
"Kamu menyerahkan diri hanya untuk melihat Anthony cemburu?" Tanyanya lagi dengan nada yang lebih renyah.
Renata hanya diam, karena jawabannya sebenarnya adalah iya.
"Dor!!!
Suara tembakan terdengar dan berdenting di salah satu kaca spion mobil Daniel.
" Lain kali pastikan lelaki tak waras itu tanpa senjata "Keluh Daniel yang semakin kencang menginjak gas mobilnya.
Wajah Daniel mulai lebih menegang dari sebelumnya. Meski sesekali dia mengamati Renata yang sedikit terlihat putus asa.
*****
Daniel....
Malam pekat di atas langit Tokyo. Sepasang mata Daniel dengan cermat mengamati deretan huruf yang terpajang pada selembar kertas di tangannya.
"Very Surprised" Gumamnya dengan satu sisi sudut bibirnya yang terangkat.
"Apakah itu cukup memuaskan" Seorang wanita cantik dengan pakaian minim menanggapi gumaman Daniel dengan serius bersama segelas wine pada sisi tangan kanannya.
"Very..!!" Daniel berdecak sejenak sebelum kedua netranya membalas sepasang mata sayu yang sedang mengamatinya di depan matanya.
"Pekerjaan anda sangat menakjubkan, secara pribadi saya sudah mengagumi Anda bahkan sebelum kita bertemu"
"Oh ya..?" Daniel menanggapi dengan ringan.
Gadis itu mengangguk dengan senyum yang terindah. "Tapi sepertinya saya mulai lebih mengagumi Anda dari sisi lainnya"
Tanpa canggung gadis itu mulai menyilangkan sepasang kaki jenjangnya dan membuatnya mengekspose lebih banyak sisi indah tubuhnya.
"Beautiful.."
"Bagian yang mana?"
Daniel menangkap jelas godaan wanita itu.
"Tentu saja daftar belanjaannya.." Daniel mulai menegakkan tubuhnya."Sebagai pembelanja profesional, mengagumi pesanan yang special adalah wajar bukan?"
Gadis itu mendengus kecewa, mengira bahwa Daniel tidak menangkap sinyalnya. Namun, tubuh tegap dan perpaduan Caucasians dan mongoloid dalam ras Daniel sangat mengagumkan di matanya. Dan membuatnya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menghabiskan malam bersama priabtampan itu.
" Bagaimana kalau kita membahas belanjaan di siang hari, dan melakukan hal yang lain di malam hari" Tawarnya, berharap Daniel bisa mulai mengerti kemana arah tujuannya.
"Its not bad Idea"
Tanpa ragu gadis itu menuangkan wine ke dalam gelas Daniel yang masih kosong dan segera membawanya mendekat ke arah Daniel.
"Ups!!!!" Dengan sengaja dia menumpahkan Wine merah di setelan Tuxedo putih milik Daniel.
"Seorang yang yang rupawan tidak seharusnya ternoda bukan?" Dengan lembut wanita itu mulai berusaha melepaskan tuxedo Daniel.
"Hang... ON!!" Dengan Cepat Daniel menepis. "Apakah kamu tidak ingin sedikit lebih cepat?" Tangan Daniel mengenggam erat jemari. "Miss. Priyanka?"
__ADS_1
"Tentu aku tidak masalah?"
Daniel mulai mengambalikan jemari itu pada tempatnya dan tanpa canggung dia segera melepaskan jas putihnya. "Bukankah lebih agresif hasilnya akan lebih baik?" satu sisi alis Daniel terangkat seiring senyumnya yang hanya pada satu sisi sudut bibirnya.
"Hmmmm...." Sebuah senyum segera merekah pada wajah cantik priyanka. "As you wish.."
Daniel meraih benda pipih di mejanya dan mengirim pesan singkat.
Tak berapa lama kemudian seorang wanita dengan setelan serba putih memasuki ruangan.
"Ini..!!" Wanita itu menyerahkan sebuah telphon genggam.
"Aku masih meeting Sophia"
"Tapi... Ini dari nyonya Maria"
Daniel melempar senyum Ringan dan segera menyambar telphone genggam dari tangan sophia.
"Hi.. Mar?"
"Apakah aku sedang menganggu kesenanganmu?"
Daniel tersenyum sejenak, mendapati sahabatnya yang selalu bisa menebak kondisinya.
"Tidak pernah... Siapa tahu kamu justru menyelamatkanku" Daniel melempar senyum pada Priyanka yang masih menanti dengan cemas.
"Kamu sudah melihat daftar belanja Mr. Kildman?"
Daniel termenung sejenak.
"Dia tidak sedang dalam penculikan bukan?"
