Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Empat


__ADS_3

*********


"Mira.. Mir" panggil lelaki di belakangku


Aku menoleh mencari sumber suara tersebut, ternyata ada seorang lelaki di belakangku yang wajahnya sangat familiar. Ternyata itu Lukman teman SMA ku.


"Ya ampun beneran kamu ini Mir?" tanyanya sambil mendekatiku


"Astaga Lukman, lamanya gak liat kamu. Kamu apa kabar?" kataku


"Baik, baik banget. Kamu ngapain di sini?" tanya lukman


"Lagi nungguin temen aku tuh pilah pilah baju, katanya sih dia bakal ngedate malam ini" jawabku


Lukman dan aku masih asyik ngobrol, sampai sampai gak sadar kalau temanku Risa telah selesai membeli baju dan menghampiri kami.


"Eh Man duluan ya" pamit ku pada Lukman


"Iya Mir. Eh WA kamu masih yang dulu kan?" tanya Lukman


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Risa dan aku pergi meninggalkan Lukman, begitu pun Lukman pergi berlawanan arah dengan kami.


**********


Ting..


Ting..


Ponselku berbunyi beberapa kali tapi tak ku hiraukan karena aku lelah seharian menemani teman kantorku Risa berbelanja persiapan ngedate bersama tunangannya malam ini.


Mataku terasa berat dan kakiku terasa pegal, akhirnya aku memutuskan untuk tidur.


Aku membuka mata karena aku merasa ada seseorang yang naik ke kasurku, ku lihat ternyata itu Mas Doni. Ternyata dia sudah pulang dan tertidur di sampingku.


Ku ambil HP ku untuk melihat jam, pukul 9 malam. Ku buka notifikasi ku ada nomor yang tak ku kenal mengirimi aku pesan.


"Hai Mir, ini aku Lukman"

__ADS_1


"Kamu lagi apa?"


"Aku dapet nomor WA kamu dari Sofi. Ternyata WA mu sudah ganti ya?"


Itulah isi pesan dari nomor yang tak ku kenal, ternya itu Lukman.


Aku bingung harus jawab atau tidak, karena pasalnya Lukman bukan hanya sekedar teman SMA ku saja, tapi dia juga matan pacar ku sebelum aku berpacaran dengan Mas Doni dan menikah dengannya.


Ku taruh HP ku setelah membalas sekedarnya pesan dari Lukman. Ku peluk suamiku dan melanjutkan tidur.


Aku terbangun karena sinar matahari, seperti biasa aku bersiap siap untuk berangkat berkerja.


Aku dan Mas Doni berangkat bersama hari ini, karena mobil ku harus di servis.


Tak ku sangka Lukman mengirimi ku pesan kembali.


Pesan Lukman:


"Kamu dimana Mir?"


"Makan siang yuk"


"Maaf aku gak bisa Man" balasku


Tak menunggu lama ponselku berbunyi.


"Ya udah gapapa, next time ya" balas Lukman


Aku tak membalas lagi pesan Lukman. Aku takut membuat Mas Doni salah paham saat membuka ponselku nanti, karena ku tahu suamiku pencemburu.


Pukul 17.15 Mas Doni menjemput ku. Kami menuju bengkel sebelum pulang ke rumah untuk mengambil mobilku yang ku servis tadi pagi. Kini Aku dan Mas Doni memakai mobil masing masing untuk pulang ke rumah.


Seperti biasa, sesampainya di rumah kami membersihkan tubuh dan melakukan aktifitas seperti biasanya.


Jam menunjukkan pukul 10.00 malam.


"Tidur yok Dek, Mas ngantuk" ajak Mas Doni

__ADS_1


"Duluan aja Mas aku masih seru baca novel ku yang kemaren" jawabku


"Ya udah Mas tidur ya" kata Mas Doni sembari tangannya diletakkan di perut ku.


Ting..


Ting..


Hanya ku kulihat dari notifikasi pesan siapa yang masuk. Lagi lagi nomor Lukman.


"Sudah tidur Mir?" isi pesan Lukman


Tak ku hiraukan pesannya, aku menaruh HP ku lalu menyusul suamiku tidur, tak ku lanjutkan membaca. Saat ku tahu itu Lukman membuatku kehilangan mood membaca.


**********


Aku menonton tv diruang tamu sambil memakan jeruk. Tiba tiba suara ponsel ku bunyi. Ku pikir siapa yang menelpon, ternyata Sofi sih mulut bebek. Sofi memang mempunyai julukan "mulut bebek", karena dia senang sekali membuat kehebohan dengan mulutnya. Ku angkat teleponnya dengan malas.


"Halo Mir?" suara Sofi di sebrang sana


"Apaan?" tanyaku


"Eh udah ketemu Lukman belum?" tanta Sofi


"Udah" jawabku singkat


"Cieee yang di samperin mantan" goda Sofi


"Kalo mau ngomongin Lukman mending aku tidur aja deh" kataku kesal


"Ih ngambek" balas Sofi


"Ih aku biasa aja" jawabku sambil tertawa kecut


"Ke rumah lagi dong Mir, kita cerita cerita. Tar aku ajakin deh anak anak" ajaknya


"Iya, boleh" jawabku

__ADS_1


"Eh udah dulu deh, anakku rewel. bye" Sofi menutup teleponnya


Lukman dan aku berpisah dengan cara yang tak baik. Setelah melihat wajahnya beberapa waktu lalu aku merasa biasa saja, namun ketika dia mulai spam chat pada ku, itu membuat aku geram. Sekarang aku hanya menganggap Lukman sebagai temanku zaman SMA. Aku tak mau berkelahi dengan Mas Doni karena Lukman. Aku mencintai suamiku.


__ADS_2