
"Kamu itu salah paham Dek, aku sama Ayu gak" ku potong perkataan Mas Doni.
"Ssttt.. Udah mending kalian ikut aku" kataku
"Mau kemana kita?" tanya Mas Doni
"Aku gak mau ikut" kata Ayu
Aku mendengus, ku ambil ponsel di tas ku.
"Ma ke rumah sekarang aku dan Mas Doni tunggu" aku menelpon Mama mertuaku.
Mas Doni menarik ponsel dari tangan ku.
"Kamu gila apa Dek?" tanya Mas Doni dengan raut wajah panik
"Emang aku gila" jawabku santai.
Ku kirim pesan ke Ibu ku juga, syukurnya Ibu langsung membaca pesanku. Tanpa banyak bertanya Ibu mengiyakan ajakan ku datang ke rumah Mas Doni.
Sekitar satu jam kami bertiga berada di ruang tamu, Mama dan Papa datang, Mas Doni keluar menyambut mereka, saat mereka masuk keruang tamu melihat ku dan Ayu yang berwajah bonyok mereka langsung terkejut.
"Ini siapa Don?" tanya Mama
"Duduk dulu Ma, Pa. Nanti kita jelasin, tunggu Ibu sama Bapak juga ya" kataku
Tak lama Ibu dan Bapak datang. Pertanyaan yang sama di lontarkan oleh Ibu.
__ADS_1
"Ada apa ini? Ini siapa?" sambil menunjuk Ayu.
"Karena semua sudah lengkap, Mira mau umumkan kalau Mira sama Mas Doni akan bercerai" kataku
"Kamu ngomong apa sih Dek?" Mas Doni meraih tanganku
Semua yang ada di ruang tamu terkejut dengan perkataan ku sedangkan Ayu hanya diam menunduk kan kepalanya.
"Ma, Pa, Pak, Bu perempuan yang ada disini dengan wajah terluka ini adalah pacar Mas Doni. Mereka saling kenal sekitar enam bulan yang lalu dan menjalin hubungan sampai saat ini" jelas ku yang membuat semua orang terkejut bukan main.
"Kamu yakin Mir?" tanya Ibu
"Iya Bu, Mira punya buktinya kok. Tapi bakal Mira perlihatkan ke pengadilan agama nanti" jawabku
"Bukti apa Dek?" tanya Mas Doni
Mu lihat Bapak berdiri dari duduknya.
Pllaakk..
Suara tamparan dari Bapak membuat aku dan yang lainya terkejut. Ibu hanya menangis. Papa menahan Bapak sedangkan Mama merangkul ku.
"Apa betul ini Don? Kamu jangan buat Papa sama Mama malu! Papa tidak pernah mengajari kamu menjadi seorang ******** seperti ini!" teriak Papa
"Dan kamu, kamu pasti sudah tau kalau anak saya sudah berkeluarga tapi kenapa kamu masih mau memaksa masuk ke pintu mereka?" tanya Papa setengah berteriak sambil menunjuk Ayu.
"Maaf Pa aku salah" kata Mas Doni
__ADS_1
"Iya memang kamu salah amat sangat salah Doni. Saya pikir menyerahkan anak saya ke kamu enam tahun yang lalu itu keputusan yang tepat. Saya benar benar kecewa, saya sakit hati anak saya Mira kamu perlakukan seperti ini" ucap Bapak dengan nada yang sedikit bergetar
"Jadi kamu mau bagaimana menyelesaikan permasalahan mu? Bagaimana cara kamu mengembalikan harga diri keluarga kita?" tanya Papa ke Mas Doni
"Aku tak ingin berpisah dengan Mira, aku ingin Mira memberikan ku kesempatan kembali. Aku janji hal seperti ini gak akan terulang" kata Mas Doni yang masih menunduk di kursinya.
"Terus aku gimana Mas? Kamu jangan anggap aku gak ada dong Mas" sahut Ayu
"Kamu diam!" bentak Papa ke Ayu sambil menunjuknya.
Ayu berlari kecil ke arah pintu pergi meninggalkan kami. Kini tinggal ada kami berenam di rumah untuk membicarakan perihal perselingkuhan Mas Doni.
"Aku gak bisa ngasih kamu kesempatan lagi Mas. Asal kamu tau, selama ini aku terus mantau kamu, selama ini aku ngasih kamu kesempatan tapi kamu gak pergunakan dengan baik. Kamu malah sibuk sama perempuan itu" ucapku dengan air mata yang menetes
"Aku bener bener salah Mir, aku minta maaf, aku menyesal" Mas Doni berada di depan kakiku sambil berlutut.
"Jangan gegabah Mir, Mama takut kamu akan menyesal saat mengambil keputusan dalam keadaan emosi seperti ini" Mama membujukku.
"Biarkan Mira yang menentukan, dia yang merasakan semuanya bukan kita" ucap Ibu
"Tekat ku bulat, aku sudah memikirkannya matang matang. Aku mau berpisah" kataku sambil menghapus air mata di pipi.
Mas Doni terdiam di lantai saat aku mengatakan dengan tegas kalau kami akan tetep berpisah. Mama dan Papa tak bisa membela anaknya karena Mas Doni memang bersalah.
"Saya rasa kita sudah punya jalan keluarnya Mas, Mba. Untuk sementara Mira saya bawa" ucap Bapak ke Mama dan Papa
Kami menuju rumah Ibu dan Bapak tak ada percakapan ketika kami bertiga di dalam mobil hanya suara bising dari kendaraan lain yang melintas melewati mobil kami.
__ADS_1