Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Dua Puluh Tiga


__ADS_3

*********


Hari demi hari berlalu begitu saja, namun aku masih menikmati kesendirianku. Cukup banyak lelaki yang mendekatiku tapi entah mengapa tak ada satupun dari mereka yang bisa memikat hatiku.


Ku temui rekan kerjaku yang baru masuk kemarin lusa, bernama Mas Haris yang berusia empat tahun lebih tua dariku.


Rencananya kami akan membahas tentang acara Family Gathering di kantor kami yang akan di selenggarakan bulan depan.


"Udah lama Mir?" tanya Mas Haris saat tiba.


"Engga juga sih Mas." jawabku.


"Kamu di kantor sama di luar beda ya." ucap Mas Haris


"Beda kenapa?"


"Kamu di kantor cantik eh pas di luar kantor lebih cantik" goda Mas Haris


"Bisa aja gombalnya." aku tertawa kecil membalas ucapannya.


"Loh aku ini ngomong sesuai fakta Mir"


"Ah sudah sudah, kita langsung aja ya Mas"


"Hayuk aja sih kalo aku asal kamu beneran sudah siap Mir."


"Ngomongin apaan sih Mas?"


"Eh kirain mau ngomongin tentang masa depan kita" ucap Mas Haris sambil tertawa.


"Ya Allah Mas, ini loh yang langsung aja kita omongin. Masalah Family Gathering."


"Oh iya iya Maaf ya. Habisnya kamu cantik banget jadi pengen jadiin kamu istri aku."


Aku diam tak merespon perkataan Mas Haris dan dengan cepat aku mengalihkan dengan membicarakan masalah kantor. Agar Mas Haris tak melanjutkan godaannya pada ku.


Family Gathering telah selesai kami bicarakan. Mas Haris mengajak ku untuk tetap bersamanya, aku mengiyakan ajakannya.


"Kamu mau nonton bareng aku gak Mir?"

__ADS_1


"Boleh aja Mas"


Kami langsung menuju ke bioskop yang berada di salah satu Mall.


Kami mulai menonton film yang kami pilih.


"Kemana lagi Mir habis ini? Ada yang mau dituju gak?" tanya Mas Haris setelah film selesai.


"Kita makan aja yuk Mas, tadi kan pas meeting kita cuma makan snack aja."


Tak menunggu lama, Mas Haris langsung mengajakku ke food court yang berada di luar Mall.


Kami berbincang lumayan lama di sana setelah menghabiskan makanan kami masing masing.


Tak terasa langit mulai gelap. Kami pun pulang menggunakan kendaran masing masing.


**********


Aku dan Mas Haris semakin dekat, kami sering makan bersama bahkan jalan bersama.


Jujur saja, rasanya nyaman saat bersama Mas Haris.


Hari ini Mas Haris dan aku akan mendatangi rumah Ibu. Mas Haris sudah memintaku dari bulan lalu untuk mendatangi rumah Ibu, namun baru hari ini bisa mengajaknya ke rumah.


"Ayo masuk Mas" ajak ku saat sampai di depan rumah Ibu.


Mas Haris berjalan di sampingku. Saat masuk ke dalam rumah, Ibu menyambut kami begitu juga Bapak yang menyusul duduk di ruang tamu saat kami mulai mengobrol dengan Ibu. Devi tak di rumah kali ini, ia sedang ujian semester.


Setelah selesai mengobrol dan makan bersama Ibu dan Bapak, kami pamit.


Mas Haris mengantarku ke apartemen milik ku.


"Mir, aku bulan depan ke rumah orang tua mu lagi boleh?" tanya Mas Haris saat aku akan turun dari mobilnya.


"Boleh aja Mas."


"Tapi kunjungan bulan depan aku bukan cuma mau mengobrol sama mereka."


Aku memasang wajah bertanya tanya.

__ADS_1


"Aku mau melamar kamu Mir."


"Bercanda kamu Mas." ucapku sambil tertawa.


"Aku serius sama kamu Mira, aku mau nikahin kamu." wajah dan suara Mas Haris mulai serius.


"Tapi aku ini pernah menikah sebelumnya Mas."


"Terus kenapa? Apa masih ada trauma di diri kamu? Percaya sama aku Mir, aku bakal bantu kamu hilangin trauma kamu. Aku beda dengan mantan suami kamu."


"Bukan itu Mas, kamu mapan, gagah dan kamu masih perjaka. Kamu bisa dapetin wanita yang lebih dari aku Mas. Aku gak layak untuk kamu."


"Kamu ngomong apa sih? Aku gak mau tau, aku mau ngelamar kamu bulan depan. Aku mau nikah sama kamu Mir. Jadi menikahlah denganku Mira"


Mas Haris menunggu jawabanku sambil menggenggam tanganku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.


"Iya Mas aku mau nikah sama kamu"


Mas Haris tersenyum lebar mendengar jawabanku begitupun aku membalasnya dengan senyuman.


Aku pun turun dari mobil lalu berjalan masuk ke apartemen dengan perasaan bahagia.


Saat sampai di dalam kamar ponselku berbunyi. Devi menelpon ku.


"Cieeee, yang udah move on" Devi langsung menggodaku begitu panggilannya ku terima.


"Kalo nelpon Mba nya itu yang bener. Salam dulu kek."


"Sorry sorry Mba Mira yang cantik. Habisnya aku keburu seneng pas Ibu telpon, bilang Mba Mira bawa laki laki ke rumah. Ibu juga ngasih tau aku kalo namanya Mas Haris." ucap Devi cengengesan.


"Iya emang yang di bilang Ibu itu bener."


"Nanti kalo aku pulang kenalin ke aku ya Mba. Aku mau tau calon ipar ku. Hihihi."


"Iya bawel. Udah ah Mba capek, baru juga pulang nih dari rumah Ibu."


"Oh ok deh kalo gitu. Assalamualaikum Mba Mira"


"Wa'alaikumsalam"

__ADS_1


Begitulah Ibu, pasti tak akan bisa menahan hasratnya untuk bercerita pada Devi tentang ku. Tak jarang juga Ibu menceritakan Devi kepadaku.


__ADS_2