Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Tujuh Belas


__ADS_3

Aku terbangun karena panggilan masuk dari ponselku.


"Halo Bu" aku menjawab panggilan masuk dari Ibu ku.


"Kamu apa kabar nduk? Ibu kok berapa hari ini kepikiran kamu, kamu sehat kan nduk?" terdengar suara wanita paruh baya yang sedang mengkhawatirkan ku.


"Mira baik baik aja Bu. Ibu gimana sama bapak? Sehat sehat aja to?" aku berusaha berbicara dengan nada biasa.


"Baik nduk. Ibu Video Call ya nduk"


"Aduh maaf Bu HP Mira kameranya pecah habis jatuh." alasanku agar Ibu tak melihat mataku yang sembab karena menangis semalaman.


"Yowes kapan kamu sama Doni bisa kesini? Ibu wes kangen"


"Ntar kalo Mas Doni gak sibuk ya Bu"


"Ya udah kalau gitu Ibu sama Bapak titip salam ke Doni ya. Semoga kalian tetep dalam lindungan Allah. Ibu mau nyusulin Bapak dulu"


"Amin, makasih doanya ya Bu"


Aku kembali menangis saat telpon dari Ibu berakhir. Aku tak bisa terus terusan pura pura kuat menghadapi suami dan pacarnya. Namun aku juga tak bisa membuat orang tua ku sakit hati karena tahu anaknya telah di sakiti oleh orang yang telah mereka percayai.


Untungnya hari ini kantor libur jadi aku tak perlu pusing memikirkan cara menutupi mataku yang sembab dengan bedak.

__ADS_1


Perutku terasa perih, aku baru ingat kemarin malam aku belum ada makan karena sibuk menangis.


Aku beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi, aku memesan makanan melalui aplikasi.


Sambil menunggu makanan yang ku pesan datang, ku putuskan untuk berdandan entah untuk apa yang jelas aku merasa wajahku harus di poles oleh kosmetik agar tak terlihat menyedihkan.


Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya makanan yang ku pesan datang.


Aku makan sambil menonton tv, tak lupa ku beri mode senyap HP ku karena setiap pagi Mas Doni selalu menghubungiku, entah spam chat atau meneleponku berkali kali.


Biasanya aku menjawab panggilan masuk nya agar aku tak sakit kepala mendengar ponselku yg berbunyi terus terusan.


Namun kali ini aku tak akan menjawab panggilan masuk darinya atau membalas pesannya.


"Aku gak bakal nyerah Mas, aku bakal mempertahankan martabat ku sebagai seorang istri dan perempuan. Aku akan buat kamu menyesal telah melakukan hal ini ke aku" kataku sambil melihat panggilan masuk yang tertera di ponselku.


Setelah 15 menit akhirnya ponselku berhenti menyala. Mas Doni sudah tak menelpon ku lagi.


Tiba tiba aku terpikir ingin mendatangi Mas Doni untuk menyelesaikan semua ini dengan baik dan mencari solusi.


Aku mengambil kunci mobil dan pergi menuju ke sebuah Mall untuk bersalon dan membeli baju yang akan ku kenakan. Setelah selesai aku menuju ke rumah Mas Doni.


Ternyata ada Mas Doni di sana sedang duduk di ruang tamu sambil menonton tv.

__ADS_1


"Aku pulang" teriakku dari depan pintu


Mas Doni terdiam melihatku, ia terperangah melihat ku yang tiba tiba datang.


"Kok diem aja istrinya pulang, Mas?" lanjut ku


"Iya sini masuk Dek, aku kaget kamu tiba tiba pulang" Mas Doni berjalan mendekatiku.


Terdengar suara pagar terbuka, aku dan Mas Doni yang masih berdiri di depan pintu menengok ke arah pagar bersamaan.


Itu Ayu sedang membawa rantang makanan. Ternyata selama aku tak di rumah, wanita ular ini mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Ini gak seperti yang kamu kira sayang" Mas Doni menyakinkan ku.


Tak ku hiraukan Mas Doni, kakiku dengan cepat mendekati Ayu yang masih berdiri dekat pagar sebab kaget melihatku.


"Eh ada ******. Mau apa nih kesini?" kataku dengan nada mengejek.


"Bukan urusanmu" Kaki Ayu mulai menginjak tangga yang menuju pintu utama rumah kami.


Ku layangkan tas yang sedang ku genggam ke muka Ayu sampai meninggalkan luka di pinggir alis kirinya. Ku lihat ia tersenyum meremehkan ku membuat aku merasa geram. Kakiku menendang telak di perutnya, ia terjatuh bahkan rantang yang ia bawa terhambur isinya. Masih dengan posisi terduduk karena jatuh, kakiku kembali ku layangkan tepat ke wajahnya sampai ia tersungkur di tanah.


"Cukup Dek kamu mau buat orang mati? Kalau kamu kesini tujuannya buat malu aku, mending gak usah dateng" Teriak Mas Doni yang melihatku mengganas.

__ADS_1


"Tadinya aku kesini mau tau kamu lagi apa selama aku tinggal. Ternyata aku dapet kejutan begini Mas. Kyaknya aku salah nginjakin kaki kesini dan ku lihat kamu juga gak butuh aku lagi Mas" kataku sambil melirik Ayu yang wajahnya sudah bonyok.


__ADS_2