Sugar Baby (Paranoia)

Sugar Baby (Paranoia)
Terkejut


__ADS_3

Brak... Sekali lagi mobil Daniel tertabrak keras dari arah samping. Namun justru Daniel mulai tertawa kering.


" Jadi benar ucapan Anthony... Bahwa nyawamu terancam" desis Daniel yang kini melaju lebih kencang dengan di iringi tiga mobil sekaligus dibelakangnya.


"Aku tidak punya musuh, dan tidak pernah" Renata memekik di tengah ketegangannya.


"Apakah Anthony juga tidak?"


Keduanya saling bertukar pandang, namun secara bersamaan keduanya hanya diam dan membeku.


"Damn!!!... He had... Of course!!" daniel memukul kemudinya. Dan dengan segera dia memutar ke arah kanan dengan tajam. Hingga dua mobil di belakangnya saling menghalangi. Termasuk mobil Anthony.


"Apakah Anthony bertengkar dengan klannya? Temannya sepupunya atau siapapun di sekitarnya"


"Hanya mengamuk satu kali yang aku tahu" suara Renata kali ini hanya lirih.


Daniel mengertakkan giginya. Laju mobilnyapun bertambah kencang hingga melamban di area bawah jembatan.


"Kamu tidak melakukan double order tentang Renata"


"Tentu tidak... Aku percaya dengan caramu... Kami tidak suka beban di masa depan" jawab sosok di seberang.


"Hmm.... Aku hanya memastikan" Daniel mendengus sesaat "Tapi dia ternyata juga sedang di buru"


"Sudah aku bilang, dia sangat ceroboh"


Daniel menoleh ke arah Renata yang hanya mengerjap dengan wajah polosnya.


"Well nona... Bukannya kamu harus menceritqkan sesuatu padaku?"


Daniel perlahan mengahiri panggilannya.

__ADS_1


"Aku tidak punya cerita yang berarti, aku hanya menyusul suamiku Anthony"


"Apakah kamu sering mengikutinya bekerja?"


"Aku bahkan karyawan di perusahaannya"


Daniel tersenyum kecut, "Perusahaan mainan itu tidak termasuk" Daniel mengerutkan keningnya "Aku hanya ingin tahu pekerjaan lain yang tidak pernah kamu sangka sebelumnya"


"Yang benar saja, semua pekerjaan kalian berdua tidak ada yang pernah aku sangka sekalipun"


Renata mengingat sejenak "Seperti ke kasino? Atau..."


Daniel mengangguk.. Sambil untuk mengisyaratkan Renata untuk mengingat lebih.


" Entahlah.. Aku baru saja datang dan semuanya terasa cepat, Aku hanya ingin menemui keluargaku dan meminta mereka untuk menarik kembali Antonio kembali"


"Kami sungguh menghawatirkan suamimu itu?" Potong Daniel " menggantinya dwngan yang lebih muda pasti akan lebih menarik setidaknya untuk beberapa hal"


"Kamu sungguh pandai menyia - nyiakan peluang" Daniel mencebik untuk sesaat "Siapa yang Anthony temui di kasino?"


" Apakah itu penting untuk kepulanganku ke keluargaku "


" Apakah kamu sadar bahwa ada yang baru saja berusaha membunuh kita? "Daniel medekatkan matanya pada Renata" Kamu tidak sedang mengira itu hanya kebetulan kan? "


" Hehehhe aku sempat berfikir bahwa kamu kurang pandai menyetir saja " Renata memamerkan susunan giginya yang rapi.


Daniel menggeleng sejenak sebelum kembali kebelakang kemudi." Positive thingking itu bagus tapi tidak saat ini, jadi.... Siapa menurutmu yang menginginkanmu? "


" Percayalah... Anthony bukan orangbyang ramah dan toleran, aku rasa semua orang di sekitarnya adalah musuh"


" Nona... Orang dari kalangan Antonio tidak sesensitive yang kamu kira, mereka tumbuh dengan kubangan lumpur dan darah. Bukan sendok emas sepertimu"

__ADS_1


"Jadi amarah dan petengkaran bukan masalah?" Renata mencoba menerawang sejenak "Aku tidak tahu apa masalahnya, tapi Anthony sering bertengkar secara konstan dengan Eduardo, itu yang paling sering aku tahu"


"Hmm....itu rahasia umum.. Tapi itu bukan gaya Eduardo" Daniel mengerutkan keningnya dan memandang Renata sekilas "Tidak ada harapan menanyaimu ck.. ck..."


Daniel segera memundurkan mobilnya dan segra melesat di jalanan sepi yang susah di kenali. Yang Renata ingat sekitar baru tiga puluh menit berlalu. Entah dari mana tiba - tiba beberapa mobil telah ramai di aekitar mereka.


Daniel meningkatkan kecepatan kemudinya. Sesekali salah satu mobil yang paling dekat berusaha menghimpit mobil Daniel, dan membuatnya menabrak sisi jalan.


Mau tidak mau Daniel harus terhenti sejenak. Dam tanpa peringatan sebatang besi panjang mengjantam sisi kaca jendela mobil dan berusaha menarik Renata dengan Kasar.


"Hold on..!" Pekik Daniel yang segera kemvali melajukan mobilnya dengan garangDaniel Namun sekali lagi Daniel berhasil lolos.


Renata Menjerit dengan konstan seiring dengan orang yang tak di kenal yabg terus berusaha memukul mobil yang di kendarainya meski sedang melaju kencang.


Kali ini Daniel mulai tak segan meraih srnjata laras pendek dari dashboard mobilnya dan tanpa ragu dia segera melepadkan beberapa peluru pada ban mereka.


Renata hanya sanggup meringkuk sambil menahan tangis yang tak tertahankan. Dia tak mengerti apa yang Sebenarnya terjadi. Dengan niatan Apa mereka berusaha mengambilnya secara paksa. Dan ini bukan pertama kalinya.


Namun sepertinya Daniel dan Renata bukan tandingan. Karena kurang dari satu jam sebuah truck menabrak bagkan belakang mobil mereka dari sisi kanan.


Dengan cepat Daniel meraih Renata ke dalam pelukannya dan segera berguling keluar dari mobil yang sudah rusak setengahnya. Dan segera terbakar beberapa menit kemudian.


"Prok...prok...." sebuah tepuk tangan kecil segera menyapa meteka.


"Thank you Daniel... Sudah berusaha menjaga Renata hidup - hidup" Sebuah suara lirih dan cukup dekat juga kini serasa dekat. Seiring dengan ujung pistol yang sudah bersarang di dahi Daniel.


Renata yg masih mencoba mencerna situasi masih sukit menyudahi tangis yang cukup mendalam.


"Apa kabar nona?"


"Ka.. Ka.. Mu.." Renata membalas dengan terbata. Renata menutup matanya sejenak mencoba mengenali siapa lelaki yang sedang menyapanya dengan pistol Di Tangan kanannya.

__ADS_1


***'


__ADS_2