Sugar Baby (Paranoia)

Sugar Baby (Paranoia)
Kesepakatan


__ADS_3

"pandanganmu masih cukup jernih bukan"


Renata hanya sanggup mengangguk sekali lagi.


"Kita mulai..."


Beberapa suara tembakanpun mulai terdengar beberapa kali. Dalam hening suasana antara keduanya.


"Aku tidak sama dengan dirimu" bisik Anthony.


*****


Dulu keadaannya terbalik.


Anthony tidak pernah berniat menikahi gadis manja dan tidak tahu apa - apa seperti Renata. Seleranya adalah wanita yang pintar dan cantik seperti Rose, cinta pertamanya. Dia sudah merencanakan akan menikahi wanita itu ketika usai menyelesaikan perceraiannya dengan Maria mantan istrinya.


Namun, takdir tak selalu berpihak. Dunia terkadang terlalu kejam. Rose yang telah berjanji akan menceraikan suaminya dan sepakat untyk menikah bersamanya ternyata menghianatinya dengan alasan tak tega meninggalkan ketiga anaknya bersama Peter.


Lantas bagaimana dengannya yang juga meninggalkan putrinya Tania. Demi mengejar cintanya?


Wanita sangat mudah berubah...


Anthony sangat menyesali keputusannya. Mungkin Maria bukan wanita yang tepat, tapi wanita itu sudah sangat membantunya bahkan meski dia telah memanfaatkan perusahaannya untuk misi pencucian uang. Wanita itu hanya memikih memecatnya menjadi CEO dan menceraikannya. Bahkan dia tidak menuntutnya hjngga ke meja hijau.


"Kejahatan ekonomi yang kamu lakukan sungguh sangat luar biasa" Pak Handoyo yang ternyata sudah duduk di seberangnya dengan cerutu yang sudah menyala.


"Aku melihat semuanya dan sudah mempelajari cara kerjamu di Pt. Pegasus Globalindo, sangat fantastis"

__ADS_1


Anthony hanya tersenyum ringan, bukan hal baru dia menerima pujian. Tentu saja dia sudah sangat lihai tentang keahliannya itu. Mengingat dia sudah mempelajarinya sejak dia masih remaja.


Menurutnya ini adalah seni bertahan hidup. Berbeda dengan Eduardo yang sudah di adopsi dari bayi oleh keluarga Mafia. Bertarung atau berurusan dengan senjata sudah keahliannya. Tapi buat Anthony yang hanyalah pemuda panti asuhan dengan moral yang tertata, semua itu sungguh selalu sulit dilakukan. Selalu ada pertentangan batin yang sengit di dalam hatinya.


*****


"Kamu hanya barang palsu, cepat atau lambat aku akan membuatmu terkelupas dan menghilang dari kami, dasar Benalu" Eduardo selalu menggaungkan kalimat itu saat Anthony telah dibuatnya mabuk. Bahkan tidak jarang Eduardo menyuntikkan narkotika saat Anthony sedang terlelap.


Masa - masa remaja Anthony serasa kelam. Ingin rasanya dia kabur dan lari dari keluarga barunya. Tapi, selalu bukan pekerjaan yang mudah. Terutama karena dia sudah mulai memiliki ketergantungan pada jenis narkotika langka. Yang hanya akan dia dapat di dalam rumahnya.


Ketika kaburpun tak mungkin, maka tidak ada pilihan selain bertahan. Di banding mempelajari cara mengolah bisnis keluarga Mafianya seperti Eduardo. Anthony memilih jalan untuk belajar lebih tentang finance, yang sepertinya belum dimiliki secara mutlak oleh keluarganya.


Mengalahkan Eduardo dengan keahlian yang sama, jelas tidak mungkin. Dia sudah kalah jauh dari awal. Maka menjadi yang berbeda adalah jalan yang bijak.


Anthony melakukan pencucian uang secara full time pada penghasilan keluarganya, serta relasi mereka sejak saat itu. Tentu saja dengan bayaran yang tidak kecil. Hingga pada saat yang tepat, Anthonipun mulai menghilang dan terdampar di tengah polemik bisnis keluarga Renata dan Mantan istrinya, Maria.


******


"Hal yang serupa, dengan perusahaan yang lebih besar dan nominal yang lebih besar" pak. Handoyo menghembuskan asap ke udara dengan perlahan.


"Itu tidak masalah" Anthony "Boleh saya tahu perusahaan yang anda Maksud?"


Pak Handoyo tersenyum tipis "Tower High?" desisnya tanpa mengahiri senyumnya.


Anthony perlahan tertawa kecil, dia tak menyangka bahwa kali ini dia mendapatkan menu ikan paus. Namun, keuntungan yang besar tentu mengandung konsekuensi yang besar.


"Saya tidak akan menanyakan jumlahnya, saya butuh mengetahui seberapa besar jaminan keselamatan saya" Anthony mulai melupakan Capuccino di hadapannya, kosentrasinya melambung tinggi untuk mendapatkan kekuasaann berlipat bila dia bisa menguasai Tower high. Melibas keluarga Boldovano tentu bukan hal yang sulit nantinya.

__ADS_1


"Kamu mengenal Renata? Putri dari adik Pak Raja, pemimpin Tower High saat ini"


"Mungkin.. Saya kurang tertarik pada banyak wanita, kecuali mereka memiliki uang" Senyum Anthony mengembang sempurna saat itu. Tanpa negosiasi yang rumit Diapun menyetujui perjodohannya dengan Renata.


******


"Lelah...?" Renata merangkulnya dari arah belakang ketika mereka sampai di kamar pengantin.


"Hmmmm...."


Renata tersenyum lega, ahirnya dia bisa memiliki lelaki yang di impikannya. Langkahnya segera memutar dan berhenti di hadapan Anthony untuk membantu lelaki itu melepas dasinya.


"Padahal pernikahan kita terbilang sederhana" Gerutu Renata dengan penuh harap akan melakukan banyak hal dengan Anthony di malam pengantinnya.


"Hmmmm..." Jawaban Anthony masih sama.


Tanpa menunggu Renata mulai membuka kancing kemeja Anthony satu persatu dan..


Jemari panjang Anthony segera menghentikannya.


"Aku bisa sendiri, sebaiknya kamu mandi dulu"


"Ah... Benar" Renata langsung tersenyum Lebar deretan gigi putihnya terpajang rapi di bingkai dengan warna peach pada bibirnya.


Dengan langkah riang dan ringan Renata segera berhambur kekamar Mandi, meninggalkan Anthony yang mulai gerah harus bagaimana malam ini.


Sejenak dia melempar pandang pada pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Ada sedikit rasa bersalah pada sosok Renata yang mengharapkan lebih darinya.

__ADS_1


Meski kesepakatannya dengan Renata telah di buat, bahkan soal urusan untuk memiliki anak. Tapi dia lupa memperingatkan Renata, bahwa dia sangat pemilih. Bahkan dalam urusan pasangan bercinta.


Paranoia yang di deritanya telah mempengaruhi dirinya dalam seluruh aspek dalam hidupnya termasuk kehidupan intim. Dan itulah alasan dia tidak pernah terlihat bersama banyak wanita.


__ADS_2