
"Thank you Daniel... Sudah berusaha menjaga Renata hidup - hidup" Sebuah suara lirih dan cukup dekat juga kini serasa dekat. Seiring dengan ujung pistol yang sudah bersarang di dahi Daniel.
Renata yg masih mencoba mencerna situasi masih sukit menyudahi tangis yang cukup mendalam.
"Apa kabar nona?"
"Ka.. Ka.. Mu.." Renata membalas dengan terbata. Renata menutup matanya sejenak mencoba mengenali siapa lelaki yang sedang menyapanya dengan pistol Di Tangan kanannya.
"Cih....!!! Yang benar saja, apakah Renata ada urusan denganmu?"
" Tidak secara langsung, tapi...." Pria itu berfikir sejenak "Cukup erat kaitannya"
Dengan santai pria itu memasukkan sebuah permen karet pada mulutnya tanpa merenggangkan jemarinya pada pelatuk pistol yang masih melekat.
"Sebaiknya kamu menjaga Aku lebih baik dari, dan pastikan Aku baik - baik saja" Daniel nampak tersenyum ringan.
Sementara Renata masih tercekat tanpa sanggup bersuara. Dia masih bingung apa yang terjadi. Dan juga heran kenapa Daniel masih bisa tersenyum dengan pistol di dahi dan luka di beberapa bagian tubuhnya.
"Kamu bukan urusanku, aku ada bisnis kecil dengan nona cantik ini" Tanpa segan Lelaki itu menginjak luka pada sudut paha Daniel dan segera memindahkannya pada leher jenjang Anthony. "Aku penasaran seberapa besar Anthony merindukanmu?"
Renata Menelan salivanya kasar seiring desis kesakitan yang tertahan pada Daniel. "Mu.. mungkin ka.. Ka.. mu salah, Aku hanya sugar Baby sa.. ja...." jawab Renata setengah terbata.
Lelaki itu tertawa ringan sejenak. "Kamu benar - benar tidak mengenal Anthony, dia tidak mudah berselera pada wanita" dengan enteng lelaki itu mengangkat dagu renata dengan laras pistolnta.
"Bawa mereka..." Lanjutnya yang segera di ikuti oleh beberapa anak buahnya.
Tangan renata dan Danielpun segera di borgol dan dengan cepat mereka segera di seret kedalam mobil.
"Apakah kalian berdua selingkuh?" tanya laki - laki itu yang sudah duduk di kursi duduk bagian depan.
"Apa ini hanya karena kamu kalah di meja casino itu" Tanya Renata dengan lancar. "Uang itu sungguh tidak banyak kalau kamu membiarkan aku dan Daniel pergi.
" Hei... "Daniel mencoba memotong.
__ADS_1
" kamu rupanya mulai sedikit congkak hanya karena kamu dipelihara Anthony " pria itu kini menghadapkan wajahnya pada Renata yang terlihat masih cantik meski kusut.
" Aku rasa swiss tidak terlalu jauh dari sini, aku bisa memberimu dua kali lipat apabila kamu membiarkan Daniel mendapatkan passportku"Renata terus menatap laki - laki itu tanpa berkedip" Aku lebih suka ke inti masalah "
Lelaki itu tersenyum," Aku akui keberanianmu, tapi sayangnya aku butuh Anthony bukan uangmu "
" Nama anda Rodriguez, kalau tidak salah bukan? "Renata meembuat Rodriguez membatalkan niatnya untuk berpaling.
" Apapun masalahmu dengan Anthony, aku rasa bernegosiasi denganku akan lebih baik. Aku tidak mudah marah "Renata menyuguhkan senyum termanis.
" Jadi kamu tahu masalah di antara kami? "
" Aku tidak perlu tahu, kita hanya butuh solusi untuk tujuannya "Renata mengarahkan kefua tangannya yang di borgol." Bukankah bisa meminta secara baik - baik, dan ini tidak termasuk "
Daniel hanya terperangah menatap kelakuan renata yang di luar perkiraannya. Gadis itu terlalu berani ataukah naif. Yang di hadapinya adalah vittirio Rodriguez. Putra mahkota keluarga Rodriguez.
" Aku tidak mudah menerima rekan, terutama dari sisi musuhku"
Daniel hanya memandangi renata dan tertawa kecil beberapa kali. Dia tidak menyangka bahwa Renata benar - benar tidak pernah menimbang sikapnya.
Dari melawan Anthony dengan mengikutinya hingga negosiasi dengan Vittorio Rodriguez tanpa ragu dengan dugaan yang random.
"Apakah tubuhmu yang tegap itu hanya untuk memikat wanita?" bisik renata yang sebenarnya dongkol karena Daniel tidak melakuksn apapun.
"Kamu mulai tertarik dengan tubuhku?"
"Hah.. Ckck... Rupanya aku tidak bisa mengandalkanmu"
Daniel tersenyum tipis "Aku lebih suka menggunakan otakku nona cantik" Sejenak daniel terkagum dengan kecantukan Renata dari jarak sedekat ini meski tidak dalam situasi yang mendukung "Bersiaplah untuk kagum padaku.." Lanjutnya dengan dua makna yang berbeda.
*****
Mobil vitoria dan seluruh komplotannya terparkir rapi pada halaman belakang sebuah hotel yang cukup tinggi.
__ADS_1
Dengan segera Vittorio sendiri yang membuka pintu di sisi Renata.
" Tawaranku masih berlaku, pikirkanlah srbelum melangkah yang lebih jauh" ucap Renata penuh percaya diri.
"Well..." Vittorio memandanhi Renata dari ujubg rambut hingga ujubg kaki dan kembali menatap wanita itu. "Ngomong - ngomong, aku tertarik untuk bersamamu dalam situasi lebih romance"
"Cuih..." Renata otimatis meludahi tangan Vittorio yang ingin menyentuh wajahnya. " salahmu memborgol Tanganku, aku tidak suka jadi submissive"
Vittorio tertawa sejenak.. "Bawa mereka" pintanya setelah menggumamkan umpatan.
****
Cantik, anggun dan berkelas. Seorang wsnita yang tak mudas sudah menunggu mereka. Sudah jelas dia nampak tidak senang.
"Kamu hanya butuh Renata, Kenapa harus membawa Daniel serta"
"Good to see you Madam" Sapa Daniel dengan senyum yang merekah.
Wanita itu tersenyum dan mendekati Daniel "Maafkan mereka yang masih muda" ucapnya lembut sambil menepuk sisi kiri pundak Daniel.
"I can Understand" Daniel menanggapi dengan Ringan.
"Lepaskan borgol mereka!!" Pinta Wanita itu yang segera menerima beberapa kali protest dari Vittorio.
Renata menatap Daniel dengan dari yang berkerut dan mulut yang terperangah.
"Aku menyukai cara yang lebih Slay...." Daniel tersenyum manis dan menikmati proses pembukasn borgol di tangannya.
"Lantas aku?" Renata protest karena mendapati borgolnya yang masih di biarkan.
"Well... Memohon lah padaku, mungkin aku bisa membantumu" Daniel bergumam lirih dengan senyum kemenangan yang belum sirna.
*
__ADS_1