternyata Lukman spam chat pada ku, bahkan ada panggilan masuk yang terjawab.
Aku berlari kecil menuju dapur untuk menanyakan pada Mas Doni prihal Lukman.
"Mas?" panggilku cemas
Mas Doni diam tak merespon. Ku tahu dia sedang marah padaku.
"Mas, jangan marah. Kamu cuma salah paham" kataku
"Salah paham katamu? Sejak kapan kamu berhubungan lagi sama Lukman? Kamu anggap aku apa Mir?" tanyanya dengan nada meninggi
__ADS_1
"Ini gak kayak gitu Mas. Kamu bener bener salah paham Mas. Kamu cek deh WA ku sama dia. Apa aku ada respon dia?"
"Ah gak lah Mir, aku mau keluar bentar. Kepalaku sakit" Mas Doni berlalu meninggalkan ku menuju pintu luar.
Pukul 11.10 malam, Mas Doni tak kunjung pulang. Aku khawatir sekaligus bertanya tanya "kemana Mas Doni?". Aku ingin meneleponnya tapi aku sudah 20 kali menelepon dan tetap tak di jawab olehnya.
Karena lelah menunggu dan mataku mulai berat, ku putuskan untuk tidur.
Aku terbangun dan melihat kamarku terang karena sinar matahari. Ku lihat disamping ada Mas Doni.
"Mas, bangun Mas" kataku membangunkan suamiku namun tak diresponnya
"Kamu semalem pulang jam berapa?" tanyaku yang diabaikan
Aku berpamitan padanya untuk berangkat berkerja, namun Mas Doni merespon ku dingin. Aku berkerja dengan perasaan yang tak enak. Ku putuskan untuk pulang lebih awal. Ku beri tahu Mas Doni untuk pulang cepat agar kami bisa makan malam bersama.
Pukul 06.08 suamiku pulang. Ku siapkan semua perlengkapan mandinya. Selesai Mas Doni mandi, ku ajak dia makan masakan ku yang telah ku siapkan. Masih dengan respon dinginnya Mas Doni, dia duduk bersama ku di meja makan. Namun aku tak memperdulikan sikap dingin Mas Doni, aku tetap mencoba bersikap biasa melontarkan senyum ku. Selesai makan Mas Doni memilih masuk ke kamar, tak pikir panjang aku menyusul Mas Doni ke kamar.
Ku manjakan suamiku dengan tubuh ku, dia tak menolak. Kami pun melakukan hubungan suami istri, ku lakukan itu agar Mas Doni kunjung meredam amarahnya padaku. Selesai melakukan hubungan suami istri, aku mulai membicarakan baik baik prihal Lukman dan menyepakati janji yang suamiku buat agar aku memutuskan kontak pada Lukman.
**********
__ADS_1
Mas Doni telah berangkat ke Bandung 1 jam yang lalu. Dengan tak lupanya ia mengingatkanku tentang janji ku padanya.
Sudah 2 hari setelah keberangkatan suamiku ke Bandung, namun tak ada kabar. Hanya sekali dia mengirimi ku pesan,
"aku sibuk banget Dek disini, jadi kamu jangan nelpon aku mulu, aku bakalan pulang kok kalau disini sudah selesai".
Itulah pesan kemarin malam dari Mas Doni yang tak ingin ku ganggu.
Ini hari ke 3, harusnya Mas Doni hari ini pulang. Tapi Mas Doni mengirimi ku pesan,
" Dek, aku belum bisa pulang. Aku harus disini 4 hari lagi. Kamu gak usah khawatir ya, aku disini cuma kerja kok. Ntar kalo udah kelar pasti aku langsung pulang."
Aku coba menelpon Mas Doni setelah membaca pesannya. Namun lagi lagi tak di angkatnya. Aku merasa gelisah, merasa ada yang aneh, tapi aku mencoba untuk tidak berpikir yang tidak tidak. Aku yakin suami ku pasti hanya urusan pekerjaan tak lebih.
Ponselku berdering, ternyata telpon dari Mas Doni.
"Iya Mas?"
"Kamu lagi apa Dek?"
"Gak ngapa ngapain aku Mas. Kamu lagi apa? Sama siapa? Lagi dimana?"
__ADS_1
" Dikamar hotel Dek lagi kerjain kerjaan. Udah dulu ya Dek, Mas telpon lagi nanti. Assalamualaikum sayang"
Belum sempat aku menjawab salam, Mas Doni langsung menutup telponnya. Entah mengapa Mas Doni menutup telpon ku dengan terburu buru seperti itu.