"Entahlah... Tapi aku tidak punya firasat baik tentang bagaimana keadaannya. Seluruh keluarga suamiku sangat mencemaskannya. Apalagi tidak ada indikasi dia menarik uang sama sekali"
"Dia wanita yang cantik, wajar kalau mereka khawatir. Pasti banyak yang akan berusaha mendapatkan keuntungan darinya"
"Permasalahannya lebih rumit dari yang aku kira, Dan yang terburuk dia sering naive dan tidak memiliki pertimbangan akan kelakuannya"
Daniel memijit pelipisnya. "Entah mengapa terdengat menarik?"
" Ingat!! Dia hanya daftar belanjaanmu bukan bagian dari calon korban sifat buayamu "
" Aku tahu... Tapi minat itu terjadi secara Alami "Daniel tersenyum tipis" kamu tidak berminat berkeluarga denganku? "
" lupakan Niatmu...dia sudah menikah, dan kemungkinan terbesar dia sedang bersama suaminya Anthony Boldovino "
" Hah...kamu tidak menacantumkan itu dalam detail pesanan "
" Aku hanya mengatakan untuk mencegahmu melakukan hal yang seenaknya" Maria menarik nafas dalam "Lebih baik kamu luangkan waktumu dengan utusan kakek mertuaku yang sedang bersamamu. Dia nampak tak sabar menunggumu"
" Kamu lupa bahwa aku suka tantangan " Daniel menghirup udara dengan perlahan." Kamu memebuatku kehilangan selera "Daniel menebar pandang pada arah luar jendela." Kamu tidak sedang mengintaiku? "
" Mungkin... Saja "Maria menjawab gamang" yang perlu aku tegaskan lagi, berpakaian minim tidak pernah dalam rencana. Seharusnya dia cukup memastikan kamu setuju dan pergi "
__ADS_1
Daniel memandangi priyanka untuk ke sekian kalinya.
" Terimakasih telah membuatku mengubah menu makan malamku "Daniel tertawa kecil" Dari awal harusnya aku tahu bahwa kamu tidak mungkin memberiku makan dalam wujud seperti ini "
" Aku selalu dalam garis profesional bukan? dan sebaiknya kamu segera melakukan tugasmu sebelum pesonamu pudar "
Daniel mengangguk pelan." Kamu sudah memastikan depositnya "
" 70% sudah berada di rekeningmu, aku membuka dua kali penawaran kalau kamu ingin bernegoisasi "
" Itu mudah... Seperti biasa, Well..!! Sepertinya aku harus segera menyelesaikan yang ada disini. Sebelum memulai tugasku "
Daniel segerq menutup telphonnya. Sejenak dia berkacak pinggang dengan menatap langit - langit. Dia mencoba mengingat seperti apa sifat Renata yang kini masuk dalam daftar belanjanya.
" Sophie.... Antarkan miss Priyanka pulang, dia minum terlalu banyak Alkohol malam ini " Daniel menepuk pundah sekertarisnya itu " sebelum itu pesankan aku Tiket ke Rome penerbangan pertama"
Daniel meraih jasnya kembali dan segera melangkah meninggalkan Priyanka yang lebih kecewa karena harapannya pupus.
'***'
Pernahkah kamu berfikir menjadi kekasihku?
"Ha..!!" Renata terkejut dan hampir tak percaya. Bagaimana mungkin Daniel sempat memikirkan hal itu saat Anthony seakan siap membunuhnya di belakang sana.
"Aku pernah!!" jawab Daniel sendiri tanpa mengurangi ke cepat an mobilnya "Dan aku sedang serius bertanya saat ini"
Renata masih bingung dan tak habis pikir "Aku masih istri Anthony" jawabnya srkenanya
"Tapi kamu sedang berusaha kabur?"
Sebenarnya Renata hanya ingin melihat seberapa besar Anthony menginginkannya. Sedikit memberi aksi nyata, bukan hanya ancaman mungkin bisa mengubah sikap Anthony padanya setelah ini.
"Itu...."
Brak...!!!! Sebuah mobil SUV hitam tiba- tiba menabrak sisi mobil Daniel.
"Damn!??
Sepasang pria berpakaian serba hitam nampak berada di balik kendali. Dengan cepat.
DOR... PRIA itu tanpa ragu melepaskan peluru ke arah mereka. Untung Daniel cukup sigap melakukan drift. Dan mengubah arah mobil.
" Bukan aku "tetiak Anthony ketika mereka berpapasan. Sepasang mata coklat Anthony segera memicing tajam pada pria dalam suv itu.
" Apa ada orang lain yang mengeejarmu? "Tanya Daniel yang mulai penasaran.
" Aku belum pernah punya tunggakan atau masalah "
" Jadi... "
Brak... Sekali lagi mobil Daniel tertabrak keras dari arah samping. Namun justru Daniel mulai tertawa kering.
" Jadi benar ucapan Anthony... Bahwa nyawamu terancam" desis Daniel yang kini melaju lebih kencang dengan di iringi tiga mobil sekaligus dibelakangnya.
__ADS_1
******