Suamiku Ternyata Berselingkuh

Suamiku Ternyata Berselingkuh
Dua Belas


__ADS_3

Aku pergi meninggalkan Mas Doni di rumah.


Aku memesan hotel untuk menginap malam ini. Dari aku masih di jalan, Mas Doni terus terusan meneleponku. Namun ku abaikan panggilannya.


Ku lempar tubuhku ke atas kasur hotel yang nyaman. Aku teringat kejadian hari ini dan menangis sejadi jadinya hingga aku capek dan tertidur sendirinya tanpa mengganti bajuku.


Aku bangun agak siang, ku lihat diriku di cermin sungguh berantakan. Mata sembab dan wajah yang kacau. Aku memilih mandi agar fresh kembali. Ku kenakan pakaian yang rapi dan aku berdandan dengan natural namun cantik.


Aku keluar hotel menuju ke salah satu Mall dekat hotel ku menginap. Tak disangka aku bertemu dengan Lukman saat di parkiran Mall.


Lukman dan aku masuk ke Mall bersamaan.


"Cantik banget kamu Mir. Mau kemana?"


"Mau jalan jalan aja Man tapi ini mau makan dulu. Belum makan aku"


Kami sampai di salah satu restoran yang ada di dalam Mall. Kami mengobrol hingga hidangan yang kami pesan habis tak tersisa.


"Mau kemana lagi nih?"


"Kamu gak ada kerjaan Man? Kok dari tadi nimbrung di samping ku mulu? tanyaku sambil tertawa kecil


"Aku nemenin kamu aja Mir, kebetulan aku kesini juga mau jalan jalan, cuci mata gitu"

__ADS_1


Keluar dari restoran Lukman mengajakku menonton film romantis yang lagi booming minggu ini. Setelah menonton aku pamit ke Lukman untuk pulang. Namun Lukman menahan ku.


"Ngafe dulu yok. Udah lama loh kita gak begini" ajak Lukman


Aku mengiyakan ajakan Lukman, kalau di pikir pikir ada benarnya juga apa yang di katakan Lukman. Aku juga ingin menyegarkan pikiran, dari pada aku langsung ke hotel dan membuatku teringat kejadian kemarin.


Aku dan Lukman menuju kesebuah Cafe yang dulu sering kami kunjungi saat SMA. Kami duduk di sudut Cafe dekat dengan jendela yang menyuguhkan View ke jalan raya.


Tak hanya aku dan Lukman yang berada di Cafe itu. Lukman memanggil Sofi, Linda dan Lina untuk bergabung.


"Aku tahu kamu pasti lagi ada masalah Mir, mangkanya aku panggil mereka" kata Lukman


Aku tersenyum dengan mata berkaca kaca karena terharu oleh pertemanan kita.


Mereka mulai kepo menanyaiku. Dan aku menceritakan semuanya sampai kejadian kemarin, aku ceritakan semuanya ke mereka.


Sofi senang dengan caraku yang melabrak Ayu. Linda simpati dengan ceritaku. Lina juga bersemangat berkomentar. Sedangkan Lukman sungguh ingin menemui Mas Doni dan memberikan perhitungan dengannya.


Sekitar 4 jam kami berada di Cafe mulai membicarakan masalahku, menghiburku sampai menggoda Lukman yang entah kapan akan menikah.


Aku pulang ke hotel di tuntun oleh Lukman dari belakang mobilku. Sampai di kamar aku langsung mengisi air di bathtub, setelah terisi ku rendam kan diriku di sana. Sungguh nyaman rasanya.


Selesai mandi ku raih HP ku, ku lihat puluhan panggilan tak terjawab dari Mas Doni dan puluhan pesan dari Mas Doni yang menanyaiku sedang ada dimana. Sengaja aku membaca pesan dari Mas Doni namun tak ku balas. Agar dia tahu kalau aku sedang kesal dengannya.

__ADS_1


Selesai sudah cuti ku dan acara menenangkan diriku. Aku kembali pulang ke rumah.


Tak ku lihat Mas Doni di sekitaran rumah bahkan mobilnya saja tak ada.


Dua jam kemudian aku mendengar suara mobil Mas Doni.


Aku yang sedang berada di depan kulkas habis mengambil minum dikagetkan dengan tangan yang melingkar di perutku.


"Aku minta maaf ya sayang. Aku salah. Bener bener salah" ucap Mas Doni sambil memelukku dari belakang.


Ku lepaskan tangannya yang merangkul tubuhku, aku pergi menjauh dari sana tanpa menengok ke arah belakang.


"Aku tahu aku salah sayang. Aku bener bener nyesel sekarang" teriak Mas Doni yang masih berdiri di depan kulkas.


Mendengar perkataan Mas Doni aku pun menghentikan langkahku di depan meja makan.


"Aku mau istirahat Mas, sakit kepalaku" balasku tanpa menengok sedikitpun ke belakang.


Aku langsung merebahkan tubuhku ke atas kasur untuk bersiap siap tidur dengan posisi memunggungi tempat tidur Mas Doni.


"Aku bener bener belum bisa maafin kamu sekarang Mas. Hatiku masih sakit mengingat apa yang ku lihat pada malam itu" kataku dalam hati sambil memejamkan mata.


Mataku telah lelah mengeluarkan air matanya. Aku tetap menjalani aktifitas ku seperti biasanya seperti tak terjadi apapun.

__ADS_1


Namun hanya satu yang tak ku lakukan, yaitu menegur Mas Doni. Aku tak menghiraukan dia. Walaupun Mas Doni selalu berusaha mengobrol denganku, aku tetap cuek.


__ADS_2