Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Enam


__ADS_3

Aku merasa pasti ada apa apa dengan suamiku di sana, karena tak biasanya Mas Doni seperti ini saat keluar Kota. Aku ingin mencari tau namun aku juga sibuk dengan pekerjaanku. Ku putuskan tak berprasangka buruk pada suamiku.


**********


Hari ini Mas Doni pulang dan membawakan aku beberapa oleh oleh. Dia terlihat seperti biasanya, tak ada yang aneh dengannya.


Beberapa hari setelah kepulangan Mas Doni, ku perhatikan ia selalu menghabiskan waktu malamnya berada di ruang kerja. Pikirku tak aneh aneh, mungkin saja di kantornya lagi banyak yang harus di urus.


Sebulan sudah pasca kepulangan Mas Doni dari Bandung. Ku perhatikan dirinya makin sibuk dengan HP dan laptopnya. Mas Doni menghampiri hanya karena meminta hak nya sebagai suami.


"Kamu sibuk apa sih Mas? Kok udah sebulan terakhir ini kamu cuekin aku" kataku kesal


"Cuekin apa sih Dek? Kan aku lagi kerja Dek. Kamu lihat sendiri toh?" kata Mas Doni dengan nada yang tak biasa


"Tau ah Mas. Aku tuh ngerasa kamu tuh berubah setelah pulang dari Bandung" kataku dengan nada yang tinggi


"Loh kok kamu jadi begini ke aku Dek? Kamu gak percaya sama aku, kalo aku di Bandung kerja? Apa jangan jangan kamu mikir aku punya selingkuhan setelah dari sana? Hah!" Mas Doni mulai kesal dan sedikit membentak ku


Mas Doni dan aku pun bertengkar. Suamiku memilih untuk pergi keluar rumah dengan alasan ingin menenangkan diri karena aku bertingkah seperti anak kecil.


Setelah perkelahian itu, aku mengantuk dan tertidur di depan tv. Aku tersadar dari tidur ku dan mengambil HP ku, tak ku sangka ini sudah jam 03.00 dini hari dan suamiku belum juga pulang ke rumah.


Aku berinisiatif menelponnya namun tak diangkat. "Tidur dimana dia?" batinku


Aku menuju kamar untuk melanjutkan tidur. Pagi harinya aku terbangun dari tidurku namun Mas Doni masih belum juga pulang.


Aku ingin menelpon Mama mertuaku untuk menanyai apakah Mas Doni ada di sana tapi aku malu, takut Mama tau kalo aku dan Mas Doni bertengkar.

__ADS_1


Aku tak mood untuk berkerja, aku meminta izin pada HRD ku untuk tak masuk kerja.


Ku dengar suara pagar terbuka dan suara mobil masuk ke garasi. Aku bergegas membuka pintu dan keluar menuju garasi.


"Kamu dari mana aja Mas?" tanyaku cemas


"Aku capek Mir, mau mandi dulu" kata Mas Doni dingin


"Kamu sudah makan Mas?" tanyaku


Namun Mas Doni tak menjawabnya, ia berlalu saja melewati ku menuju ke kamar mandi.


Tak ambil pusing, aku pun menuju kamar untuk menyiapkan baju untuk suamiku, setelah itu aku pergi ke dapur membuatkan Mas Doni makanan.


Mas Doni sudah selesai mandi, kini kami ada di meja makan. Tak ada percakapan antara kami selama menyantap makanan yang ku masak. Setelah makan, Mas Doni menyuruh ku untuk berganti pakaian. Aku menuruti kata Mas Doni.


"Iya Mas, bentar ya" jawabku


Aku menyusul Mas Doni ke mobil dan langsung duduk di samping Mas Doni.


"Kita mau kemana Mas?" tanyaku lembut


"Nanti kamu juga tau" jawabnya datar


Setelah 45 menit akhirnya kami sampai disalah satu Mall yang ada di Kotaku.


"Aku mau ajak kamu belanja barang yang kamu mau Dek, sebagai permintaan maaf ku yang udah marah marah ke kamu kemarin" jelasnya

__ADS_1


Aku hanya tersenyum mendengarnya. Selesai berbelanja, Mas Doni mengajakku makan disalah satu restoran yang ada di Mall tersebut.


Capai berkeliling kami pun memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


"Makasih ya Mas hari ini" ucapku


"Sama sama sayang. Maafin Mas ya" ucap Mas Doni sambil mengecup keningku


Esok harinya semua kembali seperti sedia kala, kami berbaikan.


**********


"Aku pergi dulu ya Mas" pamit ku


Ku kendarai mobil ku menuju rumah Sofi untuk menemuinya dan teman teman lainnya. Sesampainya di rumah Sofi ku lihat sangat ramai kendara di depan halaman rumahnya. Aku melangkah masuk ke dalam rumah Sofi. Semua mata tertuju padaku. Mata itu adalah teman teman ku.


Ya hari ini Sofi mengundang kami untuk reuni.


"Sendirian aja Mir?" tanya Linda


"Iyalah" jawabku sambil tertawa


Kami saling mengobrol menceritakan masa lalu kami yang konyol dan mentertawakan nya bersama. Tertawa kami terhenti saat Sofi berteriak.


"Ini nih ada Lukman dateng" kata Sofi bersemangat


Deg. Jantungku rasanya seperti berhenti berdetak. Aku terkejut hingga terdiam ditengah keributan teman temanku yang melihat Lukman datang.

__ADS_1


"Kenapa Sofi memanggil Lukman juga?" batinku


__ADS_2