
Setelah mengandung selama sembilan bulan, akhirnya yang di nanti nanti telah tiba. Tepat dini hari perutku mulai mulas, Mas Haris mulai terjaga hingga matahari terbit. Mas Haris benar benar tak bisa diam, ia mondar mandir ke sana kemari untuk mengambil dan memberikan apa yang aku butuhkan.
Terkadang ia menghiburku dan bercanda denganku, agar aku tak merasa kan kesakitan. Namun tetap saja aku meringis sambil mencengkram seprai atau bantal saat perutku merasakan kontraksi.
Pukul 7.30 Mas Haris membawaku ke rumah sakit. Saat di periksa oleh dokter, ternyata aku telah pembukaan delapan. Maka dokter langsung mempersiapkan hal hal yang di butuhkan untuk bersalin. Mas Haris selalu ada di sampingku mendampingi dan menemani.
Memberiku semangat dan perhatian agar aku tak tegang.
Suara dokter dan perawat memenuhi ruangan di tambah dengan suaraku mengejan. Di samping ku ada Mas Haris yang tak henti hentinya memanjatkan doa saat ia melihat langsung proses persalinan ku.
Proses persalinan berjalan sangat lancar. Setelah 45 menit, terdengar suara malaikat kecil kami memenuhi kamar persalinan yang di barengi oleh suara Mas Haris dan aku mengucap kata syukur.
Aku terkulai lemas, Mas Haris mengecup pipi, kening dan bibirku.
"Aku bangga sama kamu sayang. Terimakasih." ucap Mas Haris sambil mencium keningku.
Aku tak menjawab perkataan Mas Haris, karena tenagaku sudah terkuras habis oleh persalinan tadi.
Mas Haris dan aku menunggu malaikat kami di mandikan dan ditimbang serta di ukur panjang tubuhnya. Setelah semua sudah beres, Mas Haris mulai menggendong dan mengadzani bayi kami.
Mas Haris mulai mengabari semua keluarga atas kelahiran malaikat kami. Hanya keluarga dekat saja yang di perbolehkan menjengukku di rumah sakit.
__ADS_1
Esok lusanya aku sudah di perbolehkan untuk pulang. Dan para tamu berdatangan ke rumah. Karena saat di rumah sakit hanya keluarga saja yang hilir mudik menjengukku.
**********
Setahun kemudian semua telah banyak berubah, putri kami menjadi anak yang lucu. Kini ia sudah bisa berjalan dan berceloteh, membuat kami merasa gemas tiap kali melihatnya.
Mas Haris menjadi seorang Ayah yang sangat peduli.
Aku menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu yang merasakan kebahagian.
Di beri anugrah oleh Allah seorang suami seperti Mas Haris yang peduli dan perhatian sekaligus seorang suami dan ayah yang sangat penyayang.
Pun dengan Devi yang telah lulus dari kuliahnya dan berkerja di salah satu perusahaan, kini ia akan menikah dengan kekasihnya yang ia jumpai di salah satu acara kantornya.
Begitu pula dengan Lukman, yang akhirnya melepas masa lajangnya dengan seorang guru matematika.
Tak ketinggalan dengan Sofi, ia juga sedang merasakan kebahagian, Sofi mengandung anak ke duanya dan bahkan usia kehamilan Sofi sudah menginjakkan bulan ke lima.
Kabar yang ku dengar dari Mas Doni terakhir kali adalah, Mas Doni telah menikah lagi namun tak mengundang ku dan yang aku tahu istrinya sekarang adalah adik angkatan ku saat aku kuliah, setahuku istri Mas Doni bernama Ira yang di kenal dengan ratu shopping.
Ira bisa menghabiskan uang dalam semalam dan saat di kampus dulu tak ada yang bisa menggeser kedudukannya sebagai ratu shopping.
__ADS_1
Tak hanya kabar pernikahan Mas Doni saja yang sampai ke telingaku. Bahkan kabarnya Mas Doni tidak akan memiliki anak, karena ternyata ia mandul, namun tak pernah memberi tahu ku selama aku menjadi istrinya dulu.
Tiba tiba aku merasa kasian oleh Mas Doni saat aku mengetahui semua kabar tentangnya setelah berpisah denganku. Bukannya membaik malah semakin memburuk.
Bahkan aku merasa kalau Mas Doni benar benar menjadi seorang yang sangat terjatuh.
Namun aku berpikir kembali, mungkin itu semua adalah doaku dulu saat aku didzalimi oleh Mas Doni dan terlihat hasilnya sekarang.
Note:
Apapun yang kita lakukan hari ini pasti akan berdampak pada hari berikutnya. Tinggal menunggu harinya saja sampai dampak itu terlihat. Entah itu esok hari atau bahkan bisa jadi beberapa tahun kemudian.
Berbuat baik lah semaksimal mungkin. Sayangi orang orang terdekat, lakukan yang terbaik untuk mereka.
Apalagi kepada seorang istri, apapun itu yang bisa membuatnya sampai istri meneteskan air mata karena bersedih. Maka suami akan menanggung dampaknya dua kali lipat dari apa yang di rasakan oleh istrinya.
Seperti yang terjadi dengan kehidupan Doni yang sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Mira.
*Terimakasih telah membaca novel amatir aku dan terimakasih juga sudah LIKE novel aku. Siapapun dan dimana pun kalian semoga Tuhan memberikan kebahagian.*
**TAMAT**
__ADS_